
Seperti hari-hari biasa sera kembali bekerja di kafe walau perasaan nya tak menentu karena dia merasa selalu di ikuti oleh orang lain. Bagas hanya mengantar sera kerja lalu pulang ke rumah nya memantau keadaan mami nya yang sudah mulai mengusik sera. Kafe sedang ramai pengunjung membuat sera sibuk tanpa jeda istirahat walau kringat berkucuran di wajah tidak memudarkan kecantiknya malah menambah ke sexyan gadis itu yang memang wajah nya sudah exsotis.
tlak..... tlak.......
Suara hak sepatu tinggi dari wanita paru baya yang baru saja masuk ke dalam ruangan vip kafe itu, wanita itu menoleh kesana-kemari mencoba mencari sesosok gadis yang memang menjadi tujuan nya datang kemari. Di lihat nya sera sedang melayani tamu dengan senyuman yang mengembang di bibir gadis itu. " cantik pantas bagas menyukai nya, ucap wanita itu"
Wanita itu mencoba memesan dengan syarat harus sera yang melayani nya. Dia disibukan dengan tatapan tanjam ke arah sera yang sedari tadi wara-wiri di depan nya melayanin para tamu. " pekerja keras, sopan tapi sayang orang miskin, cihhh wanita itu berdecak tak suka melihat sera". Wanita itu ialah mami bagas yang sengaja datang untuk melihat gadis yang membuat anak nya tidak menurut. Tak di sangka sang mami dari orang yang paling di cintai nya akan membuat masalah terhadap nya.
Wanita itu mulai komplain dengan bermacam-macam alasan kepada manajer kafe, karena dia tamu vip dia sangat di perhatikan sekali. Wanita itu mulai membabi-buta mengeluarkan keluhannya sampai kepada dia menyalahkan sera dan meminta manajer untuk memecat gadis cantik itu. Sera hanya tertunduk mencoba menahan amarah dan malu karna di bentak di depan orang banyak. Dia menahan amarah karena merasa sudah merugikan kafe tempat nya bekerja.
plaakk.....
__ADS_1
Satu tamparan jatuh di wajah mulus sera, membuat wajah cantik itu memerah menahan sakit dari tamparan wanita itu. Sera hanya tertunduk meneteskan air mata yang sedari tadi di bendung nya. Namun tanpa di sadari banyak orang hendra sang pemilik kafe datang menghampiri mencoba menjadi penengah bagi permasalahan ini tapi dia sudah tidak sabar lagi karena mendengar penghinaa yang terus datang dari mulut wanita itu. Hendra langsung menarik tangan sera membawa pergi ke ruangannya karena tak tahan melihat gadis itu di perlakukan semena-mena dan terus menangis. Dia mencoba menenangkan sera yang sedari tadi terus menangis.
Sera dengan mata sendu sedang menunggu bagas menjemput nya di tempat kerja. Sera terus saja memikirkan kejadian yang baru saja menimpanya belum pernah dia di perlakuan dengan begitu kasar nya seperti tadi. Bagas yang sedang berjalan ke arah sera sadar akan ke gundahan sang kekasih terlihat dari raut wajah nya. Sera yang mekihat bagas sudah berada di samping nya kembali meneteskan air mata menangis tersedu-sedu di dada bidang bagas menceritakan segala hal yang di baru saja lalu. " apakah semua orang kaya seperti itu, aku tidak mau menjadi seperti mereka yns. Tangisan terus saja keluar dari mata cantik sera". Bagai tamparan keras di muka, bagas merasa terluka akibat ucapan yang barusan keluar dari bibir sera dia takut sera akan meninggalkan kalo saja sera tau siapa dia sebenar nya.
" saya harus cepat memisahkan dia dengan anak ku, ucap sesosok wanita melempar tas nya ke dalam mobil sport hitam milik nya"
Ditempat lain.....
Setelah lebih dari 8 jam perawatan intensif yang jordi jalanin sekarang dia sudah dipindahkan ke ruangan rawat inap. Sang nene terus saja menangis melihat cucu kesayangan terbaring lemah dengan semua selang yang masih menempel di tubuh bocah kecil ini. Andrew hanya bisa terduduk di samping anak nya menyesali keadaan yang terjadi ini, dia menyelahkan diri sendiri karena tidak bisa menjaga jordi dengan baik. Setelah beberapa jam berlalu akhirnya jordi sudah sadar dari obat penenang yang di berikan dokter. Jordi mulai kembali gelisan dan terus menangis membuat seisi ruangan kebingungan.
Bagai di sambar petir semua orang yang berada di ruangan itu kebingungan dengan kata-kata dari bocah kecil itu, siapa yang ia rindukan sedang kan mama nya sudah lama meninggal. Jordi kembali deman tinggi membuat panik seluruh keluarga wijaya. Meraka takud jordi akan mengalami kejang kembali, sang nene hanya bisa menangis tak karuan...
__ADS_1
" maaf tuan...seperti den jordi merindukan non sera, ucap sang bibi pengasuh yang sedari tadi menangis di pojokan kamar". Andrew yang mendengar nama sera di sebut langsung memutar badan nya dan jalan ke arah bibi. " apa maksud bibi ini? "
" den jordi selalu mencari non sera tuan, semenjak pulang dari ruman den roy dia selalu menangis kalo mau makan dan selalu mencari non sera memanggil nya mama". Sang nene yang mendengar perkataan bibi langsung aja sontak berdiri menghampiri cucu nya yang sedang tertidur lagi akibat di berikan obat penenang oleh dokter karna takud akan mengalami kejang lagi. " kamu sudah dengar drew, cepat bawa gadis itu kesini mamah ga mau ngeliat jordi begini lagi" .
Andrew hanya terdiam memikirkan bagai mana bisa dia membawa paksa seorang gadis demi menemani anak nya. Dia memikirkan apakah sera akan setuja dan dimana ia harus mencari sera, andrew terus saja di sibukan kan dengan pikiran nya yang tidak tenang di tambah pekerjaan dan anak nya yang sedang terbaring tak sadarkan diri. " aah.. sial rasa mau pecah kepala ku, ucap andrew memukul-mukul tembok kamar rumah sakit".
Matahari pagi sudah terbit cahaya nya menerangi kamar rawat jordi, andrew yang sedari malam tidak tidur hanya memandangi wajah sang anak mulai berjalan mencari tas kerja yang dibawa nya tadi di raih nya ponsel dan dia mencoba menghubungi roy .
tut...tut.....tuut.....
" Haloo.... ucap roy menjawab ponsel nya"
__ADS_1
" kamu dimana aku ada perlu sekarang. Andrew dengan tergesa-gesa mencuci muka dan berjalan keluar rumah sakit.
happy reading ka jangan lupa bantu vote like ya kaa.... 😊