Strong Women

Strong Women
Part 144


__ADS_3

"Gimana sera? guman andrew yang terburu-buru datang saat mengetahui kabar perkelahian hendra dan bagas yang membuat ku menjadi korban hingga jatuh pingsan.


"Dia ada di dalam, dreww jangan terlalu memaksa nya dia masih butuh waktu. Guman vina memperingatkan andrew agar tak emosi menanggapi masalah ini.


"Putra mana? tanya andrew melihat sekeliling ruangan.


"Pergi keluar membeli sesuatu dengan hendra. Ucap vina sambil menyiapkan air hangat untuk sera.


"Kalau hendra datang suruh dia pulang jangan bairkan dia masuk, pembawa masalah saja. Ucap andrew ketus.


"Ini bukan salah hendra dia hanya membela sera, bagas saja yang keterlaluan tak tahan melihat sera bersama orang lain. Ucap nisa kesal mengingat kejadian menghebohkan tadi. Andrew perlahan memasuki kamar yang redup ini, gadis yang dicari nya tengah duduk seorang diri dengan keadaan melamun menatap jendela yang sedang di guyur hujan.


"Minum ini raaa, ucap andrew yang perlahan mendekati gadis yang sedang bersedih ini.


"Kenapa kamu disini? kamu dengar kejadian ku? ucap ku yang terkejut saat melihat andrew.


"Apa aku gak boleh dekat dengan mu lagi? kenapa kamu terus menjauhi ku? ucap andrew dengan wajah penasaran nya.


"Gak ada yang perlu kita bicarakan dreww, aku lelah, ucap ku mengalihkan pembicaraan yang tak akan pernah berjalan lancar ini.


"Kalau begitu berbaring lah, aku akan menemani mu hingga kamu tertidur. Ucap andrew menyelimuti ku.


"Pulang lah dreww, aku ingin sendiri. Ucap ku mengusir andrew dengan ketus.


"Kamu cuma ingin bersama putra? kenapa, kamu fikir aku gak bisa menyenangkan mu sama seperti yang putra lakukan. Guman andrew yang malah tersulut emosi.


"Kenapa kamu selalu menyalahkan orang lain, aku yang mengusir mu tapi kamu menyalahkan putra? tanya ku yang juga emosi.


"Kenapa kamu lebih banyak bersama putra dibanding aku? kamu sengaja membuat ku cemburu atau memang kamu mempunyai hubungan dengan putra? guman andrew yang menyudutkan ku.


"Kamu tahu betul perasaan ku raa tapi kamu gak pernah mempertimbangkan itu kan? sekarang kamu ingin pemain baru untuk kembali bermain? guman andrew dengan wajah datar nya.


"Aku muak dengan mu dreww, kalau kamu memang tidak menyukai ku karna keadaan ku sekarang ini silahkan pergi, tapi tolong jangan mempersulit aku dengan perasaan mu yang berubah-ubah itu.

__ADS_1


"Kita perjelas saja semua drew, aku memang menyukai mu, sangat-sangat menyukai mu, aku pernah sangat ingin menyentuh mu dan memiliki mu tapi itu sebelum kehamilan ku. Sekarang aku gak bisa merasakan apa-pun lagi, aku sendiri tak bisa tidur dengan tenang. Jadi, tolong lah drew pilih salah satu teman atau musuh. Ucap ku dengan serius karna tak tahan melihat sikap andrew yang terus saja menguji kesabaran ku.


"Kalau begitu kembali lah pada ku raaa, aku sangat merindukan hari dimana kita menghabiskan waktu bersama, ucap andrew dengan wajah manja nya.


"Kamu hanya butuh seseorang yang perduli pada mu kan? aku rasa kamu hanya kesepian bukan merindukan ku. Ucap ku berusaha melepaskan pelukan andrew.


"Tolong jangan membuat beban baru untuk ku, ucap ku mendorong andrew menjauh.


"Aku yakin ini cukup untuk membuktikan perasaan ku pada mu, guman andrew yang meraih kembali tubuh ku. Pria ini mencengkram erat tubuh ku dengan lengan kirinya sedangkan lengan kanan nya meraba wajah ku dengan lembut, hembusan nafas panas nya sangat terasa di wajah ku.


"Aku sangat merindukan mu seraa, ucap pelan andrew sambil menyesap bibir ranum ku dengan lembut, andrew mulai membawa ku dalam permainan lidah yang membuat ku hampir kehilangan kesadaran karna kenikmatan ini. Tanpa ku sadari aku juga ikut bermain dengan mengalung kan lengan ku pada leher andrew. Kami berdua berulang kali menyesap bibir masing-masing dengan penuh hasrat.


"Tutup mata mu raa, ucap andrew membelai ku dengan pelan namun tak juga mau melepaskan bibir ku begitu saja. Tangan nya begitu dingin namun aku begitu menginginkan nya tetap memeluk ku, debaran jantung kami berdua begitu tak beraturan. Sentuhan yang gak seharusnya ku dapatkan sekarang membuat ku ketagihan dan terus menginginkan nya.


"Aku ingin memiliki mu raaa, kecup pelan andrew perlahan melepaskan bibir ku sembari tetap memeluk ku dengan hangat. Aku tak kuasa menahan hasrat untuk tetap bisa bersama nya malam ini, perasaan ku begitu terbawa dan hampir melupakan kehadiran putra dirumah ini. Pria lain yang tengah berjuang membantu ku. Mata berbinar andrew terus membayangi ku dan ku habiskan malam ini menyesali semua perbuatan ku yang telah menghancurkan segala angan ku.


"Kalian berdua tidur diluar? tanya ku saat melihat putra dan andrew terbaring di sofa keesokan harinya.


"Kamu duduk saja ra biar aku yang menyiapkan sarapan, ucap putra yang bergegas mengambil alih pekerjaan dapur ku. Mata nya yang sayu membuat ku iba melihat pria ini begitu mengkhawatirkan aku.


"Aku yakin kamu merencana kan sesuatu kan? tanya nisa yang menghadang langkah ku menuju kamar.


"Aku akan menggugurkan kandungan ini, ucap ku dengan lusuh.


"Raa kamu harus pikir kan baik-baik, aku gak perduli bayi itu hidup atau mati tapi nyawa mu lebih penting. Ucap nisa dengan mata berkaca-kaca.


"Tapi aku sudah menyusahkan banyak orang saa, terlebih lagi putra dia terlalu banyak mengorbankan diri nya untuk ku. Ucap ku sambil melirik putra yang masih nampak menyibukan diri di dapur.


"Itu pilihan putra raa, biarkan dia memilih gak ada rugi nya untuk mu mencoba sesuatu hubungan yang baru kan, tanya nisa.


"Aku malah menghancurkan masa depan nya kalau aku terus bersama nya. Ucap ku tak mau mengalah.


"Mana surat dari rumah sakit itu biar aku membaca nya, ucap nisa kembali marah kepada ku.

__ADS_1


"Untuk apa kamu akan membocorkan isi nya kepada yang lain? ini urusan ku dengan putra tolong saa, ucap ku.


"Biarkan aku memilih sendiri jalan ku, bukan hanya putra aku akan melepaskan andrew juga. Ucap ku dengan tegas.


"Gue gak setuju sama jalan pikiran loe, sadar raa dia hidup dalam tubuh loe, ucap nisa sambil membujuk ku.


"Kamu gak lihat gimana bagas memperlakukan ku? mata nya merendahkan ku sa, aku gak bisa hidup dengan kebencian itu. Ucap ku yang sudah tak tahan lagi memikirkan perlakuan bagas.


"Kalian bisa bilang gitu karna kalian gak merasakan, gue gak tahan melihat andrew juga memandang rendah gue walau dia gak ngomong secara langsung. Ucap ku sambil terduduk lesu.


"Orang tua bagas gak akan melepaskan ku begitu saja kalau mereka tau aku hamil. Ucap ku dengan perasaan takut.


"Perduli apa tentang bagas, kalau mereka berani menyentuh mu kita akan membuat perhitungan yang sama kejam nya. Ucap nisa dengan nada yang begitu sinis.


"Kita masih sesuai rencana kan? kita akan urus segala sesuatu nya. Kamu gak perlu mengambil keputasan mendadak seperti ini. Ucap nisa yang terus saja membujuk ku.


Aku menjadi beban bagi semua orang, mereka berbaik hati memikirkan segala sesuatu yang aku butuhkan. Tak satu pun dari vina maupun nisa yang menghakimi kesalahan fatal ku ini, mereka terus saja mendorong ku untuk tetap sadar walau keadaan semakin sulit bagi ku. Sampai saat ini mereka lah salah satu kekuatan ku untuk tidak menyerah walau aku sudah tak kuat lagi. Kandungan ini tak lama lagi akan telihat semakin membesar dan aku tak akan lagi bisa menyembunyikan selama nya dari bagas.


"Bagas gimana kalo kita liburan bareng? ucap helena membujuk bagas yang tengah bersantai diruang tengah


"Kamu bisa pergi tanpa aku kan, aku gak terlalu suka pergi keluar. Ucap bagas yang tak terlalu menghiraukan helena.


"Tapi aku mau nya kita menghabiskan waktu bersama sebelum kita mempunyai anak. Ucap helena menaruh kepala nya pada pundak bagas.


"Jangan pernah bahas ini lagi, aku gak suka dengan semua omong kosong mu itu. Guman bagas yang tak lagi dalam suasana hati yang baik setelah mendengar setiap ucapan helena yang membuat nya teringat kembali oleh ku.


"Dan jangan sampai sera tahu tentang kejadian ini, aku pastikan tak akan memberi mu maaf kalau sampai sera terluka karna masalah ini, ucap bagas yang masih saja memikirkan ku walau terdapat kebencian di setiap ucapan nya.


"Kamu gak bisa terus menghindar gas, bisa saja aku hamil setelah kejadian itu. Guman helena yang masih nampak bergelayut pada bagas. Gadis ini mengeluarkan semua usaha untuk tetap mendapatkan bagas untuk di miliki seutuhnya.


"Belum tentu kita melakukan nya malam itu, jangan berharap yang bukan bukan. Ucap bagas dengan nada yang cukup tegas.


"Jangan bilang kamu lupa bagaimana penuh nafsu nya kamu mencium ku malam itu dan kita berakhir pada ranjang yang sama. Ucap helena yang semakin membuat bagas terlihat marah.

__ADS_1


Happy reading kakak, maaf baru muncul karna author terhalang suatu kondisi. Tetap bersama author yaa kaaa 💐


__ADS_2