
Hai readers๐๏ธ... Maaf ya kalau karya author masih acak-acakan๐คญ. ini karya author yang pertama๐.. author masih belajar nulis jangan di bully ya kasih masukan aja oke๐ Fighting๐ช
๐๐๐ Happy Reading ๐๐๐
"Emm.. Pak bisa kah anda melepaskan pelukan nya? saya sesak" ucap karina
"A.. a.aah i.. iya maaf saya reflek karna tadi kamu mau jatuh" gagap kevin, tapi tangan kevin masih setia melingkar di pinggang karina.
"Iya terima kasih sudah menolong saya" sopan karina.
"Iya sama sama" balas kevin tanpa melepas kan tangan nya
"Bisa di lepas pak?" ucap karina
"A.. i.. iya saya lupa" ucap kevin yang akhirnya melepas tangan nya
'dasar mesum!!! mencari kesempatan dalam kesempitan.. memang nya teletubis apa main peluk peluk segala?'gerutu batin karina.
'kenapa aku nyaman sekali memeluk nya?' batin kevin..
***
Ana melihat Aris keluar dari hotel. Ya.. Ana diam diam mengikuti Aris dengan bermodal kan GPS di mobil Aris. Ana terdiam memandangi mobil Aris yang perlahan menjauh, perlahan air mata Ana menetes karna dia merasa di bohongi oleh Aris.
"Kenapa kamu bohong mas?" isak Ana.
"Kenapa kamu ada di hotel? apa memang kamu punya wanita lain mas?" lanjut Ana.
*Flasback on
"Ana aku suka sama kamu, aku sudah lama memendam ini, aku tidak bisa menahan perasaan ini lebih lama lagi. Kamu mau kan menikah dengan ku?". ucap Aris dengan serius.
"Maaf bukan nya tidak menyukaimu, tapi kita belum lama kenal" tolak Ana halus.
"Tapi aku bersungguh sungguh cinta sama kamu, aku tau kalau kamu juga suka sama aku" jawab Aris
"Iya kamu benar memang aku juga suka sama kamu, tapi untuk menikah aku belum memikirkan nya" jawab Ana .
"Aku janji sama kamu kalau kamu mau menikah dengan ku, aku akan mencintai mu dan tidak akan menyakitimu" janji Aris.
Ana terlihat berfikir, *Ana t**idak mau sampai salah pilih.
"Beri aku waktu'' pungkas Ana.
"Memang apa yang membuat mu ragu dengan ku? pekerjaan ku?" tanya Aris .
"Bukan itu maksud ku, aku hanya tidak ingin salah pilih. Kita baru saja mengenal, tapi tiba tiba kamu mengajak ku untuk menikah" jawab Ana.
"Aku janji sama kamu bahwa kamu tidak akan menyesal menerima ku" tegas Aris.
Flasback of*
ANA POV
Kamu lupa dengan janji mu dulu mas, dulu kamu bilang akan mencintai ku dan tidak akan menyakiti ku, tapi sekarang kamu perlahan lahan menyakiti ku. Aku kecewa sama kamu mas, tapi siapa yang kamu temui di hotel itu? sampai sampai kamu berbohong kepada ku. Lebih baik aku pulang dulu, bahkan aku tidak sadar hari sudah hampir siang karena aku sibuk memikirkan siapa yang kamu temui mas. Aku menyalakan mobil ku dan bergegas pulang, aku akan memikirkan cara lagi untuk mengetahui siapa yang di temui mas Aris di sana. Sampai rumah aku langsung menemui ibu ku, menanyakan keadaan nya.
"Ibu, bagaimana keadaan ibu?"tanya ku
"Ibu baik baik saja nak, kamu dari mana? tadi ibu memanggil mu tapi kamu tidak ada" tanya ibu ku.
"A..aku tadi habis belanja, iya belanja bu. Kebutuhan dapur sudah mulai habis" tutur ku
' maaf bu aku berbohong lagi' sesal ku
"Kenapa ibu tadi mencari ku? apa ibu butuh sesuatu?" ucap ku mengalihkan.
"Tidak nak, ibu hanya khawatir saja tadi ibu mencari mu tapi tidak ada" jawab ibu.
"Ibu aku tinggal memasak dulu ya sebentar lagi mungkin Mas Aris dan Karina akan pulang" pungkas ku.
"Perlu ibu bantu?" tanya ibu.
"Tidak usah, ibu di sini saja" ucap ku.
Aku mulai memasak untuk suami dan anak ku. Sambil memikirkan kejadian tadi.
ANA POV END
***
Di tempat lain sedang terjadi kegiatan yang sangat menguras tenaga dua insan lawan jenis. Bunyi decitan dan ******* memenuhi ruanhan tersebut, Ya!! dia adalah Sarah yang tak lain adalah kekasih Aris. Karena memang seperti itulah Sarah. Dia punya suami tapi suami nya sedang sakit, bukan nya merawat suami nya malah dia mencari pekerjaan yang tidak berakhlak. Dia rela menjadi seorang pelac*r demi memenuhi kebutuhan nya sendiri, bahkan dia tidak mau membiayai pengobatan suami nya. Dan untuk Aris dia tidak tau kelakuan Sarah jika mereka tidak bersama, karena yang Aris tau Sarah akan selalu ada untuk nya di saat dia membutuh kan Sarah.
"Kamu memang yang terbaik, Kamu selalu membuat ku puas" ujar laki laki itu.
"Sesuai dengan apa yang Om mau, Om juga hebat selalu bisa membuat ku melayang" ucap wanita itu yang tak lain adalah Sarah.
"Apa kamu mau jadi simpanan ku?" tawar laki laki itu.
Sarah terlihat berfikir, dia harus memikirkan nya matang matang karena dia tidak mau rugi.
SARAH POV
__ADS_1
'Jadi simpanan nya? otomatis aku hanya melayani nya saja. Terus bagaimana dengan pelanggan ku yang lain? tapi tawaran ini juga menggiurkan, dengan begitu aku tidak usah capek capek melayani banyak laki laki. Lumayan juga laki laki ini, meskipun tua tapi dia kaya. Tapi bagaimana kalau Mas Aris menghubungi ku? apa yang akan aku katakan? karena dia adalah target ku' baatin ku.
"Kamu tenang saja tidak usah khawatir soal uang, apapun yang kamu mau akan aku berikan. Aku tau kamu pasti memikirkan pelanggan pelanggan mu, kamu tidak usah khawatir meskipun kamu jadi simpanan ku aku tidak melarangmu berhubungan dengan pelanggan mu yang terpenting saat aku butuh kamu harus ada" ucap Om itu. Nama nya Bagus dia seorang pengusaha di bidang tekstil.
'Jika begitu aku bisa untung banyak dong!! selain jadi simpanan nya aku juga bisa melayani pelanggan pelanggan ku yang lain' batin ku girang.
"Baiklah kalau begitu saya setuju" ucap ku.
"Jawaban yang memuaskan. Bisa kita lanjutkan lagi?"tanya Om Bagus.
"Sesuai dengan apa yang Om mau" jawab ku sambil merangkak ke atas Om Bagus untuk menyelesai kan permainan yang tertunda.
SARAH POV END
***
Di kantor dua manusia masih terlihat fokus dengan pekerjaan masing masing. Karina masih fokus dengan komputer nya, dan Kevin dia juga fokus dengan komputer nya tapi yang di lihat bukan lah pekerjaan nya melainkan cctv di dalam ruangan nya. Dia fokus melihat Karina yang sedang bekerja bahkan dia memperbesar wajah Karina.
KEVIN POV
Astaga!!! apa aku sudah gila? bukan nya fokus dengan pekerjaan ku malah aku melihat cctv ruangan ini. Bahkan aku memfokus kan bagian wajah nya, ku perbesar pula astaga!!! tapi kenapa saat melihat nya jantung ku berdebar debar? perasaan aku tidak punya riwayat penyakit jantung? sepulang nanti aku akan mampir ke rumah sakit untuk memeriksakan jantung ku kenapa jantung ku berdebar debar saat berdekatan dengan Karina. Semoga saja bukan penyakit yang mematikan, Yah semoga saja karena aku belum siap meninggalkan orang tua ku. Meski pun kadang menyebalkan tapi aku menyayangi mereka. Aku melihat jam dinding sudah hampir jam pulang kantor.
"Apa kamu belum selesai? sudah waktu nya pulang" tanya ku
"Sebentar pak sedikit lagi" jawab nya
"Lanjut kan saja besok kamu karyawan baru tidak mungkin kamu lembur, pulang lah ini sudah jam pulang kantor" ucap ku.
"Iya pak" jawab nya.
Dia terlihat memberes kan meja nya bersiap siap untuk pulang, aku melihat nya tanpa berkedip entah kenapa semua gerakan nya di mata ku terlihat begitu anggun. Aku langsung menggeleng geleng kan kepala ku, astaga!! ternyata bukan hanya jantung ku saja yang bermasalah tapi mata ku juga. Dia selesai memberes kan meja nya perlahsn menghampiri meja ku.
"Pak saya permisi pulang, Selamat sore" ucap nya sopan sanbil tersenyum
"I.. iya" jawab ku gugup.
astaga!!! kenapa dengan diriku? dia hanya itu tersenyum kecil tapi kenapa perut ku seperti di gelitik. Baiklah aku akan memeriksakan seluruh tubuh ku nanti. Sangat aneh sekali. Aku menyelesaikan pekerjaan ku dengan cepat. Setelah selesai aku bergegas berangkat ke rumah sakit untuk memeriksakan diriku, kebetulan aku punya teman dokter aku akan meminta tolong untuk memeriksa keadaan ku. Sesampai nya di rumah sakit aku menghubungi teman ku bertanya apa dia sibuk atau tidak.
"Bro apa kau sibuk? aku sedang di rumah sakit tempat mu bekerja" tanya ku pada nya.
"Tidak terlalu sibuk, sebentar aku akan memeriksa satu pasien ku setelah itu aku akan menemui mu. Kau dimana?" tanya seseorang di seberang.
"Aku di lobi rumah sakit" jawab ku.
"Baiklah tunggu sebentar" jawab nya.
Aku menunggu teman ku tiba tiba pikiran ku tertuju pada Karina.
"Kenapa kau menarik narik rambut mu? apa kau tidak tau semua orang melihat mu? ucap orang itu.
Aku mendongak ke atas melihat siapa yang berbicara, ternyata orang yang aku tunggu sudah datang. Yah.. dia Leo Prasetya, teman ku yang menjadi dokter di rumah sakit ini.
"Akhirnya kau datang juga, ayo sekarang periksa lah aku" ucap ku sambil mendorong Leo ke ruangan nya.
"Iya tapi jangan mendorong ku seperti ini, memang kau pikir aku ini gerobak bakso! kenap kau jadi tidak sabaran begini?" ucap Leo.
Sesampai nya di ruangan Leo aku kangsung berbaring di brankar.
"Ayo cepat periksa lah aku" tegas ku.
"Astaga!!! apa nya yang mau aku periksa? sedang kan kau tidak mengatakan keluhan mu" kesal Leo.
"Aku merasa seluruh tubuh sku sedang sakit" jawab ku.
"Bagian mana saja yang kau rasa sakit?"tanya Leo.
"Jantung, Mata, Otak dan kulit ku" jawab ku.
"Kenapa dengan jantung mu?" tanya Leo.
"Jantung ku sering berdebar debar sangat kencang" ucap ku.
"Astaga! apa kau punya riwayat penyakit jantung?" tanya Leo khawatir.
"Tidak" jawab ku.
"Lalu kenapa dengan Mata mu?" tanya Leo.
"Mata ku seperti nya bermasalah, karena semua yang ku lihat menjadi indah semua" jawab ku.
"Apa maksud mu?" bingung Leo.
"Begini aku kan punya sekretaris baru, semua yang dia gerak kan sangat indah di matau ku" jawab ku.
"Lalu Otak mu?" tanya Leo.
"Mungkin salah satu saraf nya ada yang terputus, karena aku terus saja memikir kan dia" jawab ku
"Lalu kulit mu?" tanya Leo.
"Di saat jantung, mata dan otak ku bermasalah di saat itu lah kulit ku jadi merinding, apa penyakit ku mematikan? aku mohon tolong sembuh kan aku. Aku masih belum menikah belum membahagia kan orang tua ku" melas ku.
__ADS_1
"Astaga!! kenapa sekarang kau menjadi bod*h" jawab Leo kesal.
"Kenapa kau mengataiku bod*h? aku menyuruh mu memeriksa ku bukan mengatai ku bod*h" kesal ku.
"Apa nya yang mau di periksa? Kau itu tidak sakit, sekretaris mu laki laki atau perempuan?" tanya Leo.
"Tentu saja perempuan" jawab ku masih kesal, kenapa dia jadi menanyakan jenis kelam*n sekretaris ku.
"Kau berdebar jika berdekatan dengan nya" tanya Leo.
"Iya" jawab ku.
"Mata mu tidak pernah bosan melihat nya?" tanya Leo.
"Iya" jawab ku.
"Otak mu selalu memikirkan nya?" tanya Leo.
"Iya!! kenapa kau bertanya terus? ayo sekarang periksa aku" kesal ku.
"Meskipun aku memeriksa mu berkali kali aku tidak akan menemukan penyakit nya" jawab Leo.
"Apa penyakit ku sangat parah sampai kau tidak bisa mendeteksi nya?" tanya ku khawatir.
"Iya hanya dia yang mampu menyebukan nya" jawab Leo dengan senyum geli.
"Dia siapa?" tanya ku bingung.
"Tentu saja dia yang selalu kau pikirkan" jawab Leo.
"Aku serius!" kesal ku. Kenapa Leo jadi bercanda? apa dia tidak tau kalau aku takut sekali dengan penyakit ku ini.
"Aku juga serius, dan kau tidak sedang sakit parah" jawab Leo.
"Sungguh?" tanya ku.
"Iya" jawb Leo.
"Lalu aku sakit apa?" tanya ku penasaran.
"Kau sedang jatuh cinta bukan sakit parah" jawab Leo.
"Jatuh cinta? Ha... ha... ha... yang benar saja?" tanya ku sambil tertawa.
"Iya" jawab Leo.
"Bagaimana bisa kau mengatakan kalau aku sedang jatuh cinta" tanya ku.
"Karena itu yang aku rasakan saat bertemu dengan istri ku dulu" jawab Leo.
"Benar kah?" tanya ku.
"Yup" jwab Leo.
'astaga!! benar kah aku jatuh cinta dengan Karina? sungguh di luar dugaan' batin ku.
"Apa kau madih tidak percaya?" tanya Leo.
"Entah lah aku pusing" pungkas ku.
"Jangan terlalu di pikirkan, jalani saja seperti biasa" ucap Leo.
"Hmm" gumam ku.
"Aku akan pulang dulu, terima kasih konsultasi nya" lanjut ku.
"Oke, jangan lupa bayar kau selalu minta gratisan" ucap Leo.
"Tidak mau, itulah guna nya teman" kekeh ku.
"Aisshh... dasar" ucap Leo.
Aku menuju rumah sambil memikirkan kata kata Leo. Benar kah aku jatuh cinta kepada Karina? sungguh hal yang tidak pernah ku duga.
KEVIN POV END
***
Karina sudah sampai di rumah, tapi dia tidak melihat ibu nya. Kemana ibu nya? apakah di kamar nenek?.
"Bu!! aku pulang" teriak Karina.
"Bu!!! Ibu.. ibu dimana? Nenek Karina pulang" teriak Karina.
Karina mencari cari di kamar nenek di semua ruangan tapi tidak menemukan mereka berdua. Tiba tiba ada yang mengetuk pintu nya, Karina bergegas membuka pintu dan ternyata....
tbc,..
Hai gengs maaf ya Author lama tidak up, jangan marah ya ๐๐
Jangan lupa like vote dan dukungan nya ya๐๐๐
__ADS_1