Strong Women

Strong Women
Part 108


__ADS_3

Bagas menatap andrew yang berlalu pergi tanpa mengucapkan kata sedikit pun pada dirinya. Padahal pria ini bisa saja mengumpat dirinya yang telah menyakiti sera, namun andrew nampak lebih tenang walau kondisi ini sangat menguntungkan baginya. Bagas terlalu sibuk memikirkan hal-hal yang tak masuk akal saat melihat andrew pergi meninggalkan gedung pertemuan ini, terlintas pada pikirannya andrew yang akan menyusul sera, mendekap gadisnya lagi sama seperti yang tadi ia lihat.


"Tolong jangan pengaruhi sera untuk membenci ku, guman bagas yang mengejar andrew kearah parkiran. Andrew menatap bagas yang dengan tiba-tiba berucap tanpa berpikir terlebih dahulu. Andrew menyenderkan tubuh pada mobilnya sambil mencoba mendengarkan ocehan bagas yang tak menentu arah tujuan nya. Andrew sadar saat ini bagas sedang kalut dan terdesak oleh keadaan sehingga tak berpikir panjang saat mengeluarkan kata-kata yang diucapkan.


Bagas berulang kali mengulang kata-kata atas hak nya atas kepemilikan sera. Pria ini menjadi egois dan terus menusuk andrew dengan berbagai kata-kata tajam yang selama ini ia simpan saat melihat andrew mendekati sang kekasih. Bagas merasa segala upaya yang ia lakukan ialah demi kebaikan sera, ia tak merasa kesalahan nya saat ini bisa dengan mudah menghancurkan hubungan dengan sera begitu saja karna semua yang telah mereka lalui bersama. Bagas berkali-kali memamerkan jalinan hubungan nya dengan sera yang akan baik-baik saja hanya demi membuat andrew menyerah untuk mendekati sera.


"Kalo kamu sangat yakin seharusnya perkataan mu sekarang ini kamu simpan untuk sera bukan kamu buang percuma untuk ku. Guman andrew sambil membuka dasi yang masih melingkar dilehernya.


"Aku tidak perlu mendapat restumu untuk mendekati sera. Selama gadis itu menerima keberadaan ku kamu lah orang yang harus lebih waspada. Ucap andrew berlalu meninggalkan bagas yang masih berdiri sambil terlihat kesal menatap kepergian dirinya.


Sera sedang duduk sendirian disebuah kamar yang gelap. Gadis ini tentu saja sedang berlinang air mata meratapi keadaan yang terjadi. Bayangan tentang bagas terus bermunculan di benaknya, bagaimana awal mereka bertemu, menghabiskan waktu bersama sera sangat tersiksa mengingat semua itu. Ponsel yang tak kunjung berhenti berdering menampung puluhan telpon hingga pesan yang bagas kirim membuat sera semakin tidak bisa mengendalikan perasaan nya sendiri. Suara tangisan terdengar hingga keluar membuat semua orang yang berada diluar sangat sedih.


"Aku rasa kita memang berbeda gas, guman sera sambil mematikan ponsel miliknya yang terus saja berdering.


Vina hanya bisa membiarkan sera memiliki waktu untuk sendiri. Mereka semua terduduk diruang tamu sambil menyesali keadaan yang ada. Roy dan momo masih menyembunyikan perihal keadaan keluarga sera untuk menjaga perasaan gadis ini sementara. Vina yang masih bisa menahan emosi tak bisa membendung tangisan nisa yang masih terdengar diruangan ini.


"Hujan dreww? ucap vina yang membuka pintu apartemen saat tahu andrew lah yang datang. Andrew yang menatap seluruh isi ruangan ia sangat paham kesedihan yang mereka alami sekarang ini bentuk kepedulian mereka terhadap sera.


"Kalian makan lah dulu, aku akan berganti pakaian. Guman andrew sambil melirik kamar dimana sera berada.


"Sera belum ada makan dari siang dan ada luka ditelapak tangan nya yang masih terbuka. Guman vina kembali memikirkan sang sahabat yang sedang bergelut dengan kesakitannya. Vina yang menyalahkan roy karna tidak memberitahukan tentang bagas terus saja meronta-ronta kepada sang kakak menyalahkan keadaan ini. Roy hanya diam mendengarkan semua keluh kesah sang adik, ia hanya berharap bisa mengurangi sedikit kegelisahan sang adik. Nisa yang tak kalah gelisah juga menyalahkan momo dan roy yang berpura-pura dan menyembunyikan semua ini.


"Kalian tenang lah kalo sera dengar dia akan semakin frustasi. Ucap andrew yang baru saja keluar dari kamar. Roy berbincang sedikit dengan andrew tentang apa yang sudah ia lakukan untuk menolong sera, tak banyak merubah keadaan namun masih bisa menyelamatkan keadaan yang masih tersisa.


"Kalian istirahat lah biar aku yang menjaga sera malam ini, ucap andrew yang masih duduk sambil mendengarkan suara sera yang masih terdengar menangis.


"Dreww berhati-hati lah jangan membuat sera menjadi lebih binggung. Ucap roy yang merasa gelisah karna ia juga tahu andrew sangat menyukai sera hingga dapat berbuat apa-pun disaat seperti ini.

__ADS_1


"Aku paham roy, istirahat lah aku akan menunggu sedikit lebih lama lagi. Guman andrew sambil menepuk pundak sang sahabatnya itu. Roy membawa vina, nisa dan momo untuk beristirahat dikamar yang lain meninggalkan andrew yang masih duduk menghadap pintu kamar dimana sera berada.


"Seraa, ucap andrew saat masuk ke kamar. Sera hanya diam sambil menutup wajah nya dengan kedua tangan nya. Andrew duduk mendampingi sera yang hanya diam tak menghiraukan nya. Pria ini menatap sera dengan muka yang sembab, mata yang sudah membengkak karna tak henti nya menangis. Andrew memilih untuk tetap diam menunggu sera sendiri yang membuka suara.


"Kamu gak pulang dreww? guman sera sambil merebahkan kepalanya pada pundak andrew.


"Senyaman itu kah pundak ku raa? ucap andrew tersenyum melihat tingkah sera.


"Gak juga terkadang pundak ini juga membebani ku, guman sera sambil menarik nafas yang panjang. Andrew hanya tersenyum tipis menanggapi sera.


"Dreww kalo lahir dari keluarga kaya apa sebegitu penting nya? ucap sera sambil meremas baju yang ia kenakan sambil kembali teringat pada bagas.


"Raa gak semua harus diukur dengan materi kan itu cuma tergantung pada penilain masing-masing. Untuk ku sendiri selama orang itu bisa berguna untuk orang lain itu sama aja sebagai keuntungan tersendiri, guman andrew bersender pada kepala sera.


"Tapi kenapa meraka gak selalu berpikiran sama seperti mu, ucap sera yang sudah mulai terisak.


"Seharusnya kamu gak perlu ada disini dreww, ucap sera sambil terisak dalam pelukan andrew. Sera sadar keberadaan andrew semakin membuat hati nya goyah tak karuan, masih ada rasa sakit dari bagas tapi kehadiran andrew juga tak kalah membuat nya binggung. Perasaan aneh yang menyelimuti hatinya terus saja terbayang akan kedua pria ini, kedua pria yang sama-sama membuat nya merasakan kebahagian dan juga kegelisahan secara bersamaan.


"Aku akan pergi dinas selama satu hari dan akan membawa odi, jadi kamu punya waktu untuk istirahat. Guman andrew sambil menyelimuti sera. Gadis ini tampak tak begitu terfokus pada apa yang sedang mereka bicarakan, mata nya mulai menggelap debaran jantung nya pun mulai tak karuan, nafas nya mulai tak teratur dengan baik menyisakan suara serak yang samar-samar terdengar seperti orang sedang merintih kesakitan. Sera terjatuh disamping andrew yang hendak merubah posisi mereka duduk.


"Seraaaaa, raaa bangunn. Teriak andrew dengan keras hingga membuat roy berlari masuk. Andrew menguncang-guncang kan badan sera berusaha menyadarkan gadis yang terkulai lemas dengan darah segar kembali mengalir dari hidung nya.


"Ayoo dreww kita bawa aja, ucap roy yang berusaha menggendong sera. Namun sayang roy malah mendapat tatapan tajam dari andrew saat ingin menyentuh gadis itu.


"Biar aku yang bawa sera, siapkan saja mobil. Guman andrew yang nampak posesif saat roy ingin menggendong sera. Roy hanya tertawa sambil berjalan pergi meninggalkan andrew untuk menyiapkan mobil.


Roy terun kelantai dasar untuk mengambil mobil, langkahnya terhenti saat melihat bagas dengan beberapa pengawal yang mengeliling nya berdiri didepan pintu lift berhadapan dengan nya. Roy sangat ingin menghajar pria ini jika ia tidak sedang terburu-buru. Melihat muka bagas pun roy sangat muak hingga ingin muntah, roy melewati bagas dengan angkuh tanpa menenggur sedikit pun.

__ADS_1


"Bang, guman bagas memanggil roy yang nampak mengacuhkan nya. Roy menghentikan langkah nya dan meraup kemeja bagas hingga pria ini terdempet pada dinding, para pengawal yang akan memisahkan nya sengaja di paksa mundur oleh bagas, pria ini dengan besar hati akan menerima pukulan yang akan dilayangkan oleh roy sebagai bentuk penyesalannya tidak mendengarkan roy dengan sungguh-sungguh. Roy sudah menatap bagas dengan amarah yang menggebu.


"Untuk apa lagi kamu disini? ucap roy yang masih mencengkram bagas.


"Aku ingin bertemu sera, tolong sebentar saja. Ucap bagas dengan rasa bersalah.


"Nyali mu cukup besar sampai harus membawa pengawal, sudah akan memamerkan kekuasaan mu? ucap roy yang nampak tak senang.


"Hanya sebentar aku sangat ingin melihat sera. Ucap bagas memohon kepada roy yang masih nampak marah padanya.


"Kamu akan memakasa sera turun? karna itu kamu membawa orang-orang bodoh ini. Ucap roy yang melepaskan bagas dengan kasar. Bagas nampak mengelak tak setuju dengan pernyataan roy yang menyudutkan nya. Walaupun tidak semua salah, bagas memang dengan sengaja membawa pengawal untuk berjaga-jaga karna ia tak bisa memperkirakan apa yang akan terjadi pada saat-saat seperti ini. Bukan karna takut akan roy atau pun yang lain ia lebih tidak ingin diganggu oleh orang suruhan sang ibu.


"Tolong aku sangat menyesal semua terjadi seperti ini, aku akan melamar sera dengan pantas namun helena menjebak ku. Ucap bagas dengan wajah pucat karna tak tahu lagi bagaimana cara agar bisa menemui sera.


"Ibu mu sudah menghancurkan keluarga sera, kamu fikir sera akan diam saja. Ucap roy sambil membanting kunci mobil ditangan nya karna marah.


"Aku yang akan bertindak untuk hal satu itu, aku akan berusaha menebus semua kesalahan ku, tolong roy sebentar saja. Ucap bagas sambil menatap roy dengan penuh putus asa.


"Kaaa, ucap vina yang tak senang saat melihat roy bertengkar dengan bagas.


"Biarkan diaa kita harus segera pergi. Ucap vina menarik sang kakak tanpa memperdulikan bagas dengan luka dipipinya akibat dilempar oleh roy.


"Vin tolong sekali ini saja, ucap roy menarik lengan vina. Bagas dan vina sedikit beradu bicara memerdebatkan kesalahan bagas malam ini, roy yang juga tak tinggal diam ikut dan terus menerus menyalahkan bagas.


"Mana mobil nya? ucap andrew yang memanggil roy yang masih sibuk berdebat, sedangkan dirinya turun sambil menggendong sera yang tak sadarkan diri. Mata bagas teralih saat melihat wanita nya dalam dekapan pria lain terkulai lemah dengan bercak darah dibaju dan lengan nya. Bagas berlari kearah andrew untuk mengambil sera namun andrew tak membiarkan bagas untuk mengambil sera.


"Berikan sera padaku, ucap bagas tegas karna mendapat penolakan dari andrew yang tak mau menyerahkan sera. Andrew hanya menatap pria itu dengan angkuh. Andrew meninggalkan bagas dan berjalan cepat kearah mobil yang sudah disiapakan roy. Bagas tak tinggal diam dia berlari berusaha menyusul sera dengan kecemasan yang menghantuinya.

__ADS_1


#Hay kakak sudah lama nunggu yaa, jangan lupa vote dan like ya.


__ADS_2