Strong Women

Strong Women
Part 100


__ADS_3

Sera mengalungkan tangan nya di leher bagas. Gadis ini sedang mencumbu erat sang kekasih. Meluapkan kerinduan yang tak dapat ditahan lagi. Sera melumut bibir bagas dengan lembut, bagas yang tak mampu menahan pun kembali membalas setiap ciuaman yang diberikan sera. Tangan pria ini sudah memeluk erat pinggang ramping sera. Mereka berdua saling melumut bibir satu sama lain tanpa memerdulikan sekitarnya. Bagas yang memang sangat merindukan sera merasa senang dapat bersama sera dalam waktu-waktu yang sulit. Kedua anak manusia ini masih enggan melepaskan tautan bibir mereka.


"Buang ini semua, ucap andrew marah dan membanting buket bunga dan beberapa makanan yang sengaja ia bawa untuk sera. Pria ini merasa marah saat melihat sera bercumbu mesra dengan bagas dihadapan nya. Nisa sudah berusaha memperingatkan andrew agar tidak masuk lebih dahulu, namun andrew yang mendengarkan nisa dan melihat hal yang membuat nya kecewa. Roy nampak kebingungan saat melihat barang-barang tercecer didepan pintu masuk. Wajah andrew yang tadi nya ceria saat turun mobil kini sudah berubah menjadi amarah. Pria ini membuka dasi secara paksa sehingga sobek dan memukulkan tangan nya berkali-kali di dinding tanda amarah yang meluap.


Nisa dengan sigap memberi kode kepada roy agar membawa pergi andrew. Rupanya roy juga tak mau kalah dan pergi melihat kedalam kamar. Pria ini hanya tersenyum sinin saat melihat sera melambaikan tangan pada nya memberikan tanda agar dia pergi dari ruangan ini. Roy menjadi paham sera sengaja memperlihatkan ini semua di depan andrew, karna nampak jelas walau roy membuka pintu dengan pelan sera masih merespon dan melihatnya.


"Kamu seharusnya tahu drew ini semua bakal terjadi cepat atau lambat. Kau yang mengikutinya kan maka terima lah keadaan ini. Ucap roy membantu nisa membersihkan sisa-sisa kekacauan ini. Andrew nampak kesal dan berjalan pergi meninggalkan rumah sakit ini. Rasa nya sia-sia semua hal manis yang ia pikirkan tadi berubah menjadi hal pahit yang harus ia telan.


Sedangkan sera dan bagas sedang menikmati waktu kebersamaan mereka. Sera sadar baru saja dia melukai andrew sangat dalam. Dengan jelas sera tahu yang masuk ialah andrew namun ia malah mempererat pelukannya dan mencium bagas dengan ganas dan terlihat dipenuhi nafsu. Sera terpaksa mengambil langkah ini untuk membuat jarak yang nyata untuk dirinya dan andrew.


"Aku akan menemani mu sampai kamu sembuh raa, ucap bagas sambil mengecup kening gadis nya itu.


"Kerjaan mu gimana? ucap sera sambil memeluk lengan pria itu. Nisa yang melihat hanya tersenyum kecut menatap bagas.


"Gausah kamu pikirkan semua bisa aku atasi, ucap bagas dengan tenang bersadar pada pundak sera. Pundak yang selalu ia rindukan.


Bagas mematikan ponsel miliknya setelah memberi kabar pada asisten. Ia berjanji pada dirinya sendiri akan menebus waktu yang ia sia-sia kan selama ini. Ia tak ingin melewatkan waktu dimana sera sangat membutuhkan nya. Pria ini tak lupa melepas cincin yang tersemat pada jemarinya. Nisa yang tadinya akan bermalam untuk menjaga sera harus rela pulang karna mendapat pengusiran secara halus dari bagas yang ingin menjaga sera sendirian.


Setelah dua hari berlalu sera akhirnya dapat kembali pulang. Gadis ini langsung membuat janji dengan vina sesuai perjanjian kemarin malam yang mereka buat berdua. Bagas yang tetap setia mendampingi sera memberikan gadis ini perlakuan manis. Mereka banyak menghabiskan waktu berdua. Sera menyembunyikan ponsel miliknya yang rusak karna terbanting saat ia kemarin jatuh pingsan. Bagas yang tahu sera akan mengambil sebuah projek bersama vina hanya dapat memperbolehkan karna ia juga tahu itu projek yang menguntungkan untuk karier sera. Bahkan bagas yang akan mengantar sera untuk mengatur jadwal.

__ADS_1


Andrew yang tak kunjung menampakan dirinya sedang menyibukan dirinya dengan setumpuk pekerjaan yang tertinggal selama dirinya tersita bersama sera. Tak bertanya apakah sera sudah membaik atau tidak. Pria ini hanya diam tak terjamah seperti dulu. Roy juga tampak enggan menjelaskan situasi sera sekarang ia akan membiarkan sahabatnya itu yang menentukan jalannya sendiri.


Bagas merasa senang sera melibatkan dirinya pada pekerjaan nya kali ini. Pria ini sudah dua hari berturut-turut menemani sera di setiap pertemuan, ia dengan tenang duduk melihat sang kekasih sedang sibuk berdiskusi dengan beberapa perwakilan dari kantor termasuk momo. Sera memang mempunyai fashion pada bidang menajemen ia tampak santai dan juga serius. Bagas memang tak salah memilih gadis bukan hanya cantik, sera juga tergolong murid yang pandai. Gadis ini memang pemikat kaum adam.


"Langsung pulang? gak mau makan dulu sayang. Ucap bagas yang melihat sera nampak kelelahan.


"Aku terserah kamu aja sayang, ucap sera menggelayuti lengan kekar bagas.


"Jangan suka mancing sayang, ucap bagas mencubit pipi gadis cantik itu.


"Sakit tauu gas, kamu beneran gpp nih sudah berapa lama gak kerja? ucap sera sambil bergandengan tangan.


"Baiklah aku akan menampung mu seumur hidupmu sayang, ucap sera sambil tersenyum. Mereka berjalan kesebuah rumah makan sederhana tempat mereka berdua sering datang.


"Kapan mulai kerja? ucap bagas memastikan jadwal sera agar ia bisa menemani gadis ini.


"Belum tahu masih nunggu kabar dari hasil rapat momo lebih dulu. Ucap sera sambil makan.


"Jangan makan seperti itu kamu nampak jelek sayang, ucap bagas sambil membersihkan wajah sera yang terkena noda dari makanan. Mereka nampak serasi disetiap kegiatan yang sedang dilakukan. Waktu mungkin bisa menyembuhkan luka yang terlanjur ada pada sera. Gadis ini berusaha memberikan bagas kesempatan dan memberikan pada dirinya sendiri sebuah celah untuk lebih memperbaiki diri.

__ADS_1


Sudah hampir sepekan bagas menginap bersama sera. Vina dan nisa yang masih nampak marah, namun juga tak bisa berbuat lebih karna melihat sera begitu bahagia bersama bagas. Sera lebih banyak menghabiskan waktu bersama bagas dan sahabatnya. Meninggalkan odi pada pengasuhan sang nene yang memberikan ijin pada sera istirahat selama masa penyembuhan.


"Kita jadi liburan yaa, aku yang beli tiket. Guman bagas.


"Banyak uang bos, ucap vina sambil bermain game di kamar sera. Nisa sedang sibuk membaca novel kesukaan nya, ia hanya menyahut bila perlu.


"Gausah dipikir tapi jajan masing-masing ya. Ucap bagas sambil memeluk sera yang sedang menyiapkan cemilan untuk mereka.


Tring...tringg....


Suara ponsel bagas terus berbunyi sedari tadi.


"Gas ponsel mu tuh, ucap sera.


"Siapa yang menyalakan ponsel ku? ucap bagas kaget karna ponsel menyala karna seingatnya sengaja di matikan agar tidak ada yang mengganggu dia.


"Arghgg, seharusnya jangan dinyalakan ra. Ucap bagas bergegas kearah ponselnya berada. Ia membaca setiap pesan yang masuk di ponselnya. Sera hanya memperhatikan raut wajah bagas yang muram saat memegang ponselnya.


#Hayy kaa banyak yang pasti penasaran kenapa disetiap scen bagas sedikit doang. Ia sengaja author bikin singkat tapi jelas, karna walau pertemuan mereka singkat tapi mereka menjalani dengan sungguh-sungguh.

__ADS_1


Yukk jangan lupa vote dan like yaa 💚💚💚


__ADS_2