Strong Women

Strong Women
Part 71


__ADS_3

Ketiga dara ini merebahkan diri di kasur big size milik vina yang mampu menampung lima orang itu. Mereka sudah berganti baju kemudian beristirahat sejenak dari lelah pertandingan tadi. Sera nampak gelisah tak dapat di pungkiri bahwa ia juga sangat khawatir terhadap jordi. Gadis ini kembali duduk di sebuah kursi yang menghadap keluar. Kedua sahabatnya sadar sera lebih gelisah dari sebelum nya bolak-balik duduk kemudian merebahkan diri lagi.


"Gimana jadi gak kita liburan, ucap nisa mengalihkan perhatian sera.


"Aku oke aja selama bagas ikut, ucap sera yang masih termenung.


"Kita pilih destinasi aja dulu baru kasih kabar di momo, dia susah banget hari ini dihubungin. Ucap vina.


"Roy jadi ikut atau ini hanya kita-kita aja, ucap sera.


"Nanti gue tanya roy, kalo dia gak repot pasti dia ikut kita. Ucap vina tersenyum sumringah.


"Kalo kamu gelisah mending loe cari tahu kabar odi raa, sumpek gue ngeliat loe dari tadi bolak-balik. Ucap vina kesal.


"Ponsel gue kan rusak gimana mau cari kabar anak cantik, ucap sera sambil melemparkan sebuah bantal ke arah sahabatnya itu.


"Itu pang main hampas ponsel, rusak kaya gini pusing kan mba, ucap nisa sambil tertawa.


"Ayo nonton aja, ucap sera sambil berdiri mengambil sebuah boneka untuk dipeluk.


"Nonton di kamar roy aja yook, tv gue belum sembuh lagian kosong juga kamar nya. Ucap vina mengajak kedua sahabatnya untuk pindah ruangan.


"Nanti kalo roy pulang gimana? ucap sera sambil memasuki kamar roy.


"Gampang kalo kita ketiduran disini paling dia yang pindah ke kamar ku atau dia ikut tidur sini juga, hahah. Ucap vina sambil menyalakan tv kamar roy.


"Matikan lampunya biar tambah seru, ucap sera.


"Gue turun kebawah dulu ngambil cemilan. Ucap vina.


"Gue mau nya buah ya bii, sudah dikupas bersih yaa. Ucap sera sambil tertawa.

__ADS_1


Gadis ini duduk di sebuah sofa sambil memeluk boneka yang dia bawa dari kamar vina. Sedangkan nisa duduk dibawah tak jauh dari sera sambil merebahkan diri. Kedua gadis ini sudah saling berteriak karna film horor yang mereka tonton itu begitu menegangkan.


"Aaaaaaa, teriak sera dengan kencang karna terkejut dengan sosok hantu yang tiba-tiba muncul di film itu.


"Gila suara loe raa, bikin gue takut aja. Ucap nisa melempar bantal ke arah sera.


"Gue juga kaget kali, ucap sera tertawa sambil melemparkan kembali bantal itu.


Suara larian kecil sangat jelas terdengar menaikin tangga rumah ini.


Kleekk......


Suara pintu kamar dibukaa.....


"Wooiii... Kenapa kalian, ucap roy berlari dengan cepat karna mendengar suara teriakan dari arah kamar nya.


"Aaaaa....Ucap nisa berteriak terkejut karna roy masuk kedalam kamar dengan tergesa-gesa.


"Gue kaget kali, ucap nisa sambil tertawa karna malu. Sedangkan sera hanya tertawa kecil sambil meringkuk memeluk boneka.


Roy berjalan mendekati sera yang meringkuk di sofa kesukaan nya itu.


"Kemana aja kemarin ? ucap roy mencubit telinga gadis itu.


"Di kost aja, kenapa ? ucap sera sinis karna pandangan nya di halangi oleh roy yang berdiri di hadapannya.


"Minggir bah kaa, ucap sera sambil mendorong roy.


"Loe tahu gak gimana gelisah nya kita semua nungguin kabar loe. Ucap roy sambil duduk di samping sera. Gadis ini kembali menatap roy dengan tatapan bersalah.


"Maafkan aku cowok ganteng ku, ucap sera sambil mencubit tangan roy.

__ADS_1


"Lain kali jangan seperti itu raa, paham gue gak tahan liat andrew marah-marah mulu. Ucap roy sambil menirukan tingkah andrew yang membuat sera tertawa.


Klekkkk.....


Suara pintu kamar kembali dibuka, namun yang sekarang tanpa suara sosok itu masuk. Karna kamar ini dengan sengaja di matikan lampunya jadi sosok itu tak tampak terlalu jelas.


"Vin cepat duduk, loe udah ketinggalan banyak tau. Ucap nisa menyuruh sosok itu untuk duduk.


Klikkk.....


Suara lampu kamar dinyalakan..


Andrew sudah berdiri sambil membawa piring berisi buah ditangan nya. Pria ini datang bersama roy karna mendengar sera akan datang. Andrew dengan cepat membereskan urusan kantor dan pulang untuk membawa odi dan sang bibi bertemu dengan sera. Jordi di jadikan alasan agar sera tak mampu berkilah karna jordi adalah kelemahan sera.


Andrew menatap sera dengan penuh pengharapan bisa mendengar penjelasan dari sera. Namun gadis itu begitu sadar bahwa andrew berada di hadapan nya langsung memalingkan wajah menghindari tatapan pria itu. Sera berusaha untuk tidak bertatapan langsung dengan andrew karna dia takut akan meneteskan air mata. Gadis ini berusaha menutupi wajah nya dengan boneka yang di peluknya. Tangan nya sudah merangkul lengan roy agar pria itu tidak bisa beranjak dari duduknya dan meninggalakan nya. Roy dijadikan sebagai penghalang agar andrew tidak mendekati nya.


Andrew yang sadar akan tingkah laku sera yang berusaha menjauhi dirinya memilih untuk duduk sedikit lebih jauh agar sera lebih nyaman. Andrew sudah cukup bersyukur dapat melihat sera dengan keadaan baik sisa nya pria ini masih bisa menahannya untuk sementara waktu.


"Ganti aja naa filmnya horor banget gue gak bisa tidur nanti, ucap nisa yang masih ketakutan sambil menutupi wajahnya.


"Nanggung saa dikit lagi juga kelar, ucap vina yang merebahkan dirinya di pangkuan roy yang sedang asyik bermain game di tabletnya. Sedang kan sera sudah terlelap sambil memeluk boneka dengan posisi setengah duduk. Gadis ini terlihat sangat kelelahan dengan wajah sendu nya dia terlelap dengan manis. Jordi yang sudah ditidurkan bersama sang bibi di kamar sebelah pun sangat pulas karna sudah mendapat pelukan dari sera sebelum tidurnya.


Andrew mulai mendekati sera yang sedang tertidur. Pria ini mengusap rambut gadis ini dengan pelan agar tidak membangunkan sera. Roy dan yang lainnya berpura-pura tidak tahu dengan kelakuan andrew yang mulai mendekati sera.


"Jangan pergi sebentar saja, ucap sera menarik tangan andrew yang akan beranjak pergi dari sisinya.


"Kamu sudah bangun, ucap andrew.


"Sebentar saja diamlah, ucap sera yang masih menutupi wajah nya dengan boneka.


#Hayy kak jangan lupa vote dan like yaa biar author semangat.

__ADS_1


__ADS_2