Strong Women

Strong Women
Part 88


__ADS_3

Tubuh andrew tak bergerak sedikit pun saat sera mencium dirinya secara tiba-tiba. Pria ini tak mampu lagi berkata sepatah kata pun. Menikmati, tentu saja pria ini sangat menikmati sentuhan yang di mulai duluan oleh sera. Hasrat yang ia coba tahan sedari tadi saat melihat sera sangat cantik mengenakan gaun yang diberikan oleh hendra itu. Gadis ini malah memancing hasrat yang dipendam nya.


Andrew mulai tak tahan untuk membalas perbuatan nakal sera itu. Dipeluk nya tubih gadis cantik itu, pria ini mulai membuka mulutnya dan membalas setiap kecupan yang diberikan oleh sera. Gadis ini pun tak hanya tinggal diam, ia membalas dengan sedikit kasar setiap sentuhan yang dibuat oleh andrew. Seperti tak kehabisan nafas mereka melepas sejenak kemudian melanjutkan ciuman yang panas itu. Andrew melepas jaket yang ia kenakan untuk menutupi tubuh sera. Pelukan nya semakin erat, pria ini tidak ingin sera lepas dari eratan nya.


"Seandainya kita bertemu lebih dulu drew, ucap sera memberikan kecupan terakhir sebelum dirinya tak sadarkan diri dipelukan hangat andrew.


"Gadia bodoh, ucap andrew sambil mencium kening gadis yang membuat nya panas tersulut hasrat itu. Andrew membawa sera keluar dari club bersama roy yang melihat mereka sedikit kesulitan saat akan keluar dari kerumunan.


"Kalian duluan aja, gue bakal panggil yang lain. Guman roy sambil menyelimutin sera


"Gue duluan, sampaikan ke hendra nanti dia pasti mencari sera. Ucap andrew yang paham akan sikap hendra yang bisa berubah menjadi tak menentu menyangkut sera.


"Gue paham kali, ucap roy sambil tertawa. Roy dengan cepat masuk kembali kedalam club dan mencari sang adik untuk membawa nya pulang.


"Mana sera? ucap momo melihat roy memakai kan vina dan nisa jaket mereka.


"Sera tumbang baru aja dibawa pulang oleh andrew, bantu gue bawa mereka ke dalam mobil. Ucap roy sambil memikirkan cara membawa kedua gadis ini pulang.


"Bentar dulu gue belum pamit sama teman gue. Ucap momo sambil berlari ke meja mereka untuk mengambil kunci mobilnya.

__ADS_1


"Gue pulang duluan ya, teman gue sudah gak kuat. Ucap momo berpamitan kepada patner kerjanya itu.


"Siapa ? ucap pria berkumis tipis itu penasaran sambil mencoba melirik sekitarnya.


"Nanti gue bakal kabarin loe, ucap momo bergegas pergi membantu roy yang kebingungan.


Sepanjang perjalan pulang andrew terus saja menggenggam tangan sera. Pria ini sangat senang sera yang lebih dulu mencium nya. Dia sangat yakin sera juga memiliki perasaan untuk dirinya, walau mungkin tak sebesar perasaan gadis itu kepada bagas. Senyum manis pria yang terbiasa angkuh itu terus saja mengembang.


"Selamat tidur raaa, ucap andrew kepada sera yang sudah direbahkan nya dikamar odi. Sedangkan sang anak dia bawa ke kamar nya malam ini karna takut akan membangunkan sera. Pria ini mengecup kening sera sebagai lambang perasaan nya terhadap gadis itu.


"Selamat tinggal drew, ucap sera sambil meneteskan air mata saat andrew keluar dari kamar itu. Gadis ini ingin melepaskan perasaan nya terhadap andrew karna ia sadar itu salah. Ia telah memiliki bagas pria yang ia sangat cintai namun terkadang perasaan nya goyah saat bersama andrew.


***Keesokan paginya......


*Suara panggilan masuk dan beberapa pesan pada ponsel momo yang sedari tadi berbunyi. Namun pria ini tak merespon karna masih terlelap.


"Gue mau gadis semalam yang bakal jadi model kita, ucap pria berkumis tipis itu*.


"Gue gak salah baca nih, gimana bisa gue bilang ke sera. Ucap momo yang sangat yakin gadis yang dibicarakan oleh rekan nya itu adalah sera.

__ADS_1


"Sera gampang bisa di atur tapi kalo sampai bagas tau gue bisa kena masalah. Ucap momo yang berpikir panjang bagaimana caranya bisa mendapatkan ijin bagas untuk mengajak sera bekerja diperusahaan nya.


Pria ini bergegas bersiap-siap menuju kantor untuk melihat situasi yang sedang terjadi. Saat sampai dikantor situasi yang ditakut kan pun terjadi. Kabar tentang mendapatkan model yang selama ini mereka cari sudah tersebar hampir kesemua staf yang bekerja diperusahaan ini. Mereka sangat senang karna setidaknya beban yang berat akan berkurang sedikit, tekanan dari perusahaan itu sangat tinggi hanya karna model yang tak kunjung berhasil didapatkan oleh momo.


Dengan perasaan campur aduk momo terus saja memikirkan cara bagaimana bisa membatalkan keinginan rekan kerja nya itu atau mengambil resiko dengan menghadapi bagas. Kedua nya sangat beresiko, momo harus sangat berhati-hati sebelum mengambil keputusan. Pria ini sudah menanyakan beberapa hal kepada vina yang lebih tau situasi bagas dan sera. Namun pria ini masih ragu untuk mengambil keputusan.


"Bagaimana kamu sudah bisa mendapatkan nya? ucap pria berkumis tipis itu di sambungan telpon dengan momo.


"Kenapa tidak yang lain? aku ada pilihan lain kalo kamu mau, ucap momo sedikit berkilah.


"Tidak, aku mau gadis itu yang mengenakan rancangan terbaru, ucap pria itu dengan tegas.


"Jangan kamu pikir aku tertarik pada nya, aku hanya melihat potensi yang bisa dia kembang kan. Ucap pria berkumis tipis itu.


"Aku malah tidak berpikir seperti itu, ucap momo sedikit tertawa.


Bagas sudah berada diruangan kantor miliknya. Sebelum nanti sore akan bertemu sera, dia harus menyelesaikan segala pekerjaan kantor nya yang sudah tertunda karna ia gelisah beberapa hari lalu. Pria ini dengan semangat menyelesaikan tugas-tugas nya demi bisa menemui sera.


"Gue mau pulang cepat bang, ucap bagas kepada sang kakak yang tengah mengajak nya keluar nanti malam.

__ADS_1


"Mau ketemu pacar loe? ucap sang kakak melihat rona bahagia pada bagas.


"Tentu saja, aku sangat merindukan nya. Ucap bagas dengan bersemangat.


__ADS_2