
Andrew meraih tangan gadis cantik itu, wajah sudah tak lagi seramah tadi. Pria ini mulai menunjukan sikap posesif miliknya. Andrew menatap sera dengan penuh pengharapan, pria ini sangat ingin memeluk sera saat ini juga namun ia mengurungkan niat nya karna takut sera akan terkejut dan menjauh darinya.
"Untuk apa kamu cemburu dengan ku kaa, aku tidak cukup pantas bisa mendapatkan perhatian mu, sera meredam perasaan nya yang sudah mulai bergejolak saat mendengar perkataan andrew.
"Bukan kamu yang menentukan raa, tapi aku yang memilih. Andrew melonggarkan eratan tangannya.
"Kamu harus memilih yang terbaik kaa untuk odi, sera duduk kembali bersebelahan dengan andrew.
"Aku yang akan menentukan, kenapa sikap mu jadi begini raa. Ucap andrew dengan gusarnya.
"Aku ga merasa pantas mendapatkan perhatian mu kaa. Ucap sera sambil mengalihkan pandangannya.
"Apa karna aku seorang duda yang mempunyai anak, jadi kamu berpikir tidak akan dapat kebebasan. Tidak seperti bagas yang masih lajang.
"Kak jangan libat kan odi, kamu sendiri tau aku sangat sayang dengan odi. Sera meraih telapak tangan andrew kemudian menggenggam nya dengan erat. Mereka bergandengan tangan tanpa sepatah kata pun keluar dari mulut mereka masing-masing. Sera sangat takut perasaan menjadi tak menentu, dia sangat yakin mencintai bagas namun ada satu sisi yang tak bisa menolak kehadiran bocah kecil ini dan juga sang ayah.
"Aku boleh membawa odi pergi makan kaa, kamu bisa menikmati waktu mu kaa.
"Aku akan ikut bersama kalian. Andrew menarik sera.
"Kaa bisa kah lepaskan dulu aku ga mau bagas salah paham. Andrew melepaskan tangan sera dengan wajah yang murung. Mereka berjalan bersama menuju sebuah tempat makan. Gadis ini terus menatap andrew yang berada tempat di samping nya, dia mulai merasa takut akan dirinya sendiri.
Hujan deras turun dengan tiba-tiba diikuti suara gemuruh petir yang sangat kuat. Untuk pertama kali nya sera merasakan hujan saat ini sebagai perwakilan perasaan nya yang sedang gusar. Mereka duduk disebuah sofa dengan jendela besar menghadap lautan. Andrew memberikan selimut hangat untuk menutupi tubuh sera yang sedang memeluk sang anak. Andrew mulai meraih kembali tangan sera dia menggenggam tangan itu di balik selimut yang menutupi tubuh sera. Gadis ini tidak menolak dia hanya diam merasakan kehangatan dari tangan andrew. Jordi sudah tertidur pulas di pelukan sera, bocah ini nemeluk erat gadis yang dianggap sebagai ibunya itu. Andrew menatap sera dengan lekat dia sangat ingin merangkul sera, memeluk erat gadis cantik yang berada dihadapannya.
Sera tanpa aba-aba merebahkan badannya kearah andrew, kepala gadis ini sudah menyender di dada milik pria kekar ini. Gadis ini mulai merasakan sesak di dadanya ditambah sakit kepala yang ia rasakan sedari tadi. Andrew memusut pelan kepala gadis itu berusahan memberikan kenyamanan.
__ADS_1
"Kamu kenapa raa, andrew meraih wajah sera.
"Aku pusing kaa, biarkan aku sebentar saja dengan posisi ini ya kaa.
"Hmm,, nikmati selama yang kamu mau.
Bagas berlari mencari sera ke berbagai tempat namun belum juga menemukan wanitanya. Bagas langsung bangun saat tau hujan turun dengan lebat dia sangat tau sera sangat takut dengan petir yang di sertai hujan. Pertemuan pertama nya dengan sera juga di sertai hujan dan petir, bagas melihat sera sedang duduk disebuah halte dengan wajah ketakutan. Pria ini duduk disamping sera tanpa mengeluarkan kata, dia duduk sambil menatap sera yang hanya menunduk sambil merangkul tas sekolahnya dengan pakaian yang sudah basah. Bagas bukan untuk pertama kalinya melihat sera, namun bisa sedekat ini memang baru pertama kalinya. Sera sangat populer di sekolah gadis cantik ini menggemari olahraga volly, lapangan akan sangat ramai dipenuhi kaum adam saat club volly sedang latihan. Bagas yang juga ikut duduk melihat bersama para temannya.
Bagas terus mencari sera tanpa memperdulikan hujan yang turun dengan sangat deras. Pria ini terhenti saat melihat sera yang duduk dengan memeluk seorang anak kecil disebuah sofa. Bagas berjalan masuk dan menghampiri sera.
"Seraa. Ucap bagas dengan lantang nya. Gadis itu langsung menoleh kearah suara yang menyerukan namanya.
"Kamu kenapa? Bagas mendekati sera yang sedang duduk dengan satu tangan yang menopang wajahnya. Darah segar mengalir dari hidung wanita ini, karna itu dia mendongakan wajahnya untuk mengurangi darah yang keluar.
"Dia keluar terus gas, sakit sekali. Ucap sera yang merintih.
"Ga usah kamu disini aja aku takut. Ucap sera yang masih merintih kesakitan.
"Siapa anak ini raa, bagas mengambil bocah itu karna melihat sera sangat kesakitan.
"Odii, kenapa dia bisa ada disini raa. Ucap bagas dengan nada kesalnya.
"Aku tidak sengaja bertemu dengan nya gas dia sedang berlibur dengan ayahnya, jadi aku menemani odi sarapan. Kamu jangan marah ya gas aku beneran ga sengaja bertemu. Bagas berusaha menahan kecemburuan karna melihat sera yang sedang sakit sekarang ini.
"Iyaa aku ga akan marah, tampan sekali dia raa pantas kamu sangat sayang. Ucap bagas yang sedang menimang odi yang tertidur.
__ADS_1
"Raa ini handuk hangat nya, andrew menjulurkan sebuah handuk ditangannya. Pria ini sangat terkejut melihat bagas sudah duduk disebelah sera sambil menggendong putranya. Bagas dan andrew mulai saling menatap dengan tajam mereka seolah saling menyiratkan ketidak sukaan mereka satu sama lain. Andrew duduk bersebrangan dengan sera tanpa melontarkan sepatah kata pun terhadap bagas yang masih menatapnya.
"Terimakasih tuan andrew atas perhatian nya untuk kekasih saya. Bagas menunjukan kepemilikan nya akan sera. Andrew menatap bagas dengan penuh kekesalan. Sedangkan sera sedang sibuk membersihkan wajah dan baju yang terkena tetesan darah.
"Sepertinya ini karna aku membiarkan sera sedari tadi bermain dengan odi, jadi aku yang harus minta maaf. Ucap andrew merendah karna melihat sera merintih.
"Dia sangat menyukai anak mu, jadi sera pasti melakukan nya dengan suka rela. Ucap bagas dengan sinis. Bagas memperhatikan andrew yang sedari tadi terus menatap sera, dia sangat tidak suka ada pria lain yang dekat dengan sera. Bagas sangat sadar bahwa andrew mulai menaruh rasa terhadap sera dia tahu persis tatapan mata andrew itu sama seperti miliknya dulu saat mulai mendekati sera.
"Aku akan membawa sera untuk istirahat, bagas menyerahkan odi kepangkuan andrew.
"Tapi aku masih ingin bersama odi, ucap sera memelas kepada bagas.
"Nanti kamu bisa bersama nya lagi, lagian kita satu hotel kan sangat mudah untuk bertemu sayang. Ucap bagas sambil merangkul pundak sera. Andrew menatap tajam bagas yang merangkul sera tepat dihadapannya.
"Kaa aku naik duluan yaa, odi juga harus naik ka disini sangat dingin. Ucap sera sambil mengecup pipi odi.
"Istirahat lah kamu yang lebih memerlukannya. Ucap andrew.
"Nanti sore aku akan menunggu odi di taman kaa, jangan lupa untuk turun aku masih ingin bermain dengan odi. Ucap sera.
Bagas dan sera mulai berjalan meninggalkan andrew yang masih duduk di sofa itu. Bagas merangkul sera dengan erat.
"Sayang kamu ga marah kan, aku beneran ga sengaja bertemu dengan mereka. Ucap sera yang sadar akan tidak sukaan bagas saat melihat andrew.
"Iya aku tau, sudah gausah dibahas sekarang kita istirahat dulu. Ucap bagas mulai merebahkan sera dikasur setibanya sampai di kamar. Bagas menyelimuti sera yang sudah kedinginan sedari tadi. Pria ini duduk di sofa sambil membuka leptop miliknya dia mulai mencari informasi tentang andrew. Bagas mulai meresahkan kedekatan sera dengan andrew. Dia mulai mencari tahu latar belakang kehidupan andrew namun itu bukan hal gampang. Andrew sangat menutup dirinya dia sangat jarang tampil disebuah acara, dia hanya akan tampil apabila dirasa sangat menguntungkan. Hendra lah yang lebih sering tampil sebagai wajah perusahan mereka, sehingga informasi tentang andrew sangat sedikit hanya sebagian orang yang sudah bekerja sama yang dapat melihat andrew.
__ADS_1
Happy reading kakak, vote like yang banyak jangan lupa ya kak 💛💛