Strong Women

Strong Women
Part 102


__ADS_3

Sera tengah berada dalam acara peluncuran produk baru itu. Acara gabungan ini diikuti lebih dari selusin perusahaan yang akan meluncurkan produk baru. Lebih banyak investor yang akan berdatangan untuk menanam modal bagi perusahan yang berhasil menarik minat. Karna sera dan vina sebagai brand dari produk ini mereka akan melakukan perkenalan produk sebagai perwakilan perusahaan momo. Kedua gadis ini cukup pintar dalam mempresentasikan produk dengan tampilan yang sangat baik dan mudah dimengerti.


"Udah makan siang kan, berarti sebentar lagi kita bakal melihat perolehan point yang masuk ya? ucap vina sambil membaca jadwal acara.


"Bagas kenapa gak bisa dihubungin ya? ucap sera yang sedari tadi membuka tutup ponsel miliknya.


"Gausah dipikirin raa palingan juga lagi kerja kan, mending kita kesana lihat-lihat. Ucap vina mengajak sera berjalan-jalan dicelah-celah jam istirahat. Kedua gadis ini berkelili g melihat berbagai model barang luncuran terbaru yang akan menjadi saingan brand yang mereka wakili. Sedang kan nisa sedang menerima telfon dari orang tua, gadis ini sedang menjauh dari keramaian.


"Selesaikan disini aku akan pergi, guman andrew menyuruh para staf nya dengan sikap angkuh. Pria ini sedang bergandengan dengan seorang model cantik yang terus saja berada disisi nya. Andrew tak banyak bicara namun sikap nya pun tak tergolong ramah.


Sera menatap sosok andrew yang berada tepat dihadapan nya sekarang ini bersama seorang wanita yang sangat cantik. Bukan hanya terkejut tapi sera merasa takut akan tatapan yang diberikan andrew sekarang pada dirinya. Vina pun tak kalah terkejut bisa bertemu andrew di tempat seperti ini. Tak seperti biasa andrew tak akan muncul ke publik seperti ini. Sera menggenggam erat tangan vina, gemetar tentu saja vina rasakan dari tangan sera yang juga berubah menjadi dingin saat melihat andrew berdiri di depan nya.


"Kamu sangat renggang ya sehingga lupa tanggung jawab mu untuk mengasuh odi? ucap andrew ketus melihat sera dan vina berdisi dihadapan nya sekarang ini. Mereka berpapasan tepat di pintu keluar gedung ini. Sera tak dapat berkata apa-pun untuk menjawab setiap pertanyaan yang diberikan andrew.


"Kamu tau kan sera masih dalam masa pemulihan? kenapa kamu jadi angkuh seperti ini? ucap vina ketus menjawab andrew.


"Kalo memang sakit kenapa kalian harus ada disini dengan pakaian seperti itu? ucap andrew dengan sinis.


"Kalo kamu perlu pengasuh suruh aja pacar mu ini yang menjaga anak mu, ayo kita pergi ra. Ucap vina yang sangat marah karna melihat sikap andrew yang sangat tidak bersahabat. Setelah dua pekan berlalu andrew berubah menjadi pria yang menyebalkan. Setiap ucapan seperti racun yang siap untuk membakar tubuh sang mangsa. Sera hanya diam menatap andrew dengan mata sendu nya, gadis ini tak menjawab karna ia merasa setiap ucapan andrew adalah kebenaran. Selama ini memang sera hanya mencari-cari alasan untuk tak bertemu andrew, ia merasa takut akan bayangan andrew yang terus saja menghantuinya.


"Dia bertanggung jawab pada jordi, dia harus tau itu. Ucap andrew menghentikan arah jalan vina dan sera.


"Kenapa harus sera? kamu ayah nya kamu yang lebih bertanggung jawab. Ucap vina yang semakin marah melihat andrew.


"Sudah lah sayang kita bisa mencari pengasuh yang lain, kenapa harus ribut seperti ini. Ucap wanita yang berada disisi andrew itu.

__ADS_1


"Roy tau kamu bekerja disini? ucap andrew berusaha menakuti vina.


"Bukan urusan mu kita bisa menjaga diri sendiri ko, ucap vina.


"Lagian cewek ginian kamu jadi kan pengasuh, biar nanti aku yang akan mencarikan pengganti nya. Ucap wanita itu.


"Kamu bisa dengar kan pacar mu sudah sangat berbaik hati tuan, jadi itu bukan urusan kami lagi kan. Ucap vina membawa sera pergi.


"Seraa, apa kamu gak punya mulut untuk berbicara sendiri. Ucap andrew meraih tangan gadis ini.


"Aku tahu tugas ku dreww, aku akan datang secepatnya. Ucap sera melepaskan tangan andrew. Sera pergi tanpa berpaling melihat andrew yang berada di belakang nya. Gadis ini berusaha menahan tangisan nya.


"Sayang kita akan kemana setelah ini, ucap wanita itu menggelayuti lengan andrew.


"Kamu bisa pulang sendiri kan, aku rasa mulut mu itu cukup bagus untuk memanggil taxi. Ucap andrew ketus.


"Cuma karna gadis kampungan itu kamu memperlakukan ku seperti ini.


"Aku gak suka wanita yang terlalu ikut campur pada urusan ku. Wanita seperti mu hanya akan menyusahkan. Ucap andrew melempar sebuah cek pada wanita itu.


"Kamu juga cuma mainan ku, kenapa kamu harus bersikap seperti pasangan ku? kamu harus nya tahu cara kerja industri ini. Andrew mengeluarkan setiap perkataan kasar yang berada di pikiran nya saat ini. Pria ini pergi meninggalkan wanita berbaju sexy itu di pinggir jalan seorang diri. Andrew menyesali setiap perkataan kasar nya untuk sera.


"Sial, kenapa aku harus berkata kasar seperti tadi. Matanya sangat merah dia pasti akan menangis setelah ini. Ucap andrew kembali mengingat wajah sera. Saat akan keluar dari gedung ini andrew secara tidak sengaja melihat sera dan vina sedang berbincang dengan seorang produser yang ia kenal. Mata merah andrew tak berhenti menatap senyum manis sera yang ditebar nya di depan pria lain itu. Siapa yang tidak akan jatuh cinta melihat sera dengan senyuman manis nya itu, sikap yang ramah tentu saja semua berminat. Andrew lah yang harus menelan kepahitan, dia berulang kali mengutuk dirinya sendiri karna memperlakukan sera dengan kasar.


Sera harus terpaksa pulang diantar momo karna bagas terpaksa membatalkan janji menjemput karna terjerat urusan kantor. Sera hanya berharap bagas tidak akan kembali membohongi dirinya. Vina lebih dulu pergi meninggalkan sera yang harus menunggu momo terlebih dahalu. Gadis ini hanya duduk sambil bermain ponsel menatap foto jordi yang sangat lucu. Sera sangat merindukan bocah itu namun ia juga tak tahu harus seperti apa menghadapi andrew. Sera takut akan kembali jatuh kepada perasaan nya terhadap andrew.

__ADS_1


"Raa ayo kita pergi, ucap momo menegur sera yang tampak sedang melamun.


"Udah selesai? yang lain mana? ucap sera mencari sosok pria berkumis tipis itu.


"Dia bareng temannya kita mampir makan dulu ya raa, ucap momo menggandeng sahabatnya itu yang tampak lelah.


"Tempat putra aja yuu mo, gue malas kemana-mana. Guman sera dengan lirih karna lelah.


"Kenapa jadi senang kesana sih raa yang lain kan banyak yang lebih enak, ucap momo yang asal bicara.


"Gue nyaman disana lagian kan tempat kerja gue biarkan gue berkontribusi buat putra dong, haha. Ucap sera tertawa sambil merebahkan dirinya dikursi mobil. Momo membiarkan sera terlelap selama perjalan menuju caffe, gadis ini terlihat sangat lesu dari biasanya.


"Pilih tempat ya mo gue kebelakang dulu, ucap sera saat sampai di caffe. Sera tersenyum saat melihat putra sedang sibuk dimeja kantor nya, gadis ini hanya mengintip tanpa mengganggu putra yang terlihat sedang serius.


"Dari mana ko lama si raa, ucap momo yang sudah memesan makanan.


"Habis makan antar gue pulang ya, guman sera sambil mengunyah makanan nya.


#Situasi bagas.


"Bagas lebih cepat sedikit, nanti keluarga helena menunggu. Ucap sang mami yang menunggu bagas turun dari kamar.


"Kenapa harus tergesa-gesa sih mii, bagas masih cape baru pulang. Ucap bagas dengan lesu.


"Mereka calon mertua mu nak jangan mengecewakan mereka, paham kan kamu bagas. Ucap sang mami sambil mengecup kening putranya itu.

__ADS_1


"Mi bisa gak usah bahas ini, bagas kan sudah bilang berulang kali. Ucap bagas tegas.


"Gak bisa mami akan terus bahas ini. Suka gak suka kamu harus ikut kata mami. Ucap sang mami.


__ADS_2