Strong Women

Strong Women
Part 36


__ADS_3

Hawa panas menyelimuti hati andrew menahan sesuatu yang sangat menekan jantung nya membuat nafas memburu tak menentu. Pria ini membatalkan semua agenda kerja untuk pulang lebih awal dengan alasan ingin bertemu sang putra. Walau ini memang benar adanya tapi itu bukan alasan satu-satu nya untuk dengan mudah membatalkan jadwal kerja yang sudah di rencanakan jauh-jauh hari banyak yang harus dikorbankan untuk kepulangan nya hari ini. Saat memutuskan untuk pulang bukan cuma andrew yang akan merasakan kerugian dari banyak nya jadwal kerja yang harus di putus secara tiba-tiba.


Langkah kaki pria ini mulai menaiki anak tangga, jantung terus berdetak tak sesuai irama seharusnya. Dari langkah nya senyap-senyap nya didengar nya suara tawa yang sangat dirindukan nya. Wajah nya mulai menorehkan senyum tipis memperlihatkan jejeran gigi yang sangat rapih. Pria ini berusaha menahan gejolak yang ada di dadanya berusaha untuk menampilkan sisi dingin nya agar tidak terlalu mencolok dihadapan gadis yang dirindukan nya.


Krekkk.....


Didorong pelan pintu kamar putranya sambil terus berusaha menahan senyuman diwajah nya. Sesosok wanita yang dirindukan mulai terlihat sedang duduk bersila dilantai sambil mengupas buah menggunakan kedua tangan nya yang mungil itu. Andrew masih memandangi sera dari balik pintu sedikit melepaskan kerinduan yang ditahan nya. Pandangan nya juga tak lepas dari sang kakak yang duduk berdempetan dengan gadis itu, lama tak berjumpa dengan sang kakak tak membuat andrew lupa akan sikap flamboyan yang di miliki kakaknya. Hendra begitu terlihat akrab dengan sera dari caranya memandang dan gestur tubuh hendra sudah dapat dibaca dia sangat nyaman bersama dengan sera.


Andrew membuka pintu kamar perlahan.


"Kaa sudah pulang, ucap sera dengan spontan langsung berdiri saat melihat andrew berada di depan pintu kamar.


"Aw... aw....Sera kembali merintih menahan rasa sakit di telapak kaki nya, gadis ini langsung saja berdiri tanpa memikirkan dirinya yang sedang terluka.


"Pelan-pelan bodoh kamu ga liat meja segede ini, ucap hendra sambil menarik sera duduk ke sofa.


"Aku lupa sama ini, gadis ini dengan polosnya menunjuk lukanya sambil memasang wajah memelas. Andrew berusahan meredam pikiran yang kalut saat melihat hendra meraih tangan sera tepat dihadapan nya.


"Sudahlah kamu duduk aja aku kesini hanya ingin melihat jordi, ucap andrew dengan wajah datar nya berjalan ke arah kasur untuk mencium sang buah hati kemudian berjalan keluar kamar.


"Adik macam apa yang tidak menegur kakak nya. Hendra melengos melihat sikap andrew yang mengacuhkan nya.


"Kakak macam apa yang lebih nakal ketimbang adiknya, ucap sera sambil tertawa kecil.


"Jangan bangun kan serigala tidur sera atau dia akan menerkam mu sekarang juga.


"Kalo dia menggigit ku maka akan aku balas dengan seribu gigitan yang mematikan, ucap sera sambil membuat lelucon dengan menjulurkan lidahnya.


"Mau kemana kamu, tugas mu belum selesai.


"Sebentar dong sayang aku mau ke dapur dulu. Sera berjalan meninggalkan kamar, pikiran tak bisa tenang saat melihat andrew dengan sekujur tubuh yang basah. Gadis ini berjalan menuju ruang kerja andrew dia sangat yakin andrew akan berada disana ruangan itu juga langsung terhubung dengan kamar pria itu.


Tokk... tokk..


Sera berusaha memberikan signal ke andrew bahwa dia ada dibalik pintu itu sangat ingin melihat wajah pria yang sudah lebih dari seminggu tidak bertemu dan tanpa kabar sedikit pun.


"Kaa..Sera masuk ya. Tidak ada sautan dari pria itu ataupun suara yang menandakan ada nya kesibukan diruangan itu. Sera memberanikan diri untuk masuk kedalam, ruangan dengan cahaya yang redup ini sangat luas dan tersusun rapi. Sera melihat sekeliling berusaha mencari sosok yang ingin dilihat nya. Di dapatnya sosok itu tengah tertidur disebuah sofa panjang dekat jendela yang sedang terbuka. Sera berusahan berjalan dengan pelan agar tidak membangunkan andrew yang terlelap, dia berusaha menutup jendela yang terbuka untuk mengurangi hawa dinggin yang masuk karna diluar masih turun hujan.

__ADS_1


Sera kembali berjalan mendekati andrew yang sedang terlelap, gadis ini duduk memandangi wajah pria yang dulu sangat angkuh terhadap nya ini sedang tertidur pulas karna kelelahan.


"Kamu lupa melepas baju mu drew kamu akan demam nanti, Sera menyentuh baju pria itu untuk memastikan tebakannya. Untuk sesaat hati sera terkadang merasa dekat dengan andrew mungkin karna jarak yang terbentang dengan bagas beberapa saat ini membuat dirinya sedikit melupakan debaran untuk bagas. Gadis ini mengambil sebuah handuk dan selimut untuk andrew. Sesekali dia mengusap peluh yang keluar dari andrew, wajah pria itu begitu lelah sangat terlihat dari kantung mata yang menghitam, kulit yang kusam namum tidak memudarkan ketampanan pria ini.


"Selamat tidur ka, ucap sera sambil menyentuh wajah pria ini dengan lembut.


"Kamu mau kemana? lengan sera ditahan oleh andrew.


"Bukan nya kamu tidur kak jahat banget sih bohong. Ucap sera mencubit lengan andrew.


"Apasih raa kamu memang tidur tapi aku terbangun karna panas dari selimut ini terlalu tebal. Sakit tau cubitan mu itu.


"Kamu kenapa ga ganti baju kan basah gitu nanti sakit, sana gih ganti dulu. Sera menarik tubuh andrew untuk berdiri. Pria itu berjalan ke ruangan lain nya meninggalkan sera sendiri diruangan redup itu.


"Udah kan, sini duduk lah. Andrew memanggil sera untuk mendekat.


"Kamu mau minum kopi atau yang lain nya biar aku buatkan ya.


"Gausah, kata nya kaki mu sakit nanti tambah sakit, ucap andrew sambil memperhatikan kaki sera.


"Ahh... iya ini sangat sakit kaa, kuku nya terlepas coba kamu lihat. Sera dengan santai nya mengeluarkan wajah manja nya di depan andrew.


"Ga ya.. ini karna abang mu yang menarik ku tau, ini sakit kaa.


"Kenapa juga kamu bermain dengan nya.


"Dia yang menarik ku karna takut aku membocorkan kalo kami bertemu diclub sebelum nya.


Wajah andrew mulai menggelap mendengar sera mengakui bahwa dirinya pergi ke club malam lagi. "Rasakan itu akibat kalo kamu melanggar janji mu. Andrew memalingkan wajahnya.


"Kamu marah kaa, aku hanya sebantar ko ga lama. Beberapa kali sera coba untuk menjelaskan namun andrew tetap mengacuhkan nya. Gadis ini merasa sedikit bersalah karna melanggar janji nya untuk tidak pergi ke club selama andrew tidak ada.


"Udah dong ka marah nya, kalo gini terus aku balik aja ya ke kamar odi. Sera mencoba menggretak pria angkuh ini.


"Lain kali ijin lebih dulu, kamu kan punya mulut dan ponsel mu tidak berguna sama sekali. Ucap andrew dengan nada sinis.


"Untuk apa ijin sedangkan kamu aja ga pernah kasih kabar sama sekali ku fikir kamu sudah tenggelam dilautan kertas kerja mu itu. Sera kembali membalas andrew dengan kata-kata pedas.

__ADS_1


"Aku takut kamu sedang bersama pacar mu ra.


"Itu cuma alasan mu drew basi tau.


"Kenapa jadi kamu yang marah ra harusnya kan aku.


"Kenapa juga kamu harus marahin aku.


"Apasih ko jadi ga nyambung gini sih ra.


"Kamu yang aneh dasar pria angkuh. Sera beranjak dari duduknya.


"Lain kali aku akan memberikan kabar aku janji, stop ya marahnya. Andrew menarik tangan sera dengan lembut.


"Kasihan odi dia terus mencari mu, untung hari ini ada hendra dia terus bermain.


"Kamu kan udah kaya raya ka apa lagi yang kamu cari lain seperti ku yang harus bekerja dulu.


"Apasih ra aku ga pernah ya membedakan status, iya aku salah tapi itu klien penting ra jadi aku ga bisa sembarang tinggal.


"Suka-suka kamu aja ka, aku cuma mengingatkan.


"Kamu terlihat dekat sama hendra.


"Ga juga cuma dia orang nya asyik sih kemarin dia juga menolong ku diclub saat pingsan.


"Kamu kenapa?


"Ditabrak segerombolan pria mabuk ka, ini juga masih sakit, sera menunjukan luka di kening nya yang sedari tadi tertutup poni depan.


"Sakit? besok jangan ceroboh kaya gitu lagi, ehh ga ada besok jangan lagi ke club tanpa ada pria yang menemani. Paham ga? ucap andrew.


"Kalo bawa kamu pasti ga boleh minum mending bawa hendra bebas, weee. sera mejulurkan lidah nya kembali.


"Udah ahh aku kembali ke kamar ya hendra pasti sudah nungguin. Gadis ini berjalan menuju pintu keluar.


"Sebentar saja raa tetap disini aku masih ingin bersama mu. Andrew tanpa basa-basi memeluk sera mendekap gadis itu dari belakang lengannya sudah melingkar di perut gadis itu. Sera terdiam untuk sejenak merasakan dekapan hangat yang diberikan oleh andrew, nafas pria itu sangat terasa di telinga nya.

__ADS_1


Happy reading kakak jangan lupa vote like yang banyak yaa 💙


__ADS_2