Strong Women

Strong Women
Part 114


__ADS_3

Sera tak dapat menjawab setiap kata yang terlontar dari andrew. Sera tak akan mampu menjawab sambil menatap mata pria ini, tangan nya gemetar merasakan hal yang tak seharusnya dia rasakan disaat seperti ini. Debaran jantung tak menentu saat andrew terus saja mendesak dia dengan berbagai cara.


"Aku akan membuat kan mu makanan, ucap sera berusaha pergi untuk menenangkan hati nya yang bergejolak.


"Seraa, guman andrew menangkap gadis ini memeluknya erat, merebahkan kepala pada tubuh sera. Gadis ini berusaha melepaskan dekapan hangat itu.


"Sebentar saja raaa, biarkan aku seperti ini. Ucap andrew sambil menghirup aroma tubuh gadis ini. Sera tak mampu lagi menahan perasaan yang bergejolak ini. Gadis ini membalas pelukan andrew dengan erat. Ditenggelamkan nya wajahnya pada dada bidang milik pria tampan ini.


"Kamu mau kan pulang bareng aku, aku gak bisa ngeliat kamu pergi keluar sendirian seperti ini. Ucap andrew.


"Aku akan pulang saat aku siap, aku akan tetap berada disini sementara drew. Ucap sera sambil melepaskan pelukan nya.


"Kalo begitu boleh aku tetap disini kan, tanya andrew.


"Dreww pulang lah kalo kamu tetap disini aku akan semakin bingung. Ucap sera.


"Justru itu yang aku mau raa, ucap andrew sambil mengusap rambut sera.


"Jangan dreww aku takut kamu gak kuat trus jatuh kepada ku, ucap sera menggoda andrew sambil berlalu pergi. Andrew cukup yakin bisa mengguncang keyakinan sera untuk lebih memilih dia. Kedekatan nya sekarang ini jauh lebih baik dari sebelum nya. Mereka berdua menghabiskan waktu bermain bersama anak-anak.


Andrew bersusah payah membujuk sera dengan berbagai alasan agar gadis ini bisa pulang bersama nya.

__ADS_1


"Dreww aku masih belum siap, kamu pulang saja duluan, ucap sera merasa tak berdaya.


"Mau sampai kapan raa? kamu harus hadapi semakin cepat kamu jalani akan semakin cepat kamu bisa bebas. Ucap andrew.


Sera dengan sangat terpaksa harus mengikuti andrew untuk pulang bersama, perasaan nya berubah menjadi gelisah mana kala berfikir akan bertemu dengan bagas. Ketakutan demi ketakutan terus menghantui dibenak nya. Wajah nya berubah menjadi pucat, sekujur badan nya menjadi gemetar begitu melihat pintu gerbang rumah roy yang berada di depan mata.


"Dreww aku takut, aku gak mau pulang. Ucap sera menangis ketakutan.


"Dreww aku gak mau masuk, buka pintu nya bukaa, suara sera berubah menjadi histeris saat berpikir akan bertemu bagas kalo saja dia masuk ke dalam rumah vina.


"Tenang lah raa, gak ada siapa-siapa disini. ucap andrew berusaha menenangkan sera yang panik.


"Aku akan membawa mu pergi dari sini tapi kamu harus tenang, ucap andrew.


"Turun kan aku disini aku akan pergi sendiri, aku janji akan pulang saat aku sudah siap, tolong dreww buka pintu nya. Ucap sera yang semakin panik. Ketakutan nya semakin tak terbendung, sangat terbayang jelas dibenak nya bagaimana helena akan melukai nya saat itu.


"Aku bisa pergi sendiri, aku janji aku akan menjaga diri dengan baik dreww. Tolong turun kan aku disini. Ucap sera meronta. Andrew berusaha tetap tenang melihat tingkah sera yang begitu gelisah disamping nya, pria ini bergegas memacu kendaraan menjauh dari kediaman roy. Andrew membawa sera pergi kesebuah vila keluarga yang berada sedikit jauh dari kota untuk menenangkan kegelisahan sera. Gadis ini lebih banyak diam dan murung selama dalam perjalanan, kelopak mata nya membengkak dan merah.


"Seraa ayo masuk, ucap andrew membuka kan pintu mobil untuk sera. Gadis ini tampak binggung melihat sekitaran rumah yang tak pernah ia kunjungi itu. Sederhana namun sangat nyaman saat memasuki area rumah singgah milik keluarga andrew ini.


"Duduk lah disini dulu aku akan mencari paman penjaga rumah dulu, ucap andrew berlalu pergi meninggalkan sera yang duduk termenung. Sera nampak tenang namun perasaan gadis ini tetap tak bisa di kontrol.

__ADS_1


"Seraaaa, kamu dimana? ucap andrew yang tak menemukan sera. Gadis ini mengunci dirinya di dalam sebuah bilik kamar mandi, dia menangis sekencang-kencang nya mengeluarkan rasa takut dan kegelisahan yang menghantui dirinya. Andrew sudah kehabisan akal untuk membuat sera keluar.


"Braaakkk, andrew mendobrak pintu agar bisa masuk melihat sera. Gadis ini terduduk di dalam bathtub berisi air yang hampir menenggelamkan tubuh nya.


"Kita keluar yaa raa, guman andrew memeluk gadis yang nampak putus asa ini.


"Dreww aku takut helena akan datang lagi, aku gak mau pulang. Ucap sera gemetar sambil memukul-mukul andrew.


"Sttsssss, tenang sayang aku gak akan membiarkan mu terluka lagi, ucap andrew.


"Dia pasti akan datang lagi dreww, dia memukul ku dengan keras, dia menertawakan ku hanya karna aku orang miskin dreww, Guman sera. Semenjak kejadian itu sera menjadi mudah gelisah. Prilaku helena meninggalkan bekas tersendiri pada pikiran gadis ini yang membuat nya terkadang menjadi takut.


"Raaa, ucap andrew yang sudah tak tahan melihat kegelisahan seraa. Andrew mencium sera dengan paksa karna tak tahan melihat sera yang terus saja ketakutan. Pria ini memeluk sera dengan erat sambil melumut bibir ranum sera yang membuat nya tergila-gila. Tangan andrew sudah menggrayangi leher sera sambil terus bermain dengan bibir gadis cantik ini. Sera menutup kedua matanya merasakan kehangatan yang diberikan andrew namun gadis ini enggan membalas permainan bibir yang diberikan andrew, ia hanya diam membatu namun merasakan setiap gigitan kecil yang diberikan andrew.


Andrew mencengkram sera membuat gadis ini tak mampu bergerak dan menolak setiap sentuhan yang ia lakukan. Andrew tak mampu lagi menahan hasrat yang selama ini ia pendam seorang diri. Hasrat ingin memilik sera sepenuhnya membuat pria ini nekad menjatuhkan dirinya sendiri dalam bayangan sera yang tak berujung, dia memilih mengambil jalan untuk mendapatkan sera dengan cara apa-pun setelah ini. Ia berguman pada dirinya sendiri akan memaksa sera dengan segala cara agar gadis ini menjadi miliknya sepenuhnya. Desahan-desahan kecil keluar dari mulut pria ini, belum pernah ia lakukan pada gadis mana pun selain sera. Andrew begitu menikmati bibir ranum sera walau tak mendapat balasan dari sera yang hanya terdiam. Ia sadar situasi macam ini hanya akan membuat sera dalam keadaan yang membingungkan, namun pria ini tak memperdulikan lagi akan perasaan sera yang biasanya ia jaga. Keegoisan nya kembali muncul karna tak ingin melihat sera terus gelisah seperti saat ini.


Andrew sangat menginginkan sera, hasrat ini bisa saja membuat nya melakukan hal yang salah pada sera. Pria ini sudah berusaha untuk menahan namun terkadang pertahanan nya pun runtuh. Belum pernah andrew tergoda pada wanita mana pun seperti dia tergoda pada sera saat ini. Pada awal nya andrew tergoda pada sera melihat prilaku gadis ini yang begitu menyayangi sang anak, setelah menghabiskan lebih banyak waktu bersama andrew sadar sikap angkuh dan dingin nya pun berubah mengikuti sera yang memberikan nya getaran tersendiri.


"Maafkan aku raa, aku gak tahan melihat mu terus gelisah seperti ini. Ucap andrew melepaskan kecupan nya sambil menghapus air mata sera yang tetap terjatuh didalam dekapan nya. Andrew sadar betul akan prilaku nya saat ini bisa menambah beban sera namun pria ini tak mampu menahan diri saat melihat sera dalam keadaan ketakutan, ditambah lagi melihat sera yang nampak menggoda dibalut pakaian basah yang memperlihatkan lekuk tubuhnya. Sesekali andrew memang sangat tergoda saat melihat sera dengan pakaian tertentu, ia juga pria normal pada umum nya yang terkadang tak mampu menahan hasrat saat melihat gadis yang ia sukai sangat menggoda.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2