Strong Women

Strong Women
Part 97


__ADS_3

"Tarik nafas pelan raa kalo kamu panik gini aku juga tambah takut. Ucap vina yang tak tahan melihat sera merintih kesakitan karna hidung nya terus mengeluarkan darah.


"Sakit banget vin, gue gak tahan sakit banget. Guman sera merintih kesakitan. Tak lama beselang dari ia merebahkan diri, gadis ini merasakan pusing dan mual kemudian tanpa di sadari hidung sudah mengeluarkan darah segar yang terus mengalir. Sera sudah mendapatkan pertolongan dari pihak rumah sakit sekarang tinggal menunggu pendarahan yang terjadi berhenti untuk melakukan tindakan selanjutnya.


"Jangan nangis gitu nah raa, gue jadi takut ngeliat loe kaya gini. Ucap vina yang sudah tak dapat lagi memendung rasa cemasnya. Vina membantu sera membersihkan sisa-sisa bercak darah yang menetes diseputaran badan dan ranjang sera. Sedangkan sera masih terus memegangi hidung nya dengan sapu tangan untuk menahan darah yang mengalir. Tangan dan baju sera sudah dipenuhi dengan darah, wajah sembab sera sangat ketara karna menangis sedari tadi menahan rasa sakit yang terus datang.


Klik...klikk.....


Vina mengirimkan pesan dengan cepat kedua pria yang diharapkan bisa datang menenangkan sera yang sudah ketakutan. Andrew dan roy lah yang vina harapkan bisa menemani nya menghadapi sera yang sedang ketakutan. Sedang kan nisa masih dalam perjalan balik setelah mengantar sang ibu untuk beristirahat dirumah sanak keluarga. Momo yang masih sibuk belum juga membalas setiap pesan yang kirim oleh vina, pria ini masih terkurung dalam perusahan mengurus ini dan itu persiapan produk baru yang akan rilis.


"Sera, guman andrew membuka pintu kamar. Pria ini dengan cepat memacu kendarannya untuk sampai.


"Dreww sakit sekali, ucap sera menangis saat melihat andrew datang tergesa-gesa.


"Tenang lah aku ada disini sekarang, ucap andrew yang melihat sera sudah tampak kacau dengan bekas darah di sekujur tubuhnya. Vina tampak sedikit lega karna satu dari pria yang diharapkan bisa datang lebih cepat.


"Lepaskan raa, biar aku yang akan memegangnya. Ucap andrew menahan hidung sera yang nampak masih mengeluarkan darah.


"Gausah drew kamu ganti baju aja dulu, aku bisa menahannya sendiri. Ucap sera sambil menggelengkan kepala.


"Kamu bisa nurut gak sih sebentar aja raaa, ucap andrew yang sudah mulai marah karna tak tahan melihat kondisi sera. Gadis ini hanya sedikit tersenyum menantap andrew yang begitu siaga menjaga dirinya. Dengan tubuh yang masih lemah sera berusaha melepaskan dasi yang masih melekat pada andrew. Sera melepaskan dasi itu untuk meringankan andrew yang harus terus berdiri untuk membantunya.


"Dreww, sera menatap andrew sambil menggenggam kemeja pria itu.


"Kenapa? guman andrew yang tak mampu menatap mata sera yang masih berlinang.


"Dingin dreww, ucap sera yang mulai merasakan demam. Sekujur tubuh gadis ini mulai gemetar wajah lebih pucat dari sebelumnya. Hidung sudah tak begitu deras lagi mengeluarkan darah.

__ADS_1


"Panggil dokter vin, ucap andrew sambil memeluk sera yang gemetar. Vina dengan cepat menekan tombol untuk memanggil para perawat yang sedang berjaga.


"Sayang kamu harus kuat, ucap andrew sambil memeluk erat tubuh gadis kesayangan nya ini. Sera hanya diam merasakan sakit ditubuhnya. Setelah beberapa waktu sera mulai tenang karna sudah mendapatkan pertolongan dengan obat pereda nyeri yang membuat gadis ini tertidur sebagai efek samping nya.


"Dreww makan dulu mumpung sera lagi tidur, ucap vina menyodorkan makanan yang di kirim oleh roy.


"Kamu gak pulang? nanti mami nyariin lagi, ucap andrew.


"Gue bakal nemanin sera gak tega mau ninggalin. Ucap vina sambil mengunyah makanan nya.


"Gue keluar bentar ya ada yang mau gue hubungin. Ucap andrew sambil menitipkan sera dalam pengawasan vina. Lebih dari tiga jam namun andrew tak tampak akan kembali dengan cepat. Vina juga nampak tenang karna sera dalam keadaan tertidur.


Andrew sedang bertemu dengan staf kantor nya di caffe depan rumah sakit. Ia sengaja bertemu untuk menyelesaikan pekerjaan yang harus di presentasi kan besok. Karna besok andrew tak mau meninggalkan sera, dia membuat staf nya bekerja lembur menemani nya menyelesaikan pekerjaan itu. Tak mengenal lelah andrew membagi waktu antara pekerjaan dan sera, sedangkan anaknya di titipkan pada sang nenek yang sedang tidak berpergian.


Setelah hampir pertengahan malam sera terbangun dari tidur nya. Tak ingin vina yang tertidur bangun karna itu dia dengan pelan turun dan berjalan kedalam kamar kecil untuk membersihkan diri. Gadis ini sudah merasa lebih baik dari sore tadi yang membuatnya tak berdaya merasakan sakit.


"Kamu belum pulang drew? ucap sera sambil duduk di sofa.


"Kenapa kamu mandi tengah malam gini kalau tambah sakit gimana? guman andeew sambil mendekati sera yang sedang mengeringkan rambut.


"Aku udah lebih baik dreww, lagian kan ada air hangat. Ucap sera sambil berbalik badan menghadap andrew.


"Kamu gak pulang ko belum ganti baju? ucap sera yang melihat andrew masih mengenakan baju sore tadi.


"Aku baru menyelesaikan pekerjaan, guman andrew merebahkan diri di sofa.


"Pulang lah drew sudah tiga hari kamu disini, odi pasti mencari mu. Ucap sera yang tak ingin odi sendirian.

__ADS_1


"Kalo gitu kamu harus lekas sembuh dan menjaga odi dengan baik raa jangan lagi bekerja di caffe, guman andrew dengan wajah lusuh nya.


"Aku gak bisa berhenti gitu aja drew, kamu lelah drew tidur lah disini aku akan kembali ke ranjang ku. Ucap sera sambil mengusap keringat yang jatuh diwajah andrew.


"Kamu harus berhenti raa, aku akan menaikan gajih mu. Ucap andrew sedikit penekanan agar sera mengerti.


"Bukan masalah gajih aja drew ini kan tanggung jawab ku juga. Ucap sera sambil memberikan andrew selimut.


"Baiklah aku akan memberikan mu waktu, secepat nya harus segera berhenti. Guman andrew yang tak kunjung melepaskan genggaman tangan sera.


"Tidur lah drew ini sudah malam, ucap sera dengan nada pelan agar vina tak terganggu.


"Raa aku benar-benar takut saat melihat mu tadi, kamu gak boleh sakit lagi. Ucap andrew yang menarik tangan sera yang akan pergi.


"Terimakasih drew kalo gak ada kamu kemarin aku gak tahu apa aku masih bisa hidup. Ucap sera menatap andrew dengan penuh rasa terimakasih sambil mengelus wajah pria itu.


Andrew yang sudah tidak bisa menahan hasratnya menarik wajah sera dengan kedua tangan nya. Mencium bibir sera dengan perlahan membuat gadis itu tidak bisa menolak atau pun bergerak dari sisinya. Andrew berulang kalo mengecup pelan bibir sera agar gadis ini tidak bisa menolak begitu saja. Untuk pertama kalinya andrew terang-terangan mencium sera dengan berani. Sera sangat terkejut dia tidak menyangka andrew akan dengan berani mencium nya seperi saat ini.


"Dreww, ucap sera sambil sedikit mendorong badan andrew agar melepaskan ciuman itu. Pria itu tersadar sedikit menjauhkan badan untuk memberikan ruang untuk sera. Ditatap nya gadis yang tertunduk malu dihadapannya itu.


"Raa harus nya kamu tau perasaan ku, jadi kalo memang kamu tidak memiliki perasaan untuk ku coba lah untuk menolak ini. Andrew kembali mencium bibir sera dengan lembut, bukan ciuman agresif namun kecupan-kecupan kecil diiringi dengan gigitan pelan yang diberikan oleh andrew pada bibir yang hanya diam tak membalas ini.


Sera meneteskan air mata merasakan kesungguhan andrew yang mendekap nya sambil mencium nya dengan lembut. Tak pernah ia membayangkan andrew akan berterus terang secara langsung seperti ini. Sera juga tak mampu melepaskan atau bahkan menolak ciuman ini, ia terkadang menginginkan nya namun juga merasa takut akan akibat setelah nya.


"Aku gak akan meminta mu melepaskan bagas itu hak mu tapi ini adalah perasaan ku yang sebenarnya raa. Ucap andrew yang melepaskan ciuaman karna ia tak ingin terlalu memaksa sera. Andrew tetap memeluk sera dengan erat, gadis ini tiba-tiba membalas pelukan andrew itu walau dalam keadaan binggung sera juga sadar disisi lain ada rasa tersendiri untuk andrew yang tak terbantahkan.


#Gimana sera akan menghadapi andrew setelah ini yaa? Jangan lupa vote dan like 💛💛💛

__ADS_1


__ADS_2