Strong Women

Strong Women
Part 78


__ADS_3

"Mau ke kamar kecil temanin dong kaa, ucap sera keluar dari selimutnya.


"Gausah tadi aku lihat agak kurang bersih, tahan sebentar lagi kita sampai kan. Ucap hendra dengan cepat memacu mobil nya agar sampai di vila lebih cepat.


"Buka cepat pintu nya kaa, ucap sera yang sudah terburu-buru. Gadis ini langsung berlari begitu pintu terbuka. Hendra hanya tersenyum melihat tingkah laku sera yang masih seperti anak-anak walau dia sudah dewasa. Pria ini dengan cepat menyiapkan meja makan agar dia bisa menyantap hidangan dengan cepat. Ia sadar sera belum makan apa pun semenjak acara berlasung.


"Banyak banget ka belinya, kita kan cuma berdua gimana habisin nya. Ucap sera menatap isi meja yang sudah penuh.


"Kita bisa makan sampai besok kan. Duduk lah ayo kita makan. Ucap hendra mengambilkan sera piring.


"Makan nya boleh sambil nonton gak? bosan kaa. Ucap sera menarik hendra. Mereka duduk di depan tv sambil menyantap makanan. Obrolan-obralan ringan sudah mengisi waktu mereka bersama. Hendra tampak nyaman dan betah saat bersama sera dia mengeluarkan semua isi pikirannya yang selama ini tertahan. Dia begitu mencurahkan perasaan nya dengan tulus.


"Aku butuh liburan, ucap sera merenggangkan tubuhnya.


"Kamu mau kemana? aku akan memesankan tiketnya. Ucap hendra.


"Ahh...Kamu memang yang terbaik kaa, ucap sera sambil tertawa.


"Ngomong-ngomong mana wanita yang cantik itu? ucap sera.


"Siapa ? ucap hendra.


"Wanita cantik saat pertama kali kita bertemu di club, bukan kah dia wanitamu. Ucap sera sambil menyeruput minumannya.


"Hah...Dia hanya one night stand. Ucap hendra tertawa.

__ADS_1


"Jadi sudah berapa banyak yang bersama mu, ucap sera sambil tertawa.


"Dia sendiri yang mengantarkan tubuhnya pada ku, ucap hendra.


"Tapi kamu juga menikmatinya? seharusnya kamu tahu batasan bukan. Ucap sera melempar hendra dengan botol kosong.


"Aku normal raa, siapa yang gak akan tertarik melihat dada terbuka, haha. Ucap hendra sambil tertawa.


"Udahan yoo malas dengar buaya ngomong, terlalu banyak alasan. Ucap sera dengan cemberut.


"Tapi itu dulu aku sudah tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun selama mengenal mu. Ucap hendra kembali duduk di samping sera.


"Iya aku percaya ko buaya bisa tobat, ucap sera memalingkan wajahnya.


"Astaga kaa, pinjam ponsel dong putra pasti sudah menunggu dari tadi. Sera berubah menjadi panik saat ingat jadwal kerja dia malam ini.


"Gak mau biar aja kamu di pecat. Ucap hendra tertawa.


"Tega banget ka, kalo aku di pecat akan susah mencari pekerjaan lagi. Ucap sera mendekati hendra.


"Pinjam dong draa, ucap sera dengan manis kepada hendra.


"Gak mau, hendra berlari kecil untuk menghindari sera yang ingin meminjam ponsel miliknya.


#Dikamar andrew........

__ADS_1


Terduduk menatap jendela yang kosong andrew masih memikirkan bagaimana kejam nya dia menyakiti perasaan sera. Melontarkan kata-kata yang gak seharusnya terucap. Pria ini menyesali bagaimana bodohnya dia menyakiti sera dengan tangan nya sendiri.


Mencoba menghubungin hendra namun tak kunjung mendapat jawaban. Membuat andrew semakin gelisah menanti keadaan sera. Dia terus bertanya pada dirinya sendiri apakah hendra berhasil mengejarnya atau malah kehilangan jejak gadis itu. Ponsel milik sera masih dalam keadaan rusak yang tidak mungkin untuk di lacak keberadaannya. Andrew memukul meja kaca hingga retak karna berusaha melampiskan marahnya.


"Gue gak seharusnya ngebiarin sera pergi gitu aja. Arrgghhhggg. Ucap andrew membanting gelas ditangan nya.


Sera duduk bersama hendra sambil duduk disebuah bangku taman belakang vila ini. Udara yang sangat sejuk ditengah malam seperti ini tak menyurutkan niat sera untuk duduk sambil menatap bulan yang begitu terang bersinar. Gadis ini menatap dengan penuh pengharapan akan semua yang telah terjadi dalam dirinya. Keadaan yang membuatnya dalam fase menyakitkan. Gadis ini menyimpan rasa sakit yang berusaha dia tutup dengan rapi seorang diri.


Hendra yang hanya diam menemani gadis ini yang sedari tadi hanya duduk termenung. Ia paham betul sera bukanlah gadis yang akan menyerah dengan nasib begitu saja. Dia terlihat kuat seperti mawar berduri tapi mawar yang mekar pun suatu saat akan rontok juga dari tangkainya. Sama hal nya dengan sera saat ini, dia begitu berusaha menjalani semua masalahnya tapi dia juga masih nampak menikmati kehidupan nya dengan baik.


Flashback.......


Hendra masuk kesebuah rumah makan yang berada disatu jalan yang sama menuju vila. Pria ini turun sendiri meninggalkan sera yang terlelap dalam selimut di mobil. Pria ini memilih menu-menu masakan dengan harapan akan menyenangkan sera saat gadis itu nanti bangun. Bayangan akan senyum sera yang kembali merekah membuat pria ini bersemangat menunggu pesanan nya disebuah bangku sambil memainkan ponsel miliknya.


Melihat begitu banyak panggilan masuk dari sang adik yang sedari tadi menghubungi nya, pria ini hanya mengacuhkan sang adik. Hendra malah memberi kabar keberadaan nya dengan sera kepada roy. Dengan asumsi agar roy tidak perlu khawatir tentang keselamatan sera. Pria ini sedang menatap ponsel miliknya yang berisi beberapa foto sera yang sengaja dia ambil secara sembunyi-sembunyi. Senyum nya tertoreh bahkan suara tawa yang kadang terdengar cukup keras saat hendra melihat foto sera yang sangat konyol saat tadi terjepit pada sebuah mobil mainan.


Hendra sangat ingin menghabiskan waktu bersama sera lebih lama. Saat ingin mengambil pesanan nya hendra terhenti melihat sebuah meja yang berisikan empat orang yang sedang makan dengan cepat hendra mengambil sebuh foto yang sangat menarik bagi nya. Senyum sinis pria ini sudah kadung tersirat dengan cepat hendra membayar seluruh tagihan untuk meja bagas. Ia ingin memberikan sedikit peringatan. Dia juga menuliskan sebuah catatan kecil untuk diberikan kepada bagas.


"Terlalu luas sehingga aku melihat mu disini. Ucap hendra pada selembar kertas tanpa meninggalkan sebuah nama.


Bagas duduk bersama helena dan kedua orang tua helena untuk makan malam karna paksaan sang mami. Ibu dari bagas seharusnya datang tapi beliau malah dengan sengaja membiarkan bagas pergi sendiri untuk menghadiri makan malam itu. Bagas dengan sangat terpaksa harus duduk bersama helena yang sedari tadi hanya menempel pada nya. Gadis ini menyodorkan begitu banyak makanan untuk dirinya namum pikiran bagas hanya ingin cepat-cepat pulang dan bertemu sera. Makan malam seperti ini sudah dua kali berturut-turut terjadi karna kehendak sang mami yang terus mempermainkan nya..


Hendra menatap kesal ke arah bagas yang begitu santai nya duduk bersama wanita lain. Sedangkan sera harus terus menerus bekerja untuk memenuhi kebutuhan nya. Terlihat bagas yang sedang berbincang dengan orang yang lebih tua di meja itu dengan santai membuat hendra merasa mereka sudah kenal karna begitu akrab nya. Hendra juga mengenal sosok pria paruh baya yang sedang berbincang dengan bagas. Salah seorang politikus yang cukup terkenal dengan begitu banyak kasus yang menyeret namanya. Hendra melenggangkan kaki nya keluar dari tempat ini dengan cepat ia pergi dari tempat ini. Itu lah mengapa ia tak membiarkan sera masuk ke dalam rumah makan itu, ia takut sera akan lebih sakit hati lagi melihat kekasih nya bersama wanita lain yang terus saja menempel pada nya.


#Happy reading kaka, yuk jangan lupa vote dan like ya.... ayo ayoo kalian team siapa👏

__ADS_1


__ADS_2