Strong Women

Strong Women
Part 57


__ADS_3

Suasana kampus sudah riuh disibukan dengan berbagai aktifitas persiapan pertandingan. Fakultas sera sudah disibukan dengan pemilihan pemain team voly dan kesenian lain nya. Cukup banyak peluang dari kelas sera untuk menang di perlombaan manapun. Terutama bidang olahraga sera dan kedua teman nya juga salah satu pemain utama yang bisa membawa team nya menang.


"Aku cadangan aja yaa, lagi malas turun nih. Ucap sera melihat nama nya dalam bagan perlomban voly.


"Oke tapi ingat kalo kita butuh kamu harus turun, Ucap sang ketua kelas.


"Raa ini kan kesukaan mu tumben gak turun jadi pemain inti. Ucap vina.


"Gue lagi kelai sama bagas, gue lagi gak ada mood buat kegiatan.


"Terserah pokok nya kamu harus turun saat kita butuh. Ucap vina.


"Iya aku tahu, sana gih rapat nanti kalo sudah ada hasil nya kasih tau gue. Ucap sera.


"Momo kemana ya ? dihubungin juga susah. Ucap nisa.


"Dia pulang kerumah kata nya ada urusan mendesak, ucap sera.


"Kemarin gue gak sengaja ngeliat dia disalah satu supermarket gilaa ganteng juga dia kalo lagi kerja, coba normal gue pacarin deh. Ucap nisa.


"Dia normal ko pasti dia punya alasan nya sendiri kenapa dia bersikap lebih feminim. Ucap sera.


"Vina kalo ngeliat pasti mupeng abis ganteng banget dia. Ucap nisa sambil tertawa.


"Siapa pun pasti ingin sama momo secara pewaris satu-satu nya. Ucap sera.


"Gue mau ngantri juga deh, siapa tau pas dia lagi sakit mata dia malah milih gue, ucap nisa.


Andrew dan roy sedang mengadakan rapat disebuah hotel ternama dengan beberapa klien penting. Roy sangat tahu kali ini dia akan bertemu dengan bagas sebagai perwakilan langsung dari perusahaan nya. Roy sudah menyiapkan diri untuk melihat langsung kinerja bagas dalam perusahaan nya. Pria ini hanya memikirkan bagaimana reaksi andrew saat tahu siapa bagas sebenarnya. Andrew pasti akan langsung membatalkan kerjasama ini. Andrew pasti lebih unggul dari bagas, tapi kinerja bagas juga tidak dapat di anggap remeh sebagai pemula dia sudah berhasil membawa perusahaannya ke tingkat yang lebih tinggi. Andrew sangat tidak suka ketidak jujuran dalam menjalankan bisnis, ditambah lagi ini menyangkut sera. Andrew sangat sensitif setiap kali ada hal yang menyangkut tentang sera, walau dia tidak menunjukan secara langsung tapi andrew selalu gelisah saat menyangkut tentang keadaan sera.


"Kenapa kamu gelisah roy, ucap andrew yang melihat roy tidak seperti biasanya.


"Gak gue lagi suntuk aja, bosan sama kerjaan butuh liburan. Ucap roy.


"Wanita mana lagi yang membuat mu gelisah, ucap andrew sambil menertawakan roy.

__ADS_1


"Loe jangan senang dulu, gimana kalo gue bilang sera kerja ditempat lain. Ucap roy.


"Apa maksut mu?


"Gue serius, setiap pulang dari rumah mu dia bekerja disebuah caffe yang cukup jauh dari wilayah rumah dia. Ucap roy yang menatap raut wajah andrew yang mulai berubah.


"Gue sudah bilang dia gak boleh kerja di tempat lain, kenapa dia terus membantah seperti ini. Ucap andrew membanting gelas di meja nya.


"Santai kawan, mungkin saja sera sedang mempunyai kebutuhan tertentu. Ucap roy.


"Gue bisa kasih berapa pun yang dia butuh. Ucap andrew.


"Sera bukan tipekal seperti wanita lain, dia selalu berusaha untuk diri nya sendiri. Jadi kita cukup pantau dia dari jauh. Ucap roy.


"Sejak kapan kamu tahu ini?


"Gue baru tahu saat melihat hendra mengantar jemput sera pulang dari caffe itu beberapa minggu yang lalu. Ucap roy.


"Hendra tau? dia lebih bisa dipercaya sera dibanding gue. Ucap andrew.


"Putraa? Pantas pria itu sangat akrab dengan sera tidak seperti sebelum nya.


"Gue cuma saranin mending loe jangan terlalu nekan sera atau sera akan menjauh dari loe secara perlahan, gue jamin. Ucap roy memberi peringatan.


"Beri aku alamat nya, aku mau melihat sendiri. Ucap andrew dengan wajah frustasinya.


Setelah lebih dari dua jam berlalu ruang rapat ini masih terlihat aman terkendali. Walau sikap andrew berubah menjadi angkuh selama berjalannya rapat. Bagas juga tidak muncul karna satu dan lain hal yang di sampaikan perwakilan perusahaannya. Roy merasa bersyukur bagas tidak hadir, karna kalo dia hadir ditambah mood andrew yang berantakan seperti sekarang ini akan seperti apa rapat ini berlangsung siapa yang bisa menduganya. Andrew yang sedari tadi terlihat lebih gelisah namun tetap konsisten terhadap pekerjaannya memang seorang pembisnis tangguh. Saat rapat sudah selesai andrew terlihat berkemas lebih cepat dan langsung meninggalkan hotel ini.


"Mau kemana dreww? ucap roy yang melihat andrew bergegas keluar hotel menuju parkiran.


"Gue mau jemput sera!


"Jangan gila kau drew, jangan lampiaskan semua ke sera. Ucap roy yang merasa bersalah.


"Ngomong apa sih kamu? aku akan pergi belanja kebutuhan odi tadi dia mengirimkan ku pesan. Ucap andrew sambil menatap sinis kearah roy yang terlihat panik.

__ADS_1


"Sialan hampir jantung gue dicongkel sama ade gue kalo sampai sera loe perlakukan kaya kemarin. Ucap roy. Andrew berlalu dengan cepat mengendarai mobil menuju kampus sera. Dalam hati andrew terus saja mengumpat karna sera tidak jujur kepadanya terlebih lagi hendra sudah lebih dulu tahu dan sera lebih terbuka terhadap hendra ketimbang dirinya.


Andrew sudah menunggu sera di depan gerbang kampus........


Lebih dari setengah jam andrew sudah menunggu sera didalam mobil yang terparkir tepat di depan pintu gerbang kampusnya. Tak kunjung terlihat batang hidung sera, andrew bergerak keluar dari mobil dan ingin mencari gadis itu di sekitar kampus. Tak jauh saat andrew sudah memasuki wilayah kampus itu dia melihat sera sedang duduk disebuah gajebo ditaman dengan satu orang pria dia samping nya mereka terlihat sedang membahas sesuatu karna sera terlihat mencoret-coret sebuah buka di meja itu. Andrew berjalan mendekati dimana sera sedang berada, melihat sera dari jauh sedang tersenyum lucu membuat hati andrew sedikit lebih baik dari sebelumnya.


"Seraa.. Ucap andrew dari belakang tubuh sera sedang duduk sekarang. Gadis ini menoleh karna merasa mengenali suara yang memanggil nya.


"Sebentar ya kaa, duduk lah dulu sebentar lagi aku selesai. Ucap sera menyuruh andrew duduk tak jauh dari nya. Andrew duduk sambil melihat sera yang sedang berdiskusi dengan temannya. Senyuman sera begitu ramah, gadis ini terlihat sangat baik dalam bergaul.


"Minum dulu ini sudah dari tadi kita berbincang kamu pasti haus, ucap sang ketua kelas.


"Baik bener kaa, makasih aku balik duluan ya masih ada urusan. Ucap sera merapikan tas nya. Andrew terlihat memperhatikan pria itu dengan sinis.


"Andreww ayo, ucap sera sambil berjalan lebih dulu. Pria ini langsung berjalan mengikuti sera dari belakang sambil menatap wanita itu berjalan dengan tas di punggungnya, rambut yang terurai menggunakan kemeja putih dan celana panjang berwarna biru membuat tampilan casual sera sangat cantik. Mereka sudah berada didalam mobil andrew dan berjalan kesebuah pusat perbelanjaan terdekat untuk membeli kebutuhan jordi.


"Kamu sudah menunggu ku lama, maaf batrei ponsel ku habis, ucap sera sambil memperlihatkan ponsel nya yang sudah mati kehabisan batrei.


"Gak aku baru saja sampai ko, udah gpp. Ucap andrew yang hanya menatap lurus ke depan.


"Kamu marah ya drew, ko diam terus ga seperti biasa. Ucap sera.


"Aku memang seperti ini kenapa lagi sih, ucap andrew dengan ketus. Sera yang menyadari sikap andrew tidak seperti sebelum nya hanya diam tidak ingin lagi membuat pria itu mengeluarkan kalimat pedas nan angkuh.


"Kamu mau keluar atau mau duduk disitu aja, ucap andrew dengan ketus. Sera hanya diam tidak menanggapi andrew yang terlihat marah entah karna apa.


"Kamu kearah makanan ya aku akan pergi mencari keperluan jordi yang lain. Ucap andrew memisahkan diri dari sera.


Sera berjalan menelusuri tempat bahan makanan, dia sudah memilih beberapa sayuran dan protein untuk jordi. Dia berjalan mencari andrew yang tak kunjung datang menghampirinya sedangkan dia sudah selesai dengan tugasnya. Saat sudah melihat andrew tepat di depan nya sera malah mengurungkan niatnya untuk menghampirinya karna andrew sedang bersama wanita cantik bergaun indah sedang berbincang sangat akrab, bahkan wanita itu dapat menyentuh andrew melepaskan dasi yang dikenakan dan melepas dua kancing baju pada andrew. Pria ini pun tampak tidak terganggu dengan perlakuan wanita itu tidak seperti sebelum nya dengan wanita lain yang mencoba mendekati nya dia akan bersikap angkuh dan terkadang mengeluarkan kalimat sindiran, bahkan dulu saat bertemu sera andrew terlihat risih tidak begitu ingin berada didekat sera dan kedua sahabatnya. Namun keadaan saat ini sangat berbeda dari biasanya, andrew terlihat santai dengan mengumbar tawa di wajah nya sambil berbincang dengan wanita cantik itu.


Sera melihat mood andrew berubah lebih baik terhadap wanita itu sedikit merasa kesal. Cukup lama memandang andrew yang berbincang dengan wanita cantik itu dia langsung menjauh dari tempat dimana andrew berada. Gadis ini memilih menunggu andrew di dekat kasir ketimbang menghampiri pria itu. Sera merasa kesal merasa perlakuan andrew padanya sangat jauh berbeda dengan saat bersama wanita itu. Sera tidak menyadari bahwa andrew sengaja berlaku seperti itu karna tahu sera berada di belakang nya dari pantulan cermin diarea itu. Pria ini dengan sengaja ingin memancing perasaan yang dimiliki sera terdapat dirinya.


*Siapa disini yang sama seperti sera walau sudah memiliki pasangan tapi terkadang masih suka curi-curi pandang melihat pria lain... Pasti semua pernah yaa merasakannya.


*Happy reading kakak, jangan lupa vote like ya kak biar author semangat 👌👌**

__ADS_1


__ADS_2