Strong Women

Strong Women
Part 104


__ADS_3

Bagas mencari sera kemana pun namun tak membuahkan hasil, pria ini berjam-jam menunggu sera keluar dari rumah andrew namun tak mendapatkan hasil. Bagas juga tak dapat menghubungi sera, gadis ini bagai hilang ditelan bumi untuk sesaat. Sera tak mampu lagi meredam rasa amarahnya, gadis ini pergi dengan wajah murung nya. Andrew pun tak dapat menghalangi kepergian sera. Pria ini hanya memandang sang gadis keluar dari pintu rumahnya.


"Loe gak boleh nyerah gitu aja raa, ucap sera sambil menangis disebuah taman kecil.


"******** loe bagas, ucap sera sesenggukan menahan amarahnya.


Sera berjalan untuk menghampiri momo diapartemen, gadis ini tidak ingin pulang dan bertemu bagas yang sudah pasti menunggu nya. Dia sangat ingin menenggelamkan dirinya agar lupa akan rasa sakit ini.


"Gue lebih marah ngeliat loe kaya gini raa, ucap momo sambil memeluk erat gadis ini. Sera masuk kedalam apartemen dengan keadaan sedang menangis. Gadis ini tersungkur dalam pelukan momo, dia menangis mengeluarkan rasa sesak yang menyelimuti hatinya.


"Bantu gue cari tahu semua tentang bagas mo, ucap sera yang sudah berpikir panjang dengan segala resikonya. Dulu ia tak pernah ingin tahu latar belakang bagas karna menunggu pria itu sendiri yang akan lebih terbuka kepadanya. Namun sera sudah tak mampu menahan keinginan untuk mengetahui segala hal tentang bagas.


"Loe yakin raa? gak semua bakal sesuai ekspetasi yang loe miliki. Ucap momo menenangkan sera.


"Gue yakin bakal baik-baik aja mo, ucap sera yang masih berusaha berpikir positif untuk bagas. Momo yang lebih dulu tahu siapa bagas sebenarnya tak ingin secara langsung memberi tahu keadaan yang sebenarnya. Pria ini masih memberikan bagas waktu untuk berkata yang sejujur nya pada sera tapi bagas berulang kali melewatkan setiap kesempatan yang ada dengan berbagai alasan.


Sera tak akan mampu bertahan bila ia tahu keluarga nya berada di hujung tanduk kehancuran karna perbuatan ibunda bagas. Momo yang mengetahui bahwa perusahaan kecil yang di bangun susah payah oleh keluarga sera sedang terancam kebangkrutan karna harus menghadapi ambisi keluarga bagas. Pria ini sudah berusaha mencari solusi untuk membantu keluarga sera. Momo yakin sera tak akan mampu menghadapi keluarga bagas yang mempunyai kekuasaan penuh disetiap langkah yang mereka ambil.


Hanya karna tidak menyukai seorang gadis mereka dengan tega menghancurkan mata penghasilan keluarga kecil. Tak tanggung-tanggung ibunda bagas memblokir hampir semua investasi yang masuk kedalam perusahan kecil milik keluarga sera dengan kekuasaan yang ia miliki. Karna itu lah sang ibu yang tak pernah mengambil uang milik sang anak dengan terpaksa harus menerima karna mereka sedang terlilit oleh berbagai pengeluaran akibat kerugian perusahaan. Momo dan roy berusaha menyembunyikan dan membantu keluarga sera menyelamatkan perusahan kecil milik mereka. Roy mengerahkan kemampuannya untuk menambah relasi dan mencari jalan keluar untuk keluarga sera. Mereka berdua berulang kali datang ke kota dimana keluarga sera tinggal, mereka tak pernah membiarkan sera mengetahui bantuan yang mereka perbuat.


Bagas berulang kali sudah diberi peringatan oleh roy, namun pria ini tetap keras kepala mempertahan kan sera dengan berbagai alasan. Berulang kali bagas membiarkan sera harus merasakan rasa sakit yang sama. Sera juga harus kecewa karna beasiswa dari salah satu sponsor yang sudah ia dapatkan dengan susah payah harus di hentikan tanpa alasan. Sera bukan tipe yang selalu menceritakan setiap masalah nya, itu lah kenapa ia rela bekerja keras untuk menutup segala pengeluaran yang seharus bisa di atasi dengan beasiswa yang di cabut itu. Roy berkali-kali memperingatkan bagas untuk memberikan sera perhatian lebih atau melepaskan sera tapi pria ini berkeras untuk tetap mempertahan kan hubungan nya walau jelas-jelas ditentang oleh keluarga nya. Sera lah yang paling di takut kan oleh roy karna sikap keluarga bagas yang tidak mendukung nya dapat menyulitkan sera.


#FlashBack...

__ADS_1


Bagas yang sedang rapat harus bergegas datang kerumah sakit secepat mungkin untuk menemui ibunya yang kondisi nya memburuk. Pikiran pria ini menjadi terpecah belah antara sera yang tak kunjung bisa di hubungin dan ibunda nya yang terbaring lemah di rumah sakit. Kedua wanita ini sangat penting bagi hidup bagas, pria ini tak bisa memilih diantara keduanya. Bagas sangat ingin memiliki hubungan yang baik dengan keduanya namun iya masih tak mampu meluluhkan hati sang ibu untuk menerima sera.


Sera yang belum tahu situasi sebenarnya pun membuat bagas kebingungan harus mulai dari mana menjelaskan kesalah pahaman yang sudah terlanjur memperburuk keadaan ini. Bagas yang awal nya tidak bermaksut untuk melukai sera dengan sandiwara ini malah terbelenggu dengan banyak nya kebohongan yang ia buat untuk menutupi kebohongan lainnya. Pria ini berulang kali menutupi hampir semua mulai dari asal usul sampai tempat tinggal, bahkan sera saja tak tahu pekerjaan apa yang ia jalan kan selama ini, gadis itu tidak pernah menuntut namun bagas paham sera lebih banyak memendam perasaan nya ketimbang mengungkapkan nya. Berusaha mengerti tentu saja sera sudah melakukan nya dengan baik tapi bagas malah membalas nya dengan berbohong dan melakukan lebih sering kencan buta yang di siapakan oleh sang ibu. Bagas tak dapat menolak permintaan sang ibu walau ia tak memiliki perasaan apa-pun di setiap kecan yang di jalankan namun ia juga sudah berulang kali jalan dengan berbagai wanita dengan tingkat sosial yang berbeda demi menyenangkan sang ibu.


"Gimana keadaan mami? ucap bagas saat masuk kedalam ruang perawatan. Pria ini bergegas secepat mungkin untuk datang saat mendengar keadaan sang ibu memburuk dari sambungan telfon yang ia dapat dari bibi yang menjaga sang ibu. Namun apa daya bagas kembali tertipu oleh sang ibu, bukan hal baru jika sang mami yang suka melebih-lebihkan keadaan sehingga membuat semua orang panik. Nyatanya sang mami sedang duduk bercerita dengan helena yang setia menemani nya.


"Mami tahu bagas harus membatalkan rapat dengan perusahaan incaran bagas demi datang kesini, ucap bagas menghempas botol air mineral yang ia pegang.


"Kamu selalu mengabaikan mami semenjak mami berada disini. Ucap sang mami tanpa rasa bersalah. Bagas yang memang lebih memilih bekerja ketimbang menemani sang mami demi menghindari helena yang selalu berada disana.


"Bagas harus kerja mi bukan duduk santai seperti yang mami inginkan. Ucap bagas yang masih marah.


"Terserah apa kata mu tapi mami mau lusa kalian berdua harus bertunangan. Ucap mami dengan tegas.


"Mami kita sudah sepakat mami gak akan ikut campur masalah pribadi bagas kalo bagas ikut membantu perusahaan. Ucap bagas dengan emosi yang meluap-luap. Helena hanya tersenyum mendengar keputusan yang diambil oleh wanita paruh baya itu sangat menguntungkan nya.


"Bagas gak akan pernah setuju, mami stop bagas gak akan pulang kalo mami terus bertindak sesuka mami. Ucap bagas yang terbayang wajah sera.


"Helena pulang lah, siapakan segala sesuatu nya seperti yang sudah direncanakan. Ucap sang mami sambil mengecup kening calon menantu pilihannya itu. Helena pergi meninggalkan pria kesayangan nya itu yang sedang bertengkar dengan sang ibu. Bagas hanya menatap helena dengan sinis karna tak senang gadis itu memanfaatkan segala cara.


"Bagas gak akan pernah mau mii, bagas akan keluar dari perusahaan dan rumah. Ucap bagas sambil mengambil kunci mobilnya.


"Kalo begitu kamu akan melihat gadis miskin itu lebih menderita dari sekarang. Ucap sang mami mengancam bagas menggunakan sera sebagai kelemahan nya. Bagas terpaku dan tak mampu bergerak saat mendengar nama sera menjadi target yang akan diserang ibunya.

__ADS_1


"Bagas gak pernah minta apa-pun dari mami tolong yang satu ini biarkan bagas menikmati kebebasan mi, ucap bagas dengan perasaan hancur saat memikirkan sera akan kembali terluka. Senyuman sera terus terbayang dipikiran nya.


"Mami bisa melakukan apa-pun untuk menghancurkan wanita itu, mami akan buat keluarga nya jatuh berantakan. Guman wanita paruh baya ini melemparkan selembar kertas yang menunjukan berbagai foto kegiatan keluarga sera yang sudah di pantau selama berhari-hari.


"Aku gak perduli gimana caranya kamu akan tetap menjadi milik ku bagas, walau harga diri ku tercoreng aku juga gak perduli selama kamu bersama ku. Guman helena yang masih mendengarkan perkelahian antara ibu dan anak itu dari balik pintu dimana ia sedang berdiri sekarang ini.


"Sera salah apa mii? dia gadis yang sangat baik, bagas sangat mencintai nya mii, ucap bagas dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Cinta saja gak cukup untuk bisa hidup, kamu juga perlu uang dan jabatan nak dan semua itu cuma bisa kamu dapatkan dari helena. Ucap sang mami yang terus memihak pada helena tanpa memperdulikan perasaan sang anak.


"Bagas gak bisa mi maaf, ucap bagas dengan tegas.


"Kalo gitu kamu harus bersiap-siap melihat wanita kesayangan mu itu menangis darah melihat keluarga dan dirinya sendiri hancur. Mami akan membuat semua beasiswa yang ia dapatkan dicabut. Ucap sang mami.


"Dia mendapatkan nya dengan bersusah payah, mami gak bisa menghancurkan begitu saja kehidupan orang lain. Ucap bagas menggenggam erat kunci mobil yang ia pegang hingga membuat telapak tangan terluka dan berdarah.


"Tentu saja mami bisa melakukan apa-pun yang mami mau. Guman sang mami yang masih tak mau mengalah.


"Mami gak akan memaksa mu untuk menikah cepat dengan helena, mami hanya mau kamu bertunangan untuk membuat keluarga helena tenang. Ucap sang mami yang sudah memperhitungkan segala hal.


"Kalo kamu setuju mami gak akan mengganggu kehidupan wanita itu dan mami akan memberikan mu sedikit waktu untuk tetap bisa bersamanya. Helena juga setuju dia akan membiarkan mu tetap bersama gadis itu sampai pertunangan kalian diumumkan secara resmi. Guman wanita paruh baya ini memaksakan segala kehendak nya, walau pun sang suami tidak setuju dengan perjodohan ini tapi ia juga tak mampu menahan sang istri yang terlalu berambisi.


Bagas pergi meninggalkan sang ibu dengan perasaan bercampur aduk. Pria ini marah kepada dirinya sendiri kenapa tidak bisa melindungi satu-satu gadis yang paling ia cintai. Dia harus terus melihat sera tersenyum tapi juga melukai gadis itu diwaktu yang sama. Dia menyalahkan keadaan yang tak pernah berpihak padanya. Pria ini menghabiskan malam disebuah club dengan meminum berbagi minuman untuk membuat nya tenang yang nyata nya tak mampu sedikit pun membuat perasaan nya mereda dari rasa sakit. Di saat itu lah dia bertemu putra yang hadir sebagai bintang untuk malam ini, putra dengan bebesar hati memberi tahukan keadaan sera walau ia sudah di peringatakan oleh sera jangan sampai bagas tahu keberadaan nya. Namun putra sadar sera tak sungguh-sungguh akan membuang bagas begitu saja masih ada kesedihan dimata sera saat tidak adanya bagas disisinya saat ini.

__ADS_1


Putra juga memperingatkan bagas dengan tegas atau dia akan merebut sera dari sisinya. Putra berkata dengan sungguh-sungguh dan itu juga dirasakan oleh bagas. Pria ini bergegas pergi untuk pulang untuk menenangkan diri sebelum pergi menemui sera. Berkali-kali bagas memukulkan tangan nya di dinding kamar sera. Pria ini sangat merindukan gadis itu sehingga dia datang walau tahu sera tak berada disini.


#Jangan lupa vote dan like ya kak, gimana keadaan sera ya kalo dia tahu semua ini?


__ADS_2