
"Bisa kah aku memegang nya raa? tanya bagas. Pria ini tak dapat menyembunyikan perasaan bahagia nya saat mengetahui sera tengah hamil.
"Aku lelah, guman sera sambil menyingkirkan tangan bagas yang berada di kepalanya. Gadis ini terus saja gelisah memikirkan andrew yang ia tinggalkan begitu saja. Sera masih nampak enggan bersama bagas, ia memilih berpura-pura tidur mengingat keadaan antara mekera berdua belum membaik.
"Tidurlah, aku akan membangunkan mu saat sampai. Aku gak akan meminta banyak tapi tolong raa jaga bayi kita dengan baik. Ucap bagas dengan perasaan bahagia. Pria ini sangat bersemangat memikirkan hal-hal kecil yang bisa mereka lalui bersama.
"Bukan kah tuhan itu adil dia memberikan kita bayi kecil itu untuk memperbaiki hubungan kita ra, ucap bagas sambil memegang tangan sera.
"Bisa kah kamu diam, aku sangat pusing. Ucap sera. Bagas memacu mobil dengan kecepatan sedang, membiarkan sera terlelap disamping nya. Memikirkan bahwa dia lah yang sudah menang dan mendapatkan sera sepenuhnya membuat bagas begitu senang membayangkan wajah andrew kalo saja pria itu tau sera sekarang sudah mengandung anak mereka.
"Apa yang harus aku lakukan setelah ini, bodoh nya kamu sera. Guman sera mengumpat dalam hatinya.
#Keadaan andrew.
Andrew menjadi kalut karna kepergian sera begitu saja. Amarah nya memuncak karna merasa cemburu melihat sera pergi berpelukan bersama bagas. Pria ini menghancurkan semua barang yang berada di dekatnya untuk meluapkan perasaan kesalnya.
"Arrgghh seraa, kenapa kita harus betemu aku bisa gila kalo terus memikirkan mu. Ucap andrew berulang kali berteriak. Suara parau pria ini bergema mengisi ruangan.
"Aku menjadi semakin candu akan dirimu raa, suara tawa mu, senyuman manis mu, setiap langkah diri mu membuat ku candu raa. Ucap andrew sambil memukul-mukul dinding rumah. Bukan karna tak bisa tapi andrew menahan diri nya, membiarkan sera pergi karna itu memang keinginan gadis itu sendiri. Darah nya mendidih melihat sera berderai air mata menangisi perkelahian nya dengan bagas.
"Pak tolong bantu saya membersihkan semua ini, maaf pak. Ucap andrew menyuruh penjaga rumah nya. Berjalan saja andrew terayun-ayun merasakan sesak menahan amarah yang mengisi hatinya.
Keadaan menjadi semakin parah untuk mereka bertiga. Perasaan yang menyelimuti mereka di waktu yang salah ini membuat kehancuran bagi diri mereka masing-masing.
__ADS_1
Sedangkan sera memiliki keadaan yang membuat nya terbuai akan sikap andrew yang dingin namun sangat perhatian. Kesendirian yang ia lalui dan ketidak pastian membuat dirinya terkadang lupa akan status nya. Perasaan nya menjadi tak menentu seiring berjalan waktu dan kebersamaan yang mereka lalui bersama. Rasa ingin memiliki jelas pernah telintas bagi kedua nya namun mereka juga bukan orang yang buta akan sekitarnya, mereka juga cukup sadar akan kondisi masing-masing.
Bagas yang terlalu menganggap mudah segala urusan terkadang lupa bahwa sera juga butuh seorang untuk tempat bersandar berbagi cerita. Sera yang terkadang menerima begitu saja saat bagas tak ada kabar selama berhari-hari membuat bagas menjadi terbiasa untuk tak selalu memberikan kabar. Membuat pria ini lupa untuk mengisi kekosongan yang dibutuhkan sera. Dia juga lupa mungkin dia bisa tak terlihat oleh sera namun masih banyak mata yang bisa melihat nya saat ia berkencan atas kemauan sang ibu. Tak sepenuh nya salah bagas berusaha menyenangkan sang ibu walau hati nya tak merasa tenang membohongi sang kekasih terus menerus. Sera berkali-kali berusaha mempercayai bagas walau harus menelan rasa sakit itu, terkadang sera membutuhkan angin segar untuk membantu nya bernafas bukan kah itu hal yang wajar untuk sedikit bernafas dengan hal-hal yang baru. Gadis ini selalu menerima ajakan para sahabat kemana pun pergi termasuk club malam, berusaha menyembunyikan kekosongan dan perasaan kesepian nya sera tak jarang harus meminum alkohol untuk sedikit melupakan hal-hal buruk yang telah terjadi, jelas jalan yang salah tapi setiap orang punya cara tersendiri kan untuk menghibur diri.
Bagas menggendong sera menuju kamar, gadis ini terkulai lemah dan bagas enggan membangunkan gadis cantik ini ia memilih menggendong gadis nya itu menuju kamar. Wajah lelah sera ditambah mata yang membengkak membuat bagas menyesali segala perbuatan nya. Bagas terus saja mengelus wajah sera sambil menciumi kedua tangan gadis yang terlelap ini. Mata tak lepas menatap perut sera membayangkan bayi itu akan segera membesar membuat sera akan kesusahan dalam beraktifitas.
"Aku akan melakukan apa-pun raa demi kamu dan bayi kita, aku janji pada mu raa. Ucap pelan bagas sambil mengelus perut sera.
"Aku gak akan meminta pengampunan mu dengan cepat sayang, aku akan menunggu mu memaafkan aku dengan sendirinya. Ucap pelan bagas sambil memeluk erat gadis nya ini. Sera juga tak bisa menyalahkan bagas sepenuh nya sementara dirinya sendiri tergoda dengan pria lain. Memaki dirinya sendiri telah berulang kali sera lakukan namun tak juga memberi nya ketenangan.
"Aku akan membuatkan mu makan malam, istirahat lah dulu raa. Ucap bagas. Gadis ini hanya duduk terdiam menatap jendela kecil yang berada di kamar nya. Tak menghiraukan bagas tentu saja sengaja sera lakukan, ia merasa tak nyaman harus terus bersama dengan bagas dengan keadaan seperti saat ini. Pikiranya juga terbagi dengan berbagai hal yang ia rasakan.
"Bisakah kita menyembunyikan ini dari anak-anak dulu, ucap sera.
"Kenapa? kamu malu bahwa itu anak milik ku atau kamu gak mau andrew tau kamu hamil. Ucap bagas dengan rasa kecewa mendengar perkataan sera.
"Aku sadar ra aku banyak melakukan kesalahan tapi aku mau kita nikah. Ucap bagas dengan serius.
"Nikah juga butuh restu orang tua bagas dan keadaan kita saat ini apa mungkin? ucap sera gemetar.
"Aku akan keluar dari rumah, tabungan ku cukup untuk membeli sebuah rumah kecil untuk kita. Ucap bagas berlutut dihadapan sera.
"Aku akan mencari pekerjaan lain untuk menghidupi kita raa, ucap bagas.
__ADS_1
"Kehidupan mu akan lebih baik tanpa aku gas, aku bisa pergi dan gak akan mengganggu mu lagi. Ucap sera.
"Seraa, kalo kamu pergi maka aku akan menghabisi nyawa ku sendiri. Ucap bagas sambil menatap sera.
"Kalo kita terus bersama aku yang bisa mati gas, kamu lihat sendiri kan perlakuan helena? ucap sera.
"Selama ini jadi kamu tau siapa wanita yang telah mempermalukan ku bukan? tapi kamu menyembunyikan nya dengan sangat baik bagas. Guman sera dengan rasa kecewa kembali memikirkan insiden yang pernah terjadi akibat perbuatan ibu dari sang kekasih.
"Tolong gas jangan mempersulit semua nya, ibu mu gak akan pernah merestui kita dan aku gak sanggup harus menghadapi tunangan mu dengan sikap nya yang seperti itu. Ucap sera mengingat perlakuan helena yang sangat mengerikan.
"Aku salah ra aku gak tahu harus gimana lagi kalian berdua segalanya bagi ku, ucap bagas meratapi semua kesalahan yang diperbuat oleh sang ibu.
"Kamu gak harus memilihku bagas, bukan kah kamu tau sampai kapan pun restu itu gak akan turun untuk kita. Ucap sera meneteskan air mata memikirkan dirinya akan segera kehilangan bagas.
"Aku gak bisa merubah semua yang telah terjadi raa tapi aku akan berusaha memperbaiki segala hal yang telah aku rusak. Ucap bagas. Melihat sera terus saja menangis hati bagas sungguh terluka.
"Aku lelah tolong jangan mengganggu ku, ucap sera mengalihkan pembicaraan karna ia sudah tak bisa lagi melawan bagas yang sangat keras kepala.
"Makan lah sedikit dulu raaa bukan cuma kamu yang perlu makan, bayi kita juga perlu asupan dari kamu raa, ucap bagas berusaha membujuk sera.
"Dan tolong jangan seperti tadi, andrew gak salah dia membawa ku pulang ke rumah vina tapi aku menolak, aku yang memaksa pergi. Ucap sera memperingatkan bagas.
"Kamu lebih membela andrew ketimbang aku raa? tanya bagas dengan perasaan cemburu.
__ADS_1
"Aku cuma gak bisa ngebiarin orang yang gak salah harus terluka karna aku gas, kamu gak ngerti yaa? kamu pikir aku senang liat kamu berkali-kali tersungkur? tapi kalian senang kan membuat aku terlihat bodoh dengan terus merasa bersalah seperti ini. Ucap sera.
Bersambung......