
Flashback....
Bagas berubah menjadi orang yang keras kepala dan selalu memaksakan kehendak nya. Tak jarang dia menjadi sosok yang ringan tangan pada ku, bahkan dia menjadi arogan dan mudah marah. Terus menerus ia menyiksa ku dengan membawa ku ke pertemuan keluarga nya yang tak pernah menerima ku dengan baik.
"Sudah ku bilang sera jangan coba-coba menjauh saat makan malam sudah di mulai, guman bagas berteriak pada ku.
"Apa kamu buta? tak ada satu pun mata yang ingin aku ada disana. Tolong bagas jangan paksa lagi. Guman ku sambil merasa kesal.
"Itu urusan mereka, tugas mu menemani ku dimana pun aku berada. Ucap bagas sambil mencengkram lengan ku dengan kasar.
"Helena bisa melakukan itu semua dengan baik jangan libat kan aku dengan ini semua. Guman ku kembali melawan bagas yang begitu keras kepala. Bagas yang sudah kalut dengan amarah membawa ku ke sebuah ruangan disalah satu sudut rumah nya. Cengkraman nya yang kasar sungguh menyakitkan. Pria ini memaksa membuka baju ku dengan kasar, mencumbu dengan agresif. Tangan nya sudah meraba setiap jengkal tubuh ku, desahan bagas sangat jelas di telinga ku. Tangisan ku tak dapat meredakan niat nya melucuti setiap helai pakaian yang melekat pada tubuh ku. Meronta pun terhalang dekapan tangan bagas di mulut ku. Sangat jelas dari ciuman ini bahwa bagas sudah menenggak minuman beralkohol yang mungkin saja mempengaruhi tindakan kasar nya pada ku malam ini.
"Aku gak akan meminta maaf atas hubungan kita malam ini raa, aku tahu kamu sengaja menghindari ku setiap saat aku meminta ini pada mu. Guman bagas sambil memberikan ku sebuah handuk untuk membersihkan diri. Aku menyesali tindakan ku yang tengah memprovokasi bagas sehingga dosa ini kembali terulang.
Setelah semua kejadian itu aku begitu takut saat bertemu dengan bagas. Tatapan mata dan semua tingkah nya yang terlihat normal malah membuat ku membayangan kan kejadian malam itu saat dia memaksa ku dengan kasar. Setiap kali kami bertemu aku sangat takut bagas akan memaksa dan memperlakukan ku dengan kasar kembali.
"Seraaa, guman andrew menyapa ku saat aku mulai termenung dengan pikiran ku sendiri.
"Kemarilah jordi sudah menunggu mu, guman andrew yang membawa ku menghampiri jordi yang sedang bermain di taman.
"Dreww boleh kan aku hanya duduk, hari ini aku sedang lelah. Guman ku yang sudah tak tahan melihat cahaya matahari yang begitu menyengat karna kami sudah bermain sedari pagi. Kali ini aku berhasil mendapatkan ijin bagas untuk bertemu dengan jordi, sehingga aku memanfaatkan waktu ini sebaik mungkin bermain menghabiskan waktu bersama jordi. Mungkin ini salah satu cara ku untuk menghindar dari bagas, untuk sesaat aku merasa bagas menjadikan ku tawanan nya setiap kegiatan aku harus melaporkan pada nya. Awal nya aku merasa itu hanya sikap posesif nya pada ku yang akan bertahan sementara tapi sikap nya ini semakin menjadi dan terus menjerat ku hingga kadang aku sengaja melawan.
"Kamu pucat ra, guman andrew menyentuh rambut ku dengan lembut. Sikap seperti ini yang aku butuhkan saat ini. Lagi dan lagi aku menjadi sosok wanita yang menginginkan pria lain selain pria yang aku punya saat ini.
"Jangan seperti ini drew, guman ku sambil tersenyum tipis pada andrew.
"Kamu sudah membaca artikel itu? tanya andrew.
"Kalian terlihat serasi, tawa ku untuk menutupi kecemburuan ku yang melihat foto saat andrew menggandeng seorang wanita cantik disebuah pertemuan bisnis terbesar yang melibatkan semua pembisnis di kota ini turut hadir termasuk bagas. Saat itu bagas juga membujuk ku untuk ikut sebagai patner nya tapi yang ia tidak tahu ibu nya datang pada ku dan mengancam ku dengan menggunakan beasiswa yang tengah aku ajukan.
"Jangan asal bicara raa sampai saat ini perasaan ku masih sama untuk mu, ucap andrew sambil mencubit lengan ku.
__ADS_1
"Dia salah satu teman dan rekan bisnis ku saat ini, kami berteman dari bangku menengah jadi kami terlihat sangat akrab. Ucap andrew berusaha menjelaskan situasi saat itu.
"Kamu gak perlu menjelaskan dreww, itu hak mu untuk bersama siapa pun yang kamu ingin kan. Senyum palsu ku sekali lagi ku perlihatkan untuk menutupi kecumburan ku melihat kedekatan mereka sudah terjalin cukup lama.
"Hubungan kalian baik-baik saja? tanya andrew yang mungkin saja sudah mendengar beberapa hal yang telah terjadi di kafe.
"Aku masih berusaha dengan hal yang sudah pasti gak akan berjalan baik, ucap ku.
"Terus apa yang akan kamu lakukan? butuh liburan atau butuh pria lain? ucap andrew yang terus saja menggoda ku.
"Aku hanya butuh waktu dimana aku sendiri yang akan menyerah. Tapi kenapa kamu menawarkan ku pria? apa ada teman mu yang mempesona? tanya ku sambil sedikit bergurau.
"Aku menawarkan diriku bukan pria lain, jangan berharap banyak sera. Ucap andrew menjewer telinga ku dan pergi untuk menghampiri jordi yang tengah bermain bersama pengasuh nya. Senang tentu saja saat mendengar andrew yang masih saja bisa menggoda ku tapi ada hal lain yang harus aku takut kan saat ini.
"Kalian sudah cukup kan bertemu nya? suara bagas mengejutkan ku saat aku akan pergi.
"Dari mana kamu tahu aku ada disini? tanya ku kesal karna akhir nya aku tahu bagas juga menyuruh seseorang untuk mengikuti ku. Memantau semua kegiatan yang ku lakukan membuat ku merasa semakin tak nyaman bukan hanya keluarga nya sekarang dia juga memperlakukan seperti tahan yang tak boleh melakukan kesalahan sedikit pun.
"Kamu sudah memberikan ijin pada ku, jadi kenapa kamu jadi marah seperti ini. Ucap ku kesal saat melihat bagas seperti tak memperdulikan pendapat ku.
"Jangan membuat ku marah raa kamu tau akibatnya saat aku terpancing emosi kan? guman bagas yang menatap ku dengan senyuman sinis nya.
"Kenapa raa? tanya andrew yang menghampiri ku. Tatapan kedua pria ini beradu saling menyiratkan ketidak sukaan. Aku berusaha menjauhkan andrew dari masalah dan memilih memberikan masalah itu pada diriku sendiri.
"Aku akan pulang dari sini bersama bagas dreww, besok aku akan datang melihat jordi. Ucap ku sambil berpamitan pada andrew yang sama tak rela nya membiarkan ku pergi begitu saja. Andrew pasti merasa kecewa karna aku pergi meninggalkan dia dan memilih bersama bagas tapi membiarkan nya terus terlibat dengan masalah ku juga bukan hal baik aku hanya akan memberikan kenangan yang buruk saat nanti aku pergi.
"Kenapa wajah mu nampak tak senang? aku membawa mu supaya kamu lebih akrab mengenal keluarga ku, guman bagas yang kembali mengajak ku makan malam bersama sejumlah kerabat dekat nya.
"Aku sedang tidak enak badan hari ini gas, boleh kan aku duduk ditaman belakang? gumam ku yang berusaha menjauh dari tatapan orang lain yang menganggap ku menyedihkan.
"Kamu sendiri tidak nyaman untuk apa kamu datang? tanya helena yang datang menghampiri ku dan semakin merusak mood ku malam ini.
__ADS_1
"Bisa kah malam ini kita tak saling mengganggu? tanya ku karna tak senang ketenangan yang baru saja ku rasakan sekarang rusak karna dirinya.
"Kamu lah yang merusak suasana malam ini, lihat lah semua yang berada disini orang-orang penting kalangan atas dan kamu siapa? ucap helena yang mencoba mengungkit status ku.
"Aaaaaaa, teriak helena. Gadis ini sungguh berakal dengan sengaja menjebak ku mempermalukan ku di depan semua orang.
"Apa yang terjadi? guman mami bagas menghampiri kami berdua yang sudah menjadi pusat perhatian.
"Dia marah saat aku bilang yang paling berhak atas bagas karna kami dijodoh kan secara resmi tante, ucap helena yang berusaha mengambil hati keluarga bagas atas insiden ini. Dan aku masih sama seperti sebelum nya berharap bagas bisa membela ku saat situasi ini menyudutkan ku.
"Aku membiarkan mu masuk karna menghargai keputusan ayah nya bagas untuk memberikan bagas waktu untuk memilih tapi kamu malah berbuat jahat pada anak ku? tanya orang tua helena mencerca ku tanpa membiarkan ku membela diri ku sendiri.
"Jadi ini wanita yang di pilih bagas sungguh membuat malu nama keluarga saja, ucap ayah helena memaki ku. Tak ada satu pun yang membela ku bahkan ayah bagas yang melihat semua kejadian itu hanya memandang ku dari kejauhan.
"Maafkan saya tapi saya yakin ini hanya ketidak sengajaan, guman bagas.
"Kamu bodoh bagas? gadis ini mempermalukan mu. Guman mami bagas sambil menyudutkan ku.
"Mami bisa membela helena kalau gitu aku juga akan membela sera karna aku yakin dia gak akan melakukan hal bodoh seperti itu. Guman bagas dengan tegas didepan semua orang yang sedang menatap kami.
"Kamu gak bisa membalas atau menghindar? ucap bagas membawa ku pergi dari pesta ini.
"Sejak kapan aku punya kesempatan untuk membela diri ku sendiri? ucap ku yang lesu tak bersemangat.
"Kenapa kamu memasrahkan kejadian seperti itu terus menimpa mu? kamu sengaja untuk mencari perhatian? ucap bagas yang malah menyalahkan ku.
"Kenapa kamu menatap ku seperti itu? tanya bagas yang tak mendapat jawaban ku malah mendapat tatapan sinis dari ku.
"Lepaskan aku gass, aku bisa pulang sendiri. Guman ku yang tak suka pada sikap bagas.
"Kamu pulang bersama ku, kamu gak punya hak untuk menolak ku. Guman bagas menarik ku paksa masuk kedalam mobil.
__ADS_1
Bersambung....