
"Menjauh lah dreww, semakin kamu begini aku gak bisa berbuat apa-pun lagi. Ucap sera yang hampir menangis. Tatapan andrew belum juga menyiratkan kepuasan walaupun sudah mengeluarkan semua isi hati nya. Pria ini masih saja menyiksa sera dengan berbagai pertanyaan yang tak akan mampu sera jawab satu pun.
"Berhenti lah menangis sera, aku akan meninggalkan mu untuk istirahat asal kamu berhenti menangis. Guman andrew yang tak tahan melihat sera menangis.
"Berjanji lah pada ku dreww, kamu akan pulang kasihan jordi atau berikan dia padaku. Ucap sera merayu andrew.
"Hanya jordi yang kamu pikirkan raa? tanya andrew karna merasa tak di perdulikan oleh sera.
"Kamu tahu betul posisi ku seperti apa tolong jangan buat aku semakin bingung dreww, guman sera sedikit menjauhi andrew.
"Kenapa harus aku yang pergi? kamu yang sudah masuk dalam kehidupan ku mengacaukan semua raa, kamu membuat ku gak mengerti akan perasaan ku sendiri. Ucap andrew yang tak tahan lagi akan sera yang selalu berusaha menjauh.
"Kalo aku yang pergi apa cukup untuk membuat mu tenang? tanya sera sambil berlinang air mata.
"Jangan coba-coba melakukan hal bodoh sera, guman andrew sambil membanting pintu dan keluar dari kamar vina meninggalkan sera yang tak berhenti menangis. Pria ini tak mampu lagi berhadapan dengan sera yang terus saja melawan setiap ucapan nya, andrew hanya berharap sera mendengarkan ucapan nya dan mereka bisa berbaikan seperti sebelum nya tapi sera selalu berusaha mendorong dirinya untuk menjauh hingga andrew tak bisa lagi mengatakan apa-pun untuk membuat keadaan menjadi membaik.
"Vin aku balik duluan ya? ucap sera menghampiri vina dan nisa diruang tamu.
"Kenapa? andrew mengganggu mu raa? ucap nisa.
"Gue gak enak badan mending gue balik aja, ucap sera mengambil jaket miliknya.
"Loe bohong andrew juga barusan turun dengan muka masam kalian pasti bertengkar. Ucap vina penasaran.
"Gue balik duluan nanti gue kabarin ya, bye sayang. Ucap sera mencium kening kedua sahabatnya ini. Mata sera tertuju pada sebuah mobil yang terparkir di depan rumah vina.
Tokk.. tokk
Sera mengetok kaca mobil yang terparkir itu.
"Siapa yang menyuruh kalian? Helena atau keluarga perwira? tanya sera sambil memperhatikan seisi mobil itu yang terdiri dari dua pria yang mengenakan pakaian serba hitam.
"Anda salah sangka kami tidak mengenal anda, ucap salah satu pria itu.
"Kalo begitu untuk apa kalian selalu berada diluar kos ku dan sekarang ada disini? barikan aku alasan logis atau aku akan melaporkan kalian. Ucap sera.
"Silahkan laporkan anda tak akan mampu melawan atasan saya, ucap pria itu.
"Kalo begitu sampaikan pada atasan kalian aku juga tidak takut dan tolong temui aku kalo memang mereka berani, ucap sera pergi meninggalkan mobil itu. Gadis ini pulang dengan keadaan kesal dengan semua masalah yang ia harus hadapi.
"Kenapa pulang gak kasih kabar? aku sampai ke caffe tapi kamu udah gak ada. Ucap bagas saat tiba dirumah.
"Benarkah? ponsel ku seperti nya mati ditas lihat lah sendiri. Ucap sera sambil menyibukan diri dengan masakan nya.
"Helena ke caffe? tanya bagas.
"Hmmm, mandi lah dulu aku akan pergi membeli sesuatu sebentar. Ucap sera sengaja menghindari semua pertanyaan bagas.
__ADS_1
Brukkk.....
Sera tersungkur dilantai setelah mendapat dorongan yang sangat keras dari pria dibelakang nya. Sera merintih kesakitan hingga membuat penjaga toko harus membantu nya untuk bangkit.
"Kamu pergi atau aku akan menghancurkan seisi toko mu ini, ucap sesosok wanita paruh baya itu terhadap penjaga toko. Samar-samar sera mengenali suara wanita itu.
"Kamu tahu kan siapa saya? ucap ibunda bagas sambil menarik lengan sera.
"Berani sekali kamu membujuk bagas untuk meninggalkan rumah dan hidup bersama mu di tempat ini. Ucap wanita paruh baya ini dengan kasar. Sekeliling toko ini sudah di penuhi warga yang ingin membantu namun terhalang beberapa pria besar yang berjaga diluar.
"Itu kemauan bagas. Saya tidak ada campur tangan dengan pilihan hidup nya. Ucap sera terbata-bata.
"Berapa pun yang kamu minta akan ku beri dengan syarat kamu harus meninggalkan bagas. Ucap sang mami dengan sombong nya. Sera merasa terhina dengan perkataan yang di lontarkan ibunda kekasihnya itu. Badan nya gemetar mendengarkan setiap hinaan yang ditujukan kepadanya.
"Kenapa saya tidak boleh bersama bagas? salah saya apa sampai diperlakukan seperti ini. Ucap sera berusaha membela diri.
"Sudah jelas kamu tidak sebanding dengan keluarga kami, pergi lah kalo kamu merasa terhina jangan cuma diam dan bertahan hanya demi sejumlah uang yang ingin kamu miliki. Ucap wanita ini.
"Sebutkan berapa yang kamu mau, saya akan tuliskan sekarang dan kamu tidak perlu bertahan di sisi bagas lagi. Ucap wanita ini mengeluarkan selembar cek dari tasnya.
"Aku yakin kamu cukup cerdas. Bukan kah kamu juga mendapatkan beasiswa dikampus? tanya wanita itu.
"Tapi sayang salah satu beasiswa mu dicabut bukan, terima lah uang ini anggap saja sebagai pengganti beasiswa yang saya hilangkan itu toh jumlah nya berkali-kali lipat lebih banyak. Ucap wanita itu sambil melemparkan selebar cek kepada sera.
"Anda yang menghentikan beasiswa saya itu? Kenapa? saya mendapatkan nya dengan jujur. Ucap sera semakin kesal setelah mendengar semua perkataan wanita paruh baya ini. Bagas berlari dengan cepat setelah melihat kerumunan warga di salah satu toko tempat sera biasa berbelanja.
"Hentikan semua ini, minggir kalian semua. Teriak bagas pada pria penjaga.
"Cukup mii apa-apaan semua ini, ucap bagas berteriak saat berhasil masuk.
"Ini gak seperti yang kamu lihat sayang, ucap sang mami mencari pembenaran. Mata bagas hanya tertuju pada sera yang terus saja menundukan kepalanya.
"Kenapa mami kesini? bagas sudah bilang gak akan pernah pulang selama mami gak bisa berubah. Ucap tegas bagas.
"Bukan sera yang memaksa bagas pergi, bagas yang gak tahan dengan sikap mami yang seperti ini. Suara bagas terdengar lantang saat berdebat dengan sang ibu.
"Kenapa kamu membela wanita murahan ini, kenapa kamu sangat menurut pada nya ketimbang ibu kandung mu sendiri? teriak wanita itu. Sera yang tak sanggup lagi mendengar semua itu berdiri keluar dari toko meninggalkan bagas yang masih berdebat dengan sang ibu.
"Kasihan gadis itu diperlakukan secara tidak adil.
"Biarkan saja mungkin ibu itu ada betul nya. Bisa saja gadis ini hanya mau mendekati pria itu karna harta. Sera harus mendengar semua itu saat melewati kerumunan warga, tak semua orang mengerti keadaan yang ia lalui. Beberapa orang bahkan menyalahkan nya, kemudian mereka membenarkan perlakuan wanita paruh baya itu padanya.
"Seraa, teriak bagas berlari menyusul sera sesaat setelah sang ibu di paksa nya untuk pergi dari lingkungan ini.
"Raaa, panggil bagas saat melihat sera sedang duduk disebuh sofa. Gadis ini hanya diam tak memberikan nya tanggapan apa-pun. Mata sera terlihat sangat bengkak karna menangis, bagas merasa bersalah karna harus membiarkan sera melalui semua ini sendirian.
"Mana yang terluka raa? tanya bagas melihat disekujur tubuh sera.
__ADS_1
"Makan dulu gas kamu baru pulang kerja pasti lelah, ucap sera.
"Menangis lah ra jangan dipendam seperti ini, aku lebih rela kamu memukul ku sekuat mungkin ketimbang melihat mu diam seperti ini. Ucap bagas berlutut di depan sera.
"Ibu mu yang menghapus beasiswa ku? kamu tahu itu semua gas? ucap sera dengan mata berkaca-kaca.
"Aku baru tahu saat kamu berada dirumah sakit kemarin, roy yang memberitahu ku. Ucap bagas pelan.
"Maafkan aku ra kamu harus melewati ini semua karna aku, ucap bagas memohon pada sera. Gadis ini enggan menjawab apa-pun lagi, sera berdiri membawa bagas untuk menyantap makanan yang sudah ia siapkan.
"Raaa kamu kenapa? tanya bagas saat melihat darah mengalir dari celah-celah kaki sera.
Sera merintih kesakitan dan membuat bagas ketakutan melihat kekasihnya itu merintih sambil meremas perut nya dengan kuat.
"Kita kerumah sakit raa? ucap bagas berusaha menggendong sera.
"Gakk aku gak mau gas, aku mau disini aja. Ucap sera gemetar.
"Tapi kamu berdarah raa, ucap bagas melihat sera terus saja merintih.
"Aku baik-baik aja aku gak mau kerumah sakit, ucap sera.
"Tenang lah jangan menangis seperti ini aku sangat takut melihat mu seperti ini raa, bagas memeluk sera dengan erat.
"Panggil dokter itu kemari gas, ucap sera. Bagas merebahkan sera ditempat tidur sambil terus menemani kekasihnya itu.
"Perhitungan ku benar, sekarang apa yang harus aku lakukan. guman sera dalam hati. Bagas terlihat sangat gelisah menamani sera saat diperiksa oleh dokter keluarga bagas.
"Kalian masih muda masih bisa berusaha lagi, sekarang kamu hanya perlu banyak istirahat. Ucap dokter itu pada sera.
"Apa yang sedang om maksut? tanya bagas karna tak mengerti apa yang baru saja dikatakan dokter itu.
"Kita bisa menyebut ini seperti keguguran atau dia sedang datang bulan. Ucap sang dokter.
"Om sudah bilang kan untuk cepat datang kerumah sakit untuk pemeriksaan. Ucap sang dokter sambil menuliskan resep obat penahan nyeri dan menyerankan sera untuk pergi kerumah sakit. Bagas telihat kecewa saat mendengar kata keguguran keluar dari mulut sang dokter, angan-angan akan segera menjadi seorang ayah harus kembali gugur dan menjadi kekecewaan.
"Kalo tanpa pemeriksaan om gak bisa memberikan obat sembarangan, maka itu kemarin om suruh kalian untuk datang pemeriksaan kehamilan untuk memastikan kandungan mu.
"Ini sangat sering terjadi di usia kehamilan yang sangat muda seperti sera, bisa jadi karna faktor stres yang dialami sang ibu atau memang kondisi kandungan yang tak cukup kuat. Ucap dokter berusaha memberikan pengertian pada bagas yang terlihat sedih dan kecewa.
"Nak kalian masih muda kalian masih bisa berusaha lagi, tapi saat nanti kalian menginginkan nya dengan bersungguh-sungguh kalian juga harus melakukan pemeriksaan secara bertahap jangan seperti sekarang ini kalian acuh tak acuh saat sudah seperti ini baru merasa menyesal. Ucap sang dokter memberikan peringatan kepada sera dan bagas.
"Maafkan aku gas harus berbohong, guman sera dalam hati saat melihat bagas begitu kecewa hingga menangis disamping nya.
Bersambung.....
Warning....
__ADS_1
Author gak menyarankan kalian mengikuti cara sera berbohong ya kakak 😞