Strong Women

Strong Women
Part 74


__ADS_3

"Ayo kita makan malam bersama, ucap sang mami sambil duduk dihadapannya.


"Bagas masih banyak kerjaan mi gak bisa, ucap bagas sinis.


"Tinggalkan, makan malam sama mami lebih penting, ucap sang mami.


"Bagas gak lapar mii, mami aja pergi yaa. Ucap bagas. Bagas sadar makan malam ini bukan hanya akan ada dia dan keluarganya tapi juga ada helena dan ayah nya yang ikut hadir.


"Cepat mami akan tunggu kamu di bawah, ucap sang mami berjalan meninggalkan ruangan itu.


Bagas dengan berat hati harus ikut dalam makan malam ini. Dia mengemudikan mobil nya bersama sang kakak yang sedang bermain ponsel. Rasa frustasi bagas rasakan karna tidak bisa menjemput sera karna banyak nya pekerjaan di tambah lagi paksaan seperti ini yang menghabiskan banyak waktu di luar ketimbang menyelesaikan pekerjaan di kantor.


Mereka berhenti disebuah restoran super mewah yang berada ditengah kota. Bagas hanya duduk sambil berbincang dengan sang kakak menyibukan dirinya yang masih gelisah memikirkan sera. Sang mami sedang berbual dengan ayah helena yang seorang pengusaha dan juga seorang pejabat tinggi. Keluarga helena memang bukan orang sembarangan di kota ini mereka sangat terpandang dan bisa melakukan apapun yang mereka kehendaki. Makan malam ini begitu lama karna sang mami dengan sengaja mengulur waktu.


"Seraa, ucap putra yang melihat sera berhenti menatap sebuah pintu kaca besar dihadapannya. Pria ini mengahampiri sera yang sudah terpaku pada sebuah meja, mata gadis itu sudah berlinang menatap seseorang yang ia kenal sedang duduk bersama wanita lain. Walaupun bukan hanya mereka berdua yang duduk dimeja itu namun sera sangat terpukul melihat bagas duduk bersama helena. Saat dulu sera bertanya apa hubungan mereka bagas dengan lantang tidak ingin membahas hal itu dan kemudian dia berkata hanya sebatas kenalan. Namun saat ini mereka duduk disatu meja yang sama, dimana bagas tidak menepati janji nya untuk datang menjemputnya malah mereka duduk menghabiskan waktu untuk makan malam bersama.


"Cukup sera, jangan dilihat lagi. Ucap putra menutup mata gadis yang sudah melelehkan air mata itu. Sera sudah menangis sesenggukan melihat bagas tampak nyaman bersama dimeja itu tanpa berusaha mencoba mencarinya.


"Ayo kita pergi aku akan membelikan mu sebuah kue yang manis, guman putra membawa sera berjalan menuju mobil miliknya. Gadis ini hanya memalingkan wajah nya ke jendela. Dia sedang gusar merasakan semua hal aneh yang terjadi. Bukan hanya helena yang duduk di meja itu melainkan seorang wanita paru baya yang sangat dia ingat pernah menampar wajah nya saat masih bekerja di caffe milik hendra. Wanita yang dengan kasar mempermalukan nya itu duduk bersama bagas. Hati gadis ini benar-benar tak mampu tenang begitu saja.


"Ayo turun, tunggu lah aku di bangku sana. Ucap putra membuka kan pintu mobil untuk gadis yang sedang sedih itu. Sera menunggu disebuah bangku taman yang menghadap ke sebuah danau kecil. Putra sedang mengantri disebrang jalan tempat sera menunggu.


"Nah kamu pasti suka, ucap putra memberikan segelas minuman dingin kesukaan sera.


"Kaa ini ada coffe nyaa, ucap sera sambil melepehkan air di mulutnya.


"Haha, sini sini tukar itu berarti punya ku. Guman putra menukar minuman nya sambil tertawa.

__ADS_1


"Sudah minum lah jangan bersedih lagi ya, ucap putra mengusap rambut sera.


"Terimakasih ka, ucap sera dengan sedikit rasa tenang karna putra tak bertanya sedikit pun tentang masalah tadi.


"Jadi aku antar besok atau gak ? guman putra.


"Jadi kalau bisa lebih cepat lebih baik kaa, ucap sera.


"Kenapa ? kamu gak ingin dirumah. Ucap putra penasaran.


"Iya bisakah kamu menjemput ku lebih cepat, ucap sera sambil menyantap cake yang dibeli putra.


"Kamu pegang ponsel ku yang ini, guman putra menyerahkan ponsel kerja nya untuk sera.


"Tapi bukan nya ini ponsel untuk kerja kaa, jangan lah nanti kalo ada yang penting gimana. Ucap sera.


"Gampang kamu tinggal jawab aja atau gausah di jawab pun gak masalah. Ucap putra.


"Nanti kamu sakit perut kaa, ucap sera sambil tertawa.


"Yasudah kalo kamu gak mau kasih aku pergi beli aja lagi, ucap putra sambil berdiri.


"Ih ngambek yaa, ucap sera menyodorkan gelas miliknya.


"Cepat selesaikan makan mu, baru aku akan mengantar mu pulang. Ucap putra.


"Raa ko rasa nya gini ? ucap putra.

__ADS_1


"Kamu kan habis minum coffe ka ya pasti aneh lah rasa nya putraaa. Ucap sera tertawa.


"Aku masih mau disini nanti aja pulang nya boleh? ucap sera.


"Boleh, aku akan mengambilkan mu jaket, ucap putra beranjak ke mobil nya.


"Gue harus cari tahu kemana tentang mereka, ucap sera menghembuskan nafas berat ingin menangis.


"Pakai ini, putra memberikan sebuah jaket yang ia simpan didalam mobil nya.


"Sebentar aku angkat telpon dulu ya raa, ucap putra sedikit menjauh. Sera hanya menatap putra yang sibuk berbincang tak jauh dari nya.


"Kerjaan gak ada habisnya, kapan aku bisa liburan kalo gini. Ucap putra mengeluh sambil duduk kembali disamping sera.


"Kalo memang sudah suntuk ya pergi aja kaa kenapa kamu banyak berfikir. Ucap sera.


"Baik bu dosen, ucap putra sambil tertawa.


"Uang bisa dicari kan kaa tapi kalo kamu sudah sakit untuk apa lagi uang mu itu, ucap sera menatap putra.


"Jadi kita kemana ? ucap putra balik menatap sera.


"Maksudnya ?


"Kamu bilang mau liburan, ayo kita pergi. Ucap putra tertawa.


"Haha, kamu ngajak aku nih aku bawa anak anak loh nanti. Ucap sera menggoda putra.

__ADS_1


"Gak masalah, bawa aja kalo mereka mau. Ucap putra.


#Happy reading kaaa jangan lupa vote dan like yang banyak yaa kaka 👌


__ADS_2