Strong Women

Strong Women
Part 117


__ADS_3

"Vin tolong aku untuk melihat kondisi andrew, ucap sera dalam sambungan telepon.


"Tapi keadaan mu gimana raa? bagas melukai mu? ucap vina merasa khawatir.


"Aku baik-baik saja vin tapi andrew aku meninggalkan nya begitu saja, ucap sera sedikit gemetar saat mengingat andrew.


"Aku akan mencari tahu kabar andrew nanti aku akan memberikan mu kabar ya, kita bisa ketemu ra? ucap vina.


"Aku masih kurang sehat tapi aku akan terus mengabari mu, jangan kesini aku gak mau ngeliat kalian bertengkar lagi dengan bagas. Ucap sera.


"Aku paham raa kamu jaga diri baik-baik ya, aku akan kerumah nisa dulu. Ucap vina.


"Nisa kenapa? tanya sera dengan serius.


"Ayah membawa anak nya yang lain untuk tinggal bersama mereka, ucap vina mencerita kan masalah yang tengah dihadapi oleh nisa.


"Tolong jaga nisa dengan baik vin jangan biarkan dia melakukan hal-hal bodoh. Ucap sera.


"Dan kamu juga jangan bodoh jangan terus mengunci diri dirumah, keluar lah untuk bersenang-senang. Ucap vina berusaha menghibur sera.


"Putra terus menanyakan mu jadi aku terpaksa menceritakan semua nya, maaf raa. Ucap vina.


"Benarkah? Aku akan menghubungi putra nanti. Berhati-hati lah saat menyetir cantik. Ucap sera menggoda vina.


"Aku akan menelepon mu saat sampai dirumah nisa sayang, ucap vina.


"Belum sarapan tapi sudah sibuk dengan vina ya, tanya bagas menggoda sera.


"Kamu mual atau pusing gak ra? tanya bagas sambil menyodorkan segelas susu untuk sera.


"Aku pusing kalo mendengar suara mu. Ucap sera ketus.

__ADS_1


"Mau pergi berbelanja gak? ucap bagas.


"Jangan berpura-pura baik gas aku lelah dengan sikap mu. Ucap sera. Bagas berusaha mengerti akan sikap sera.


"Beristirahat lah sayang biar aku yang akan menyiapkan sarapan untuk mu. Ucap bagas bersemangat.


"Kamu sudah tak mencintai ku lagi gas? tanya sera.


"Ada apa dengan pertanyaan mu yang gak masuk akal itu raa, ucap bagas.


"Tapi kenapa kamu menyembunyikan diri mu selama ini dari ku, apa aku tidak cukup pantas untuk terlibat dalam hidup mu? tanya sera.


"Awal nya aku gak berniat untuk berbohong tapi lama kelamaan aku gak tau harus memulai nya dari mana untuk memberi tahu kamu semua nya, ucap bagas.


"Jadi selama ini kamu bekerja diperusahaan mu sendiri? berhari-hari kamu meninggalkan ku tanpa kabar, kamu sangat menikmati menyiksa ku dengan perlahan, ucap sera.


"Aku juga sudah berusaha mengerti kamu raa, ku biarkan kamu bekerja di rumah pria lain, bersenang-senang di club malam apa kamu kira itu bukan suatu kebebasan. Ucap bagas.


"Aku bekerja karna aku ingin membahagiakan mu raa, ucap bagas.


"Tapi kamu jadi lupa kalo aku juga perlu perhatian mu, kamu kira kenapa aku selalu ke club? dikamar sebesar ini aku selalu sendirian tanpa kabar, kamu kira aku gak tersiksa. Ucap sera.


"Terus apa aku harus diam aja melihat kamu bekerja siang dan malam sendirian, aku cuma pengen kamu bisa hidup yang lebih baik karna itu aku bekerja dan menyerahkan sebagain gajih ku untuk kamu raa, ucap bagas yang sudah tersulut emosi.


"Tapi kenapa kamu bohong, kamu takut aku akan meminta lebih pada mu? sekarang kamu sudah tunangan dengan helena untuk apa lagi kamu ada disini. Ucap sera dengan suara yang mulai tinggi.


"Bukan cuma uang yang aku perlu gas, kalo saja aku mau dengan mudah aku bisa mendapatan kan andrew dan hidup berkecukupan. Kenapa aku harus menunggu pria sialan seperti mu? ucap sera menghempas ponsel miliknya karna merasa kesal.


"Andrew.... andrew kenapa harus dia terus yang kamu sebut? kamu menyukai pria itu? tanya bagas membentak sera.


"Kenapa? apa kamu mulai merasa gila saat mendengar aku menyebut andrew. Itu belum seberapa bagas, kamu kira aku bisa bernafas saat aku melihat mu berciuman dengan helena? kamu menyukai bibir wanita itu? bagaimana rasanya apakah lebih baik dari ku? tanya sera dengan emosi yang menggebu-gebu.

__ADS_1


"Jadi selama ini kamu fikir aku ini apa gas? pecundang yang cuma memikirkan harta mu? atau apa yang kamu pikirkan tentang ku? guman sera terbata-bata sambil menangis.


"Kamu tau aku pernah beberapa kali bertemu ibu mu, dia merendahkan ku dengan sangat baik, sekarang aku tahu kenapa ibu mu memperlakukan ku seperti itu karna dia takut harta mu akan jatuh kepada gadis miskis seperti ku, ucap sera. Bagas tak pernah mempertimbangkan dengan baik bahwa ibu nya bisa dengan mudah menyakiti sera tanpa harus menunggu lama dan sekarang dia sadar bahwa ibu nya dengan sengaja menyakiti sera dengan perlahan hinggu luka itu akan sangat sulit dihapus oleh sera.


"Kamu melihat ku dengan helena? bersama siapa kamu pergi ke pusat kota? siapa sera yang bersama mu? ucap bagas bertambah cemburu.


"Kamu memang pembohong yang sangat baik bagas, kamu berjanji kepada ku untuk menjemput ku tapi kamu malah menghabiskan waktu bersama wanita lain. Ucap sera.


"Bukan seperti itu aku bisa menjelaskan sera, dengarkan aku dulu raa. Tapi kenapa kamu tidak datang pada ku saat kamu melihat ku? tanya bagas.


"Untuk apa? mengganggu ciuman mu dengan helena atau aku harus menonton adegan mu itu? tanya sera.


"Aku tanya sekali lagi dengan siapa kamu pergi sera? ucap bagas.


"Aku pergi dengan putra sehabis bekerja dia membantu ku melupakan janji dengan seseorang yang tengah sibuk bercumbu dengan wanita lain. Ucap sera menatap kesal bagas. Perdebatan antar keduanya semakin jauh dan menyakit kan, mereka sama sama mengeluarkan apa yang mereka tahan selama ini.


"Kamu bodoh ra, kenapa kamu harus pergi dengan putra apa kamu gak bisa membaca prilaku nya? dia menyukai mu tapi apa ini kamu malah memberikan celah. Ucap bagas.


"Kenapa kamu marah? setidak nya dia cukup banyak menghibur ku di saat aku betul-betul perlu seseorang untuk bersandar. Ucap sera.


"Kita memang gak cocok bagas, status sosial pun kita bertolak belakang. Jadi bisa kah kita berpisah? ucap sera.


"Sera aku gak akan melepaskan mu, kamu segala nya bagi ku. Aku tahu kesalahan ku biarkan aku menebus semua nya. Ucap bagas berusaha mendekati sera yang terus menjauhi dirinya.


"Dia bayi ku jangan pisahkan aku dengan bayi ku raa, ucap bagas berlutup memohon pada sera.


"Jangan terus mencari pembenaran gas dengan alasan bayi ini. Bagaimana rasa bibir helena? lebih baik bukan dari ku? ucap sera dengan deraian air mata yang turun.


"Ibu mu juga gak akan pernah melepaskan ku kalo saja dia tahu aku sedang mengandung anak mu gas, dia pasti akan berusaha menyelakai bayi ini. Jadi aku mohon biarkan aku pergi. Ucap sera meronta kepada bagas.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2