Strong Women

Strong Women
Part 109


__ADS_3

Bagas telah mengurus semua masalah administrasi untuk semua pengobatan sera. Sekarang ia bisa dengan bebas menggunakan kekayaan nya untuk membuat sera nyaman. Ia tak ingin lagi di anggap tak mampu atau harus menerima kenyataan bahwa sang kekasih menerima perlakuan yang baik dari pria lain sedangkan dia tidak bisa berbuat apa-pun. Bagas kembali duduk menunggu bersama yang lain tentang kabar sera. Seisi ruangan ini tengah gusar menunggu kabar, andrew yang masih tetap tenang membuat bagas bertambah marah melihat pria itu masih tetap ingin bersama sera setelah apa yang ia katakan sore tadi.


Mata roy terus saja menatap bagas yang masih kukuh duduk bersama mereka setelah berulang kali diusir. Roy sangat tidak ingin sera bangun dengan keadaan ketakutan seperti hal nya saat acara sore tadi. Namun bagas lebih keras dari biasanya pria ini tetap tidak ingin meninggalkan sera begitu saja, tentu saja ia mempunyai hak secara sah ia memang masih kekasih sera yang belum diputus atau pun ditinggalkan oleh gadis itu.


Gadis yang harus terluka karna kebenaran yang mungkin banyak yang bilang tidak seberapa dan kenapa harus marah hanya untuk sebuah kebenaran tingkat sosial seseorang. Bukan kah dengan tingkat sosial yang lebih tinggi bisa membuat sera lebih bahagia, bisa memenuhi kebutuhan dan bisa memiliki apa-pun yang di inginkan. Tapi kembali lagi pada prinsif hidup masing-masing orang, mungkin hal nya sera tidak akan terlalu terluka kalo mengetahui lebih awal tentang semua ini, mungkin juga sera bisa lebih menerima bagas yang selalu pergi hingga berminggu-minggu tanpa alasan yang jelas. Dan mungkin saja bisa menghentikan bagas untuk tidak terus berbohong lagi dan lagi hanya untuk menutupi kebohongan lain yang sudah terlanjur terjadi. Setiap hal kecil mau pun besar yang terjadi di kehidupan bagas belum ada yang di ketahui sera secara pasti. Semua di tutupi dengan rapat dan rapi hingga hari ini akhirnya pedang yang di peruntukan bagas untuk menjaga sera berubah haluan menjadi senjata yang melukai gadis itu


Sera berkali-kali menyakinkan dirinya sendiri untuk tetap percaya akan bagas walau sama sekali tidak ada kabar. Bukan hanya helena wanita yang ia lihat tapi beberapa wanita lain, sera masih tetap menyakinkan dirinya sendiri untuk tetap percaya. Mungkin bagi bagas tidak memberikan kabar sudah biasa atau dia terlalu percaya bahwa sang kekasih akan lebih mengerti ke sibukan nya dan menerima begitu saja ke kurangan nya ketimbang yang lain. Beberapa hal dilewatkan oleh bagas namun sera tak terlalu mengambil pusing untuk menekan pria nya untuk terus tetap bersama nya. Disela-sela waktu itu lah terkadang sera juga masih ingin sedikit perhatian lebih tapi tak mendapatkan nya, gadis ini lebih memilih menyibukan diri dengan bekerja untuk sedikit melupakan keinginan yang tak akan tercapai itu.


Sera enggan menyalahkan andrew yang membuat hatinya terkadang gundah. Gadis ini lebih nyelahkan dirinya sendiri karna tak kuat dan tergoda oleh pria lain selain bagas. Terkadang sera egois memanfaatkan keadaan yang ada demi kenyaman dirinya sendiri, itu lah kenapa sera selalu mencoba memahami bagas lebih dan lebih karna dia sadar bukan hanya bagas yang salah dia juga telah salah memilih jalan hingga membuat nya tersesat dan gelisah. Sesaat andrew memberikan dia waktu, perhatian yang ia butuhkan terlena tentu saja sera sangat menyukai keadaan seperti ini. Jauh dari kasih sayang orang tua membuatnya terkadang ingin merasa memiliki sesorang yang selalu ada kapan pun yang ia butuh.


Walau kesulitan ekonomi sera tak pernah meminta pada bagas yang berlebihan karna ia sadar bagas sudah berusaha sekuat tenaga untuk membiayi kost dimana sera tinggal sekarang. Sera memilih bekerja demi untuk memenuhi kebutuhan hidup nya sendiri ketimbang menjadi beban bagi bagas. Mandiri tentu saja sera mampu mengerjakan apa-pun demi sesuap nasi. Bahkan bagas terkadang merasa sera terlalu mandiri sehingga tak membutuhkan dia. Sekali pun tak pernah mengeluh sedikit pun tentang pekerjaan nya, dia selalu mengerjakan dengan sungguh-sungguh hingga tuntas.


Bagas sangat bergantung pada sera, saat-saat ia kesusahan dalam pekerjaan sera selalu menjadi tumpuan nya berbagi cerita. Sera selalu mampu membuat nya tenang dan kembali bersemangat. Bagas memang tak pernah dengan sengaja menduakan sera, walau dia selalu menuruti sang ibu ia tak pernah menaruh hati pada wanita mana pun yang ibu nya pilihkan untuk nya selain sera. Bagas memang tergila-gila pada sera, mereka berdua selalu berusaha menyemangati satu sama lain. Bukan cuma untuk urusan ranjang yang bagas butuhkan tapi kepuasan hati dan pikiran pun bagas bisa dapatkan dengan sera. Pria ini memang sangat mencintai sera terlalu dalam hingga tanpa sadar telah melukai gadis itu diwaktu yang sama. Mereka memang melakukan kesalahan tapi mereka melakukan dengan sadar dan keinginan berdua. Berbagi ranjang sebelum pernikahan tentu saja salah, sera berulang kali telah mengutuk dirinya sendiri untuk kesalahan yang ia buat tapi terkadang ia juga tidak menyesali karna melakukan nya bersama orang yang ia cintai.


Nisa tak mampu menahan amarah nya karna terus saja melihat bagas disekeliling mereka.


"Plaakkkk, nisa menapar bagas dengan sangat keras. Gadis ini menghujat bagas yang hanya bisa tertunduk menerima semua perkataan yang sepenuhnya benar dari sahabat kekasihnya itu.


"Gue harap loe bakal kehilangan sera jadi loe bakal tau gimana rasanya ditinggalkan begitu aja, ucap nisa dengan penuh amarah. Bagas yang hanya diam karna lebih gelisah memikirkan sera ketimbang rasa sakit karna menerima tamparan. Bagas sadar tak ada satu pun yang ada diruangan ini yang akan mendukung nya lagi seperti dahulu.


Mereka semua pergi menemui sera yang sudah berada diruang perawatan. Gadis ini masih terbujur lemas dengan selang infus dan selang oksigen menemani tidurnya. Bagas sangat terluka melihat sera tersiksa seperti sekarang ini karna ulahnya. Nafas nya terdengar sangat berat, wajah nya sangat pucat dengan bibir yang sedikit membiru dengan bekas luka yang tertinggal karna sera menggigit bibirnya sendiri hingga berdarah sore itu.


Andrew sejenak menatap sera dan kembali duduk merebahkan tubuhnya yang lelah. Roy membawa vina dan nisa untuk pulang terlebih dahulu sebelum nanti dia kembali menemani andrew menjaga sera. Bagas yang duduk bersampingan dengan sera menatap lekat gadis yang masih tertidur itu terus saja merasa bersalah. Andrew yang tak merasa terganggu dengan kehadiran bagas itu berusaha tetap tenang agar tak mengganggu sera yang masih terbaring.

__ADS_1


"Makan dulu mumpung sera masih tidur, guman momo yang membawa beberapa makanan untuk mereka bertiga.


"Gass makan dulu, ucap momo yang berusaha tenang dan tak terus menghakimi bagas walau ia sendiri merasa kesal. Bagas menolak dan lebih memilih menemani sera yang masih terbaring. Terkadang bagas menatap andrew berharap pria itu segera pergi meninggalkan ruangan ini.


"Pekerjaan mu sudah selesai dreww? tanya momo agar suasana tak hening seperti sebelumnya.


"Aku bisa menyelesaikan nya nanti, tapi aku bisa minta bantuan mu kah untuk membelikan ku sesuatu. Ucap andrew sambil mengeluarkan catatan dari sakunya.


"Kamu butuh barang kaya gini? tanya momo sambil tertawa melihat isi catatan dari andrew.


"Ini barang untuk sera, kamu berpikir terlalu jauh mo. Ini yang biasa sera makan saat kemarin dirumah sakit. Ucap andrew sambil tersenyum sinis pada momo. Bagas tersentak saat tahu andrew lebih menghapal semua kebutuhan sera dibanding dirinya.


"Biar aku saja yang beli, guman bagas berdiri dan menghampiri andrew. Kedua pria ini saling menatap tanpa berbicara satu sama lain.


"Sana pergi apalagi yang kamu tunggu, bawakan aku dua cangkir coffe setelah itu. Guman andrew sambil tertawa melihat momo yang sedikit cemberut.


"Kenapa kamu menatap ku? aku gak akan pergi sesuai keinginan mu. Guman andrew sambil merebahkan dirinya di sofa.


"Terimakasih sudah membawa sera kesini dan aku juga gak akan menyerah gitu aja. Ucap bagas berpaling dan kembali duduk disamping sera. Andrew sedikit mengendus kesal karna sikap keras kepala bagas yang terus memaksa kehendak nya kepada sera.


"Situasi macam apa ini? tanya roy yang merasa tak senang masih melihat bagas diruangan ini. Bagas enggan membalas perkataan roy yang terus menyindirnya. Malam semakin larut membuat mata roy yang sudah tak tahan menjadi terlelap, bagas yang baru saja keluar untuk sedikit menghirup udara meninggalkan andrew yang masih sibuk dengan leptop miliknya. Perlahan andrew samar-samar mendengar suara rintihan kecil, pria ini sadar kalo sera mungkin saja sudah terbangun dan membutuhkan sesuatu.


"Kenapa gak memanggil ku? tanya andrew saat melihat sera yang terbangun dan memegang perut nya seperti menahan sakit.

__ADS_1


"Dreww, kenapa aku dibawa kesini lagi? tanya sera merasa tak nyaman berada dirumah sakit.


"Kamu butuh disini menurut lah anak nakal, ucap andrew sambil mendudukan sera untuk memakan sesuatu dan mengisi perut nya yang kosong.


"Suruh aja roy pulang dia pasti lelah terus saja mengurus perempuan menyusahkan seperti ku, ucap sera yang merasa tak enak karna selalu diperhatikan.


"Bagus lah kalau kamu sadar raa aku jadi gak perlu menyindir mu lagi. Ucap andrew sambil tertawa melihat gadis itu mulai kesal.


"Ada bagas disini, guman andrew sambil menatap sayu sera karna mulai lelah. Andrew sadar perlu bagi dirinya memberitahukan sera agar tidak takut saat bertemu dengan bagas setelah kejadian itu.


"Dreww aku mau tidur, guman sera yang gemetar saat mendengar nama bagas disebut. Andrew sadar sera mulai cemas karna tangan gadis ini mulai gemetar saat dia menyebutkan kehadiran bagas. Sera menarik selimutnya berusaha menutup matanya agar tak harus bertemu bagas dan berharap esok pagi pria itu akan meninggalkan ruangan ini.


"Dreww jangan biarkan aku sendirian disini, tolong. Guman sera dengan suara serak nya. Andrew yang paham akan kemauan sera itu hanya tersenyum menatap gadis yang gemetaran ini


"Raa terus menghindar juga gak akan menghentikan masalah mu kan, hadapilah semakin cepat kamu akan segera terbiasa. Guman andrew sambil memusut kepala gadis ini.


"Dreww aku mohon, kalo kamu gak bisa pinjam kan aku ponsel mu aku akan menghubungi putra. guman sera sambil meneteskan air mata, rasa takut nya untuk bertemu dengan bagas membuat nya tak tahan hingga meneteskan air mata.


"Tidurlah aku akan tetap bersama mu, guman andrew sambil mencubit pipi sera karna merasa kesal gadis ini malah menyebut pria lain untuk menemani dirinya.


"Seraa bangun? tanya bagas saat melihat andrew yang berdiri disamping tempat tidur sera. Gadis ini langsung melepasakan tangan nya dari lengan andrew karna takut saat mendengar suara bagas mendekat, ia menutup kedua mata berusaha menenangkan perasaan nya yang masih ketakutan dengan keadaan yang baru saja terjadi. Andrew menyelimuti sera agar gadis ini bisa bersembunyi dengan baik karna ketakutan nya.


"Belum aku hanya ingin melihat nya saja, kamu belum makan? makan lah dulu aku masih ada pekerjaan, ucap andrew berlalu pergi. Bagas kembali duduk melihat keadaan sera yang masih terlelap. Walau sera berusaha tidur namun ia masih bisa mendengar suara nafas bagas saat pria itu sedang mencium keningnya saat ini. Sera yang masih ketakutan tak bisa menghentikan debaran jantung nya yang terus saja berdebar kencang menahan rasa takut.

__ADS_1


#Raa kamu harus kuat permulaan baru saja dimulai sayang, sama seperti kakak yang lagi baca ini pasti lagi senyum karna gak tahan liat andrew yang manis nya akut ditambah bagas yang bikin grigitan. Jangan lupa vote dan like ya kaka 👌


__ADS_2