
Matahari sudah tinggi dengan cahaya yang menyilaukan membuat sera Dan bagas terbangun dari tidur lelapnya yang tanpa busana. Mereka masih asyik menikmati kebersamaan nya dengan saling berpelukan, untuk kesekian kali nya sera merasa bahagia bisa bersama bagas kekasih paling dicintai nya. "yangs makan yu beli apa buat nih, ucap sera bangkit dari kasur menuju kamar mandi"
" masak aja lah aku malas keluar yngs boleh kan, yngs aku mau ijin berhenti kerja di cafe ya aku dapat kerjaan yang lebih lumayan nih, ucap bagas sambil menyenderkan kepala nya di pintu kamar mandi"
"ciyee mau ngumpulin banyak uang kah buat ngelamar kekasih gelap mu kah, ujar sera "
"kekasih ku yang terang habis nya ga peka gimana dong ya, ujar bagas melempar bantal ke sera yang baru keluar kamar mandi"
"boleh asal kamu kerja yang bener ya jangan bertingkah kalo sudah siap cerita ke aku gmna kerjanya, terimakasih tuhan akhirnya aku bisa bebas di kerjaan boleh cuci mata kiri kanan hahaha, ucap sera dengan muka manja nya"
" jangan memang kamu mancing-mancing aku, mau ku balik meja di cafe semua tiap saat aku akan jemput kamu pulang ngerti jadi jangan so kecentilan disana paham kamu, ucap bagas dengan muka memerah nya"
chuppp.....
Sera mencium bagas dengan penuh bergairah mencoba menenagkan bagas yang sudah marah dengan perkataan nya tadi. Bagas pun melumut bibir ramun sera yang membuat nya candu hawa panas menyelimuti badan mereka berdua. Mereka mulai mengeliat kembali ke kasur untuk bermanjaan lagi. Bagas memang mudah sekali terangsang bila dekat dengan sera. Ciuman mereka menjadi makin ganas membuat mereka mendesah namum semua buyar ketika hp sera berdering.
__ADS_1
Bagas bukan mendapat pekerjaan baru melainkan dia mengambil alih tugas ka adit sementara beliau sedang keluar negeri menyelesaikan pekerjaan yang lain, bagas sadar karna kesibukan baru nya ini akan sangat menyita banyak waktu untuk bisa bersama sera. Bagas pun di buat khawatir takut sera menghadapi masa sulit saat dia tidak bersama nya apalagi mami sudah tau hubungan mereka.
Bagas meminta sera untuk tinggal dirumah salah satu sahabat nya selama dia tidak bersama nya karena bagas takud orang suruhan mami bisa saja melukai sera. Mereka pun pergi kuliah setelah sarapan, sera memakai dress selutut dengan rambut yang terurai panjang dan riasan wajah yang ringan menambah kesan sensual di dirinya makin lekat. Sepanjang lorong kampus dia menjadi pusat perhatian kaum adam membuat bagas menahan emosi mau di tegur kaka tingkat ga di tegur mereka memandang sera dengan pandangan nakal, bagas pun menarik cepat sera mengantarkan ke dalam kelas nya kemudian dia pergi menuju fukultas nya sendiri.
Sera melihat perhatian bagas yang tadi membuat nya tidak bisa berhenti tersenyum. " beb... aku boleh tidur di rumah mu gak beberapa hari, ucap sera sambil menepuk punggung vina".
" wohh... tumben ada angin apaan ini biasa kalo di ajak juga ga pernah mau huh, ucap vina penasaran"
"Bagas pidahan kerja jadi untuk beberapa saat dia ga akan datang aku mah malas sendirian di rumah kalo boleh sih, ucap sera memelas"
" aman beb... abang aja mah godain dikit juga okeh yaakan nis... ucap sera membuat nisa tertawa yang dari tadi sibuk dengan novelnya"
Beberapa saat kemudian.....
situasi cafe seperti biasa sangat rame penuh sesak di jam jam malam seperti ini. Sera sangat sibuk mengantar begitu banyak pesanan yang diterima tanpa sadar menabrak sosok pria tampan di samping nya dengan menjatuh kan gelas coffe di kemeja pria itu. "prangggg...... gelas coffe jatuh dari nampah yanh di pegang sera mengenai baju pria di samping nya"
__ADS_1
" Maafkan sayang pak saya tidak sengaja menjatuhkan nyaa, biar saya bantu bersihkan baju bapak, ucap sera memelas takud di marahin oleh bapak dan bos di cafe nya"
"tidak apa apa bisa hilang tapi kamu gpp kan, ujar pria tampan itu "
" terimakasih pak bair saya bantu bersihkan". Sera dengan cepat membersihkan pecahan kaca dilantai dan langsung mencuci baju pria tadi. Tanpa dia sadar ternyata pria tampan itu adalah pemilik utama cafe tampar dia bekerja ini yang sedang berkunjung untuk memeriksa keadaan. " waaduh bisa di pecat nih aku, guman sera ketakudan akan kena masalah". Tanpa sadar sera melukai tangan putih nya tergores yang cukup panjang terkena pecahan gelas coffe tadi, sera hanya menahan rasa sakit.
Pria tampan itu terus memperhatikan tingkah sera yang manis, mulai cara berjalan, senyuman yang menampakan gingsulnya, hingga gaya bicaranya yang sanggat manis. Pria itu terbawa dengan pesona yang dimiliki sera. Sera memang gadis dengan penuh daya tarik bagi kaum adam yang melihatnya.
Hendra pria tampan yang terpesona oleh sera sang pemilik cafe mencoba mencari informasi tentang sera gadis yang bekerja di cafe miliknya. sayang nya usaha nya ga akan membuat sera tertarik karna bagi sera hanya ada bagas.
Keesokan harinya....
Saat waktu menunjukan jam pelajaran telah usai sera dan para sahabatnya bergegas pulang menuju rumah vina tempat yang akan menajadi pelarian bagi sera selama bagas tidak ada. " Bagas susah sekali di hubungin, aku penasaran dengan kerjaan nya, ucap sera cemas yang tidak dapat menghubungi kekasihnya"
Sesampainya di rumah vina dengan halaman yang sangat luas itu sera disambut dengan pelukan kasih sayang oleh mami vina. Sera sangat di sayangin oleh keluarga sera sudah dianggap anak sendiri kadang perhataian mami lebih besar ke sera di banding ke vina.
__ADS_1
" selamat datang sayangku, lama tidak bertemu kamu sekarang makin sexy raa. Ujar mami vina yang melihat sera dengan intens".