Strong Women

Strong Women
Part 123


__ADS_3

Bagas bergegas pergi lebih pagi dari sebelum nya. Pekerjaan baru mengharuskan nya beradaptasi lebih lama dari pekerjaan sebelum nya, pria ini tak banyak mengeluh dia mengerjakan apa-pun yang bisa ia kerjakan dengan senang hati sambil berharap hati sera juga akan tergerak memaafkan dirinya.


Bagas berusaha melakukan yang terbaik untuk memperbaiki hubungan nya dengan sera, bagas tak ingin berpisah dari sera. Dia berusaha sebisa mungkin untuk kembali mendapatkan kepercayan dari sera seperti sebelum nya. Berlaku seperti anak durhaka pun tidak, bagas hanya tidak ingin ibu menjadi orang yang lebih tamak karna itu dia memilih untuk pergi dari rumah itu. Berulang kali sang kakak mencoba membawa nya kembali tapi tak pernah di hiraukan nya. Ia juga masih belum bisa memaafkan dirinya sendiri atas apa yang menimpa keluarga sera, menyembunyikan keadaan keluarga sera menjadi pilihan bagas sampai ia mampu mengembalikan apa yang direbut oleh ibunya.


"Kenapa loe gak bawa mobil sendiri sih raa? ucap vina yang baru saja menjemput sera.


"Kamu gak liat mobil yang diujung itu, dia terus saja mengikuti kita sedari kemarin. Ucap sera.


"Gue gak sadar malahan, siapa kira-kira? tanya vina.


"Cuma dua kemungkinan dan itu sudah pasti benar, orang tua bagas atau helena. Ucap sera melirik melihat mobil itu masih membututi kemana mereka pergi.


"Loe tinggal bareng gue aja raa situasi lagi gak bagus kaya gini, ucap vina merasa cemas dengan situasi sera.


"Mereka gak akan berani menyentuh ku kalo iya sudah mereka lakukan semenjak kita pergi kemarin, ucap sera.


"Loe sudah kabarin putra dulu mau datang? tanya vina.


"Sudah, gimana kabar andrew? tanya sera.


"Kenapa tanya gue kan lebih enak kalo kamu tanya sendiri raa, ucap vina tertawa.


"Becanda mu manis sekali vin, guman sera sambil mencubit vina.


"Masih sama raa, dia bersama roy menginap di hotel dan belum balik kerumah, puas kan loe sekarang. Ucap vina ketus.


"Aku kira dia jauh lebih dewasa ternyata sama aja, ucap sera.


"Kakak cantik yang bikin dia begitu ko gak merasa bersalah ya? ucap vina.


"Iya terus gue harus hidup bareng dua laki-laki gitu, gue sih senang tapi gimana bagi waktu nya? ucap sera.


"Sialan loe raa, gue juga mau kalo gitu hidup bareng cowok-cowok ganteng mana kaya semua lagi. Ucap vina tertawa.


"Fokus bawa mobil vin atau kita gak akan sampai tujuan, ingat begitu sampai kamu boleh menemani ku bekerja atau pergi saja sana. Ucap sera sambil mencubit sahabatnya itu.


"Gue udah macam supir aja ya raa, ucap vina cemberut.


Drreettttrrrr.... dreetttrrr....


"Heyy dimana? tanya nisa saat menelpon sahabatnya itu. Gadis ini sedang makan siang bersama adam di rumah.


"Gue yang lo tanya apa sera? ucap vina.

__ADS_1


"Kalian lagi berdua? kemana ko gak jemput gue dulu? tanya nisa penasaran.


"Gue mau ngantar sera ke caffe, nyusul kita kesini dong kalo gitu. Ucap vina.


"Gue susul sekarang, pulang antar gue tapi soalnya mobil gue di bengkel. Ucap nisa bergegas mengambil tas tanpa menghiraukan adam. Mereka hanya saling mengacuhkan satu sama lain, semenjak kejadian di pesta itu nisa enggan menegur adam karna dia merasa adam sama sakali tidak mau membantu nya saat perkelahian itu terjadi.


"Vina sudah matikan ponsel nya menyetir lah yang benar. Ucap sera mencubit sahabat nya itu yang masih saja bercerita dengan kerabatnya ditelpon.


"Vinaa awasss, ucap sera sedikit berteriak karna ketakutan.


Braaakkk ....


Mobil vina bertabrakan dengan kendaraan lain sehingga mobil yang mereka tumpangi menabrak pembatas jalan dengan cukup keras. Vina tak sadarkan diri terbentur setir mobil dengan cukup keras, sedang kan sera menjerit histeris saat melihat keadaan mereka yang sudah dikerumuni oleh warga yang hendak menolong.


"Kenapa mau minta uang lagi kamu? tanya roy saat melihat panggilan masuk dari vina.


"Roy kami kecelakaan, vina gak sadarkan diri. Ucap sera dengan suara terbata-bata.


"Dimana kalian sekarang? tenang lah dulu baru bicara perlahan. Ucap roy yang terkejut saat mendengar suara tangisan sera. Keheningan terjadi diruangan rapat ini saat roy tiba-tiba berteriak cukup kencang dan membuat takut seisi ruangan termasuk andrew yang nampak kesal melihat tingkah roy yang berbuat rusuh di ruang rapat.


"Gue pergi dulu dreww, ucap roy mengambil kunci mobil andrew yang tergeletak.


"Tenang lah raa jangan menangis seperti itu, ucap roy dengan panik.


Roy berbalik karna terkejut andrew berteriak padanya di depan umum. " Vina dan sera terlibat kecelakaan, aku harus ke rumah sakit sekarang. Ucap roy sambil berjalan dengan cepat meninggalkan ruangan rapat.


"Batalkan semua schedule hari ini, guman andrew pergi meninggalkan ruangan untuk mengejar roy. Dia menjadi tidak tenang saat mendengar sera terlibat masalah seperti ini. Sebelum semua ini terjadi andrew sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk menjauhkan diri dari segala sesuatu hal yang menyangkut tentang sera karna ia merasa kecewa melihat sera pergi meninggalkan nya saat divila. Tapi hati dan pikiran nya tak bisa tenang saat mendengar keadaan sera.


Roy berlari mencari keberadaan kedua gadis itu di ikuti andrew dibelakang nya.


"Hah... hah... kalian baik-baik saja? tanya roy dengan nafas terengah-engah saat menemukan kedua gadis itu sedang duduk dilorong ugd rumah sakit ini. Sera mendapatkan luka dikening dan lengannya karna terbentur cukup keras. Hal yang sama juga dirasakan oleh vina dengan luka yang cukup terlihat di kening nya. Andrew yang juga tergesah-gesah berlari mengikuti roy karna ingin melihat keadaan sera. Pijakan andrew menjadi melemah saat melihat sera menangis di pelukan vina. Pria ini mendekat dengan perlahan sambil memikirkan hal apa yang akan ia ucapkan saat bertatapan dengan sera yang sudah lebih dari sepekan tak bertegur sapa dengan nya.


Roy yang kesal memarahi kedua gadis itu dengan kejam, air mata vina bercucuran bersamaan dengan sera. "Bisakah kalian menjadi rasional sehari saja? kenapa terus-terusan membuat masalah seperti ini. Ucap roy dengan sangat marah.


"Tenang lah roy, kamu masuk lah dulu dokter memanggil mu. Ucap andrew menghampiri roy yang sangat emosi.


"Dasar roy gak punya hati, teriak vina mengumpat saat melihat roy bejalan pergi meninggalkan mereka.


"Kamu salah tapi kenapa kamu yang marah? tanya andrew sambil menjewer telingan vina. Sera tak berani mengangkat wajah nya yang masih tertunduk di bahu vina, ia sangat takut melihat andrew yang terdengar cukup marah. Sekali lagi sera merasakan perasaan senang yang tak bisa di ungkapkan saat mendengar suara andrew bergema ditelinga nya.


"Kalian berdua sama saja, kenapa kamu menghubungi mereka sih raa, ucap vina kesal terhadap sang kakak.


"Kamu sengaja menghindari ku? ucap andrew berusaha menyapa sera yang terus saja tertunduk.

__ADS_1


"Seraa, ucap andrew sambil menarik lengan gadis itu. Gadis itu masih tidak bisa menghentikan tangisan nya dan malah bertambah deras seiring dengan keberadaan andrew yang membuatnya masih merasa bersalah.


"Apa aku sangat menakutkan sehingga kamu menjauhi ku seperti ini, ucap andrew menatap wajah sera dengan khawatir.


"Sakit dreww, ucap sera meringis karna andrew mencengkram nya dengan sangat kuat. Andrew menyibak rambut sera untuk melihat luka dikening gadis ini. Andrew merasakan tubuh sera gemetar dan berkeringat cukup banyak. Gadis ini bukan hanya merasakan sakit dibagian yang terluka, sedari tadi sera mencengkram perut nya karna merasakan nyeri yang sangat menyakitkan.


"Ini rumah sakit dreww jangan memeluk sera seperti itu, ucap vina mengejutkan andrew.


"Dari mana kamu? ucap andrew saat melihat vina kembali dengan dua gelas minuman ditangan nya.


"Ambil minum lah memang kalian datang cuma bisa marah-marah aja, ucap vina ketus.


"Setelah ini kamu pulang kerumah ku aja ya raa, ucap vina khawatir melihat kondisi sera yang lebih ketakutan dibanding dirinya yang mengemudikan kendaran saat kecelakaan terjadi.


"Gue pulang aja vin kalo sampai bagas tahu gue gak bakal boleh keluar lagi, loe paham kan maksud gue, ucap sera berbisik pada vina.


"Tapi luka loe gimana raa? tanya vina yang tak berfikir luka di kening sera bisa disembunyikan dari bagas.


"Gampang gue bisa aja alasan nanti yang penting jangan sampai bagas tau kita kecelakaan. Ucap sera sambil sedikit merintih kesakitan.


"Ayo kita pergi, kalian pasti belum pada makan kan? tanya roy sambil mengajak pergi kedua gadis itu. Andrew hanya mengikuti sera dari belakang, ketakutan sera sangat jelas terlihat hingga andrew mengurungkan niat nya untuk mendekati gadis itu untuk sekarang ini.


Andrew menatap risau sera yang baru saja turun dari mobil untuk pulang. Gadis ini bersikeras untuk pulang walau roy sudah memaksa nya untuk tetap tinggal bersama mereka. Sera hanya tak ingin membuat masalah bagi andrew kalo saja bagas sampai melihat mereka bersama karna itu ia memilih pulang walau masih sangat ingin bersama andrew. Sera membersihkan diri sebelum bagas pulang dan melihat seberapa berantakan dirinya saat ini setelah kecelakaan, gadis ini berusaha menutupi semua luka lebam yang berada ditubuh nya. Semua obat yang ia dapat dari rumah sakit sudah diminum dan disembunyikan agar bagas tidak mengetahui nya.


"Kenapa dengan wajah mu sera? tanya bagas yang terkejut melihat sera menggunakan perban dipelipis mata nya saat membuka pintu untuk nya.


"Ini karna aku dan vina bermain terlalu serius gas, bukan apa-apa hanya luka kecil. Ucap sera berusaha berkilah.


"Kamu yakin raa? lain kali harus lebih berhati-hati jangan sampai terluka seperti ini lagi, ucap bagas memperhatikan luka sera.


"Iya aku tahu, bagaimana dengan pekerjaan mu? semua baik-baik saja. Tanya sera mengalihkah pembicaraan.


"Lumayan raa aku cukup nyaman dengan tempat yang sekarang, kamu udah makan belum? mau keluar cari makan gak? tanya bagas.


"Udah, kamu aja yang makan aku sedikit lelah. Besok aku akan mulai kerja di caffe, ucap sera merebahkan diri di sofa.


"Ingat jangan terlalu kecapean raa, kamu harus menjaga kandungan mu, guman bagas sambil menyerahkan segelas susu hangat pada sera. Bagas sangat memperhatikan kebutuhan sera, walau gadis ini tak pernah mau untuk meminum susu ia tetap memaksa nya dengan halus agar sera tetap minum walau hanya sedikit.


"Kenapa kamu sangat pucat raa? kamu yakin baik-baik saja. Tanya bagas yang melihat sera begitu gelisah.


"Aku baik-baik saja, sana gih kamu istirahat. Ucap sera.


"Ada yang kamu sembunyikan dari ku raa? tanya bagas penasaran karna sikap sera tak seperti biasa nya.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2