Strong Women

Strong Women
Part 80


__ADS_3

"Raa bangun kamu gak kuliah ini sudah siang? ucap hendra sambil mengetuk pintu kamar sera.


"Iya aku sudah bangun sebentar keluar? ucap sera yang bergegas keluar kamar.


"Kenapa kamu keluar tanpa mengeringkan rambut mu? ucap hendra yang tak tahan melihat sera sangat cantik mengenakan kemeja dan celana trening miliknya.


"Nanti juga kering sendiri, kamu mau kerja draa ? ucap sera melihat hendra yang sudah rapi.


"Gak aku akan mengantar mu ke kampus lebih dulu. Ucap hendra menyantap makanan nya.


"Gak mau aku mau bolos hari ini, pinjam ponsel aku akan menghubungi nisa atau vina. Ucap sera mendekati hendra.


"Kenapa anak nakal seperti mu bisa dapat beasiswa padahal malas kuliah. Ucap hendra sinis.


"Yang nakal gini banyak yang cari loh draa, ucap sera sambil mengibaskan rambutnya.


"Boleh kah aku pinjam untuk menghubungi ibu ku sebentar draa? ucap sera dengan mata manjanya.


"Terserah kamu, ucap hendra menatap gadis cantik itu.


Setelah sekian menit sera sudah selesai dengan ponsel milik hendra. Gadis ini merasa lebih ceria setelah mendengar suara ibu nya yang penuh kasih sayang. Suara merdu ibu mampu mengusir rasa penat di dalam pikirannya. Hendra menatap raut wajah sera yang berubah menjadi lebih ceria dari sebelumnya.


"Jadi apa yang akan kita lakukan hari ini ? ucap hendra mencari topik pembicaraan.


"Maukah kamu menemani ku kesuatu tempat? ucap sera membantu hendra membersihkan meja makan.


"Terserah, hari ini aku milikmu. Ucap hendra percaya diri.

__ADS_1


"Kalo gitu kamu harus menteraktirku sesuatu terlebih dahulu. Ucap sera dengan pikiran penuh rencana untuk membuat hendra kesal.


Mereka berjalan kesebuah supermarket yang sejalan dengan arah mereka. Membeli beberapa kebutuhan seperti makanan ringan, sembako dan kebutuhan lainnya. Sera sangat bersemangat memilih satu persatu kebutuhan yang diperlukan.


"Serius nih raa, sebanyak ini kamu sanggup menghabiskan nya. Ucap hendra tak percaya melihat sudah lebih dari dua kereta besar terisi dengan bahan makanan. Bukan tak mampu membayar tapi melihat gadis itu belanja kebutuhan sebanyak ini dia merasa tak mampu lagi berfikir bagaimana sera akan menghabiskan sebanyak ini dalam waktu singkat.


"Mampu lah bahkan mungkin ini masih kurang draa, kalo aja kita membawa mobil lagi aku akan memilih lebih banyak. Ucap sera yang masih semangat berbelanja kebutuhan.


"Kita bisa pesan dan kirim langsung kerumah kenapa kamu binggung. Ucap hendra dengan santai mendorong kereta belanja nya.


"Boleh kah ? ucap sera tersenyum sambil meremas lengan hendra dengan lembut.


"Kamu membuat ku meleleh raa, pilih apapun yang kamu mau semua akan aku berikan. Ucap hendra tersenyum nakal. Dengan cepat sera menuju sebuah loket pemesan barang dan menuliskan beberapa kebutuhan lain yang diperlukan nya. Gadis ini sangat bersemangat disaat seperti ini.


"Udah, yang ini bisa kita bawa sendiri kan dra. Ucap sera menatap semua belanjaan didepan matanya yang sudah bertumpuk lebih dari 5 kotak ditambah dua buah tas belanja besar.


"Bisa dong, kamu masuk lah biar aku yang membereskan ini semua. Ucap hendra menatap semua kotak berisi makanan ini.


"Sudah semua kan, aku beli minum dulu ya ra haus. Ucap hendra meninggalkan sera duduk di mobil. Hendra yang belanja tak jauh dari parkiran dapat melihat sera dengan jelas sedang berbincang dengan segerombol anak anak yang berjualan asongan. Gadis itu sangat ramah dengan senyuman hangat nya.


"Raaa, guman hendra menyodorkan sebuah ice coffe untuk sera.


"Gak mau tukar aja sama itu, ucap sera menunjuk minuman yang sedang diminum hendra.


"Tapi ini bekas aku loh, sama aja kamu mencium ku. Ucap hendra menggoda sera.


"Dasar kamu yaa kaa, ucap sera memukul hendra dengan koran.

__ADS_1


"Masih jauh gak jalannya? ucap hendra memastikan akan kemana tujuan mereka.


"Ayo kita jalan, nanti cuma bisa main sebentar kalo kita lama disini. Ucap sera masuk ke dalam mobil. Hendra memacu mobil nya dengan kecepatan sedang mengikuti sera yang memberikan petunjuk arah tujan. Mereka sampai pada sebuah rumah yang cukup besar dengan halaman yang luas mengitari rumah itu. Halaman rumah ini nampak asri dan terawat, sekita rumah ini terlihat sangat nyaman dan hangat untuk ditinggali. Sera keluar dari mobil membawa tas belanja besar ditangannya, senyuman lebar nampak terlihat menghiasi wajah cantik gadis itu.


"Rumah siapa ini raa, ucao hendra keluar dari mobil sambil menatap sekeliling rumah itu dengan penuh penasaran. Dengan jarak yang cukup jauh ditempuh mereka pemandangan rumah ini cukup membayar lelahnya dalam perjalanan tadi menurut hendra.


"Kaa seraaa, ucap seorang gadis kecil berlari menghampiri sera yang sedang mengeluarkan barang-barang dari bagasi mobil bersama hendra.


"Hallo sayaang, mana yang lain ? ucap sera sambil melihat sekeliling nya.


"Aku akan memanggil yang lain kaa, tunggu sini yaa, ucap gadis kecil itu berlari masuk dalam rumah.


"Seraaa, seorang wanita paruh baya mengenakan kerudung berwana pastel mendekat padanya. Sera tersenyum melihat sang ibu mendekat padanya.


"Apa kabar ibu? sehat kan ? ucap sera sambil memeluk hangat wanita paruh baya itu. Hendra nampak canggung karna tidak mengenal satu pun orang diwilayah itu.


"Sehat sayang, kamu apa kabar? lama tidak kesini sekarang makin cantik nak. Guman wanita itu sambil terus memusut punggung sera dengan lembut tanda kasih sayangnya terhadap gadis itu.


"Sera kuliah buu, maaf sera jadi jarang kesini. Ucap sera dengan hangat sambil sedikit berbincang-bincang kecil bersama wanita paruh baya itu. Hendra hanya bersender dimobil nya sambil melihat sera terus saja tersenyum.


"Bu aku ingin memperkenalkan seorang donatur kita hari ini, ucap sera sambil menujuk dan memanggil hendra untuk mendekat.


"Ini tuan hendra bu dia yang hari ini menyumbangkan semua ini dan masih ada yang akan datang mengantar sebagian lainnya untuk panti bu. Ucap sera memperkenalkan hendra kepada wanita paruh baya itu.


"Terimakasih nak hendra atas bantuan nya, anak-anak pasti senang bisa makan enak berkat nak hendra. Ucap wanita paruh baya itu sambil memeluk hangat hendra sebagai ucapan terimakasih. Pria ini hanya tersenyum dan membalas sedikit perkataan wanita paruh baya itu dengan senyuman memukaunya.


"Raaa kamu gak bilang kalo ini semua untuk panti kalo tau kita bisa membeli lebih banyak lagi. Ucap hendra terheran-heran.

__ADS_1


"Ini semua udah lebih dari cukup tapi kalo besok-besok kamu mau bawa lebih juga boleh, ucap sera membawa hendra masuk kedalam rumah panti. Sera memang sering datang kemari untuk melihat anak-anak yang kurang beruntung itu, gadis ini terkadang menyumbangkan sedikit penghasilan nya untuk membantu meringankan beban para pengelola tampat ini. Sera mulai datang ketempat ini semenjak ia duduk disekolah menengah atas. Karna tak sengaja mengantar seorang anak yang tersesat dijalan, sejak saat itu gadis ini menjadi bagaian dari rumah panti ini dia sering datang dan bermain bersama para penghuni rumah ini yang didominasi oleh anak-anak kecil yang kehilangan orang tuanya.


#Happy reading ka jangan lupa vote dan like yaaa.


__ADS_2