Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
Suamiku Bosku two, part 29


__ADS_3

Krekkk.....pintu terbuka..


"Tuan muda..., maafkan aku.." Rey berhenti didepan pintu dan keluar dari dalam ruangan setelah melihat mereka berciuman.


"Calvin lepaskan, ada kak Rey..!" Tania melepaskan ciumannya dan memperbaiki baju dan rambutnya yang sedikit berantakan.


"Biarkan saja dia..!" Jawab Calvin dengan santai tapi masih memeluk Tania.


"Calvin...!" Tania berbicara dengan sedikit keras.


"Oke baiklah tuan putri, Rey masuklah.." Panggil Calvin dari dalam ruangannya dan melepaskan pelukannya.


Rey kembali masuk kedalam ruangan dan terlihat dia tersenyum manis kepada Tania.


"Kak Rey, lama tak jumpa.." Tania menghampiri Rey yang masih berdiri didepan pintu.


"Rey, jangan pernah berani memeluknya..!" kata Calvin dari tempat duduknya. Sedangkan Rey sudah membentangkan tangannya hendak memeluk Tania.


"Hehehe..!" Rey hanya tersenyum sambil menurunkan kembali tangannya. Akhirnya dia dan Tania hanya berjabat tangan dan saling melempar senyum.


"Kok kita begitu canggung yah kak Rey.., aku rindu kak Rey yang dulu.." kata Tania masih dengan senyumannya.


"Jika tuan muda yang pemarah itu belum kembali mungkin aku akan menikahimu Tania, kamu terlihat sangat cantik sekarang dan penampilanmu juga terlihat lebih dewasa."


"Rey....! kurang ajar kamu.., beraninya kamu mengatakan cinta kepada wanitaku dihadapanku..!" Teriak Calvin dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Hahaha lihat dia, dia sangat mencintaimu Tania. Lihat sifatnya itu masih suka marah-marah seenaknya denganku." Rey tertawa melihat ekspresi Calvin yang tidak suka melihatnya bersama Tania.


"Ada perlu apa kamu datang kesini..? selalu saja menggangguku jika bersama Tania."


"Maaf tuan muda, aku hanya memberi tahu jika sudah waktunya makan siang."


"Siang..? ini sudah siang..? astaga tenyata aku tertidur begitu lama." Tania langsung melihat jam di tangannya.


"Kamu bukan terlalu lama tidur tapi kita terlalu lama bermesraan Tania." kata-kata Calvin membuat Tania tersipu malu dihadapan Rey. "Antar saja keruanganku, aku akan makan bersama Tania.." Calvin berdiri dan memeluk Tania dihadapan Rey.


"Oke tuan muda yang mesum..!" Rey meledeknya dan langsung berlari cepat keluar dari pintu sebelum tuan mudanya benar-benar menendangnya dari ruangan itu.


"Dia semakin kurang ajar kepadaku., untung saja kamu ada disini jadi amarahku bisa reda dengan cepat."


"Calvin, berhenti memelukku, jika orang lain melihatnya mereka akan berpikiran buruk terhadapku." Tania mulai resah dengan kelakuan Calvin kepadanya.


"Sejak kapan kamu kembali..?" kata Tania serius.


"Sebulan yang lalu.." Calvin menyandarkan tubuhnya di bahu Tania.


"Dan baru sekarang kamu datang menemuiku ..?"


"Sebenarnya aku ingin menemuimu, tapi aku takut kamu tidak bisa menerimaku lagi jadi aku harus mempersiapkan diriku lebih matang lagi Tania, aku juga masih memberikan kesempatan untuk Raka agar dekat denganmu sebelum aku benar-benar memilikimu. Aku merasa sangat bersalah dengannya, aku tahu dia sangat mencintaimu tapi aku juga tidak merelakan kamu dengannya."


"Ternyata kamu terlihat lebih dewasa sekarang, bagaimana mungkin aku tidak menerimamu, hatiku kan hanya milikmu seorang Calvin."

__ADS_1


"Tania aku mau lagi.." Kata Calvin sudah memeluknya kembali.


"Lagi apa..?" Jawab Tania.


"Berciuman.."


"Boleh.., tapi kalau sudah nikah hahaha." Tania langsung tertawa melihat Calvin.


Tak lama berselang Rey masuk dan membawakan makanan untuk mereka berdua.


"Kak Rey nggak ikutan makan bersama kami?"


"Maaf Tan, aku akan makan bersama calon istriku."


"Calon istri..? siapa wanita beruntung yang bisa membuat kak Rey jatuh cinta."


"Nanti aku mengenalkanmu dengannya, Tania."


"Rey pergilah..! aku tidak suka jika Tania selalu memujimu dihadapanku..!"


"Baiklah, entah sejak kapan tuan muda jadi pencemburu seperti itu.."


"Rey...!" Teriak Calvin sekali lagi sebelum Rey pergi.


"Oke, oke selamat makan tuan muda dan nona Tania yang cantik"

__ADS_1


"Salam untuk calon istrimu kak Rey..."


"Oke.." Jawab Rey singkat.


__ADS_2