Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
Suamiku Bosku two, part 68


__ADS_3

Sebagai manusia yang menjalani kehidupan tentunya kita tidak lepas dari berbagai macam masalah. Masalah tidak bisa diprediksi oleh siapapun dan kapan dia akan datang, jadi belajarlah untuk ikhlas dengan kepergian dan belajar untuk terbuka dengan hal yang baru. Karena belum tentu apa yang kita anggap baik itu, baik juga bagi orang dan apa yang kita anggap buruk, belum tentu buruk juga bagi orang. Karena hidup terkadang butuh perjuangan untuk mendapatkan kebahagiaan. Jika kita sudah berusaha dan belum juga bahagia maka kembali lagi dengan kata 'mungkin itu sudah takdir'.


Malam ini adalah perayaan ulang tahun anniversary pernikahan papi Cakra dan mami Clara yang ke-35 tahun. Acara dilangsungkan disebuah hotel mewah hadir juga oma Anita dan opa Wibowo walaupun mereka berdua duduk dikursi roda tetapi mereka sangat bahagia karena masih diberi kesehatan sampai dapat melihat cicit mereka besar.


Satu, dua, tiga... papi Cakra dan mami Clara meniup lilin secara bersamaan. Laura juga berlari kepada mereka karena ingin digendong mami Clara dan minta meniup lilin yang ada diatas kue ulang tahun.


"Nenek, Laura juga mau tiup lilin." Ucap Laura sambil menarik baju mami Clara.


"Sini sayang." Mami Clara langsung menggendong cucunya dan kembali meniup lilin pada kue yang satunya lagi.


"Hore..hore.. lilin mati, Laura pintar." Ucap Laura senang.


Semua orang yang ada tertawa bersama. Hari ini semua keluarga Wibowo berkumpul dan sangat bergembira. Hana menggendong cucunya Bunga dan di sampingnya Bryan sedang merangkulnya dengan mesra sambil bermain dengan cucu mereka. Raka dan Julie menikmati waktu mereka dan saling berpegang tangan melihat Bunga berada dipelukan orang tua mereka. Calvin dan Tania saling merangkul dan terlihat sangat bahagia melihat Laura yang sangat pintar.


"Semoga kita bisa langgeng seperti mami dan papi sayang." Ucap Calvin sambil mengecup kening Tania.

__ADS_1


"Itu adalah doa terbesarku sayang. Aku berharap hanya ajal yang dapat memisahkan kita dan semoga kita bisa melihat Laura menikah dengan laki-laki yang baik." Ucap Tania sambil menatap mami Clara dan papi Cakra yang tersenyum bahagia.


"Maaf, aku terlambat." Ucap Rey tiba-tiba berada disamping mereka.


"Kak Rey..? Ka Ayu..? Aku kira kalian nggak jadi datang." Ucap Tania.


"Pasti datang dong, soalnya pangeran kecilku ini sudah merengek ingin bertemu Laura." Rey mengendong anak laki-laki yang hampir seumuran dengan Laura.


"Alvin sayang Laura." Ucap Alvin. Alvin anak pertama Rey dan dia sangat suka bermain dengan Laura bahkan hampir setiap bertemu dengan Laura dia mengatakan sayang sama Laura.


"Laura sini, ada Alvin." Ucap Tania memanggil Laura.


"Laura nggak mau, Alvin jelek. Laura suka sama yang ganteng kaya papa Calvin." Jawab Laura polos. Alvin mendengar perkataan laura langsung merengek dipelukan Rey.


"Nggak apa-apa sayang, kejar terus sampai dapat." jawab Rey sambil tertawa.

__ADS_1


Semua orang yang ada diruangan itu sangat bahagia dengan keluarga kecil mereka. Rey masih setia bekerja bersama keluarga Wibowo dan Ardian juga sangat bahagia karena dia bisa melihat Tania bisa hidup bahagia bersama orang yang dia cintai.


Orang tua angkat Tania sudah berubah semenjak Tania jatuh sakit lima tahun lalu. Ibu angkatnya terus mendampingi Tania selama dalam perawatan dirumah sakit. Dia sangat tulus merawat Tania setiap hari karena biar bagaimanapun, dia merasakan kesedihan melihat anak yang dia besarkan dari bayi terbaring lemah saat itu, dan mungkin itu adalah keajaiban yang diharapkan Tania kepada keluarganya yaitu mencintai dia dengan tulus dan tanpa meminta imbalan.


 


....TAMAT....


 


Terima kasih kepada kalian semuanya, terima kasih kepada semua orang yang telah memberikan like dan vote untuk novel ini dan maaf untuk kesekian kalinya jika novel ini masih jauh dari kesempurnaan. Author pamit yah, sampai jumpa dengan cerita selanjutnya dengan judul.


"Perjodohan Bumi dan Bulan"


"Cinta pengganti"

__ADS_1


"Love My Enemy"


__ADS_2