Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
Suamiku Bosku two, part 52


__ADS_3

Saat ini Calvin dan Tania masuk keruang tunggu. Rey melambaikan tangannya kepada mereka setelah mereka hilang dari pandangannya barulah Rey pergi. Calvin menarik kopernya dan kaca mata hitam yang menghiasi wajahnya membuat beberapa wanita yang berdecak kagum sedangkan Tania terus dalam genggamannya.


"Sayang aku takut, ini pertama kalinya aku naik pesawat." Ucap Tania terlihat gugup.


"Aku disini sayang." Calvin mencium tangannya.


Akhirnya tiba panggilan untuk boarding terdengar didalam ruang tunggu. Calvin langsung berdiri dan merangkul tubuh Tania berjalan menuju pesawat. Didalam pesawat Tania sudah mengenakan sabuk pengaman dan Calvin yang memasangnya karena dia masih terlihat terbingung-bingung. Saat pesawat akan lepas landas Tania langsung menutup matanya dan mengenggam tangan Calvin dengan erat. Calvin yang melihat ekspresi Tania langsung tersenyum kecil.


Setelah beberapa jam mengudara akhirnya pesawat landing dengan sempurna di bandara Gusti Ngurah Rai. Setelah turun dari pesawat barulah Tania bisa bernapas lega karena bisa menginjakkan kakinya ditanah lagi. Di bandara, sudah ada sopir yang menunggu mereka dan semua tempat yang akan mereka tinggali dalam beberapa hari sudah disiapkan oleh Calvin sebelumnya.


Sampai disebuah hotel yang viewnya menghadap kelaut, Tania langsung berlari ke balkon yang ada dikamar tersebut. Tak henti-hentinya dia takjub memandang laut yang indah dengan hembusan angin laut yang membuat rambutnya tertiup.


"Kamu suka..?" Calvin memeluknya dari belakang.


"Suka banget sayang." Tania masih menatap laut yang berada didepan matanya.


"Bisa kita mulai..?"


"Apa..?"


Calvin memajukan wajahnya hingga bibir mereka bersentuhan dengan rapat. Tania melingkarkan tangannya dileher Calvin dia tahu apa yang di inginkan suaminya sejak seminggu lalu. Hasrat yang sudah lama Calvin pendam akhirnya dapat disalurkan disore itu dengan hembusan air laut mereka menjatuhkan tubuh mereka diatas tempat tidur yang besar itu. Tumpukan bunga mawar menghiasi tempat tidur itu seakan telah disiapkan Calvin sejak rencana bulan madu disetujui oleh Tania.


Bagaimana tidak bahagia jika yang semua Tania impikan bisa didapatkannya sekarang. Wanita manapun jika berada diposisi Tania mendapatkan kebahagiaan yang sempurna, mempunyai suami tajir dan tampan, mertua yang baik serta bergelimang harta itu adalah impian semua wanita termasuk Tania.


"Lagi sayang." Bisik Calvin ditelinga Tania yang masih terlihat lelah.

__ADS_1


"Sayang, aku lelah."


"Tapi aku ingin."


"Tapi sekali aja yah."


"Hemmm tidak janji"


Calvin kembali menjelajahi tubuh Tania dari bagian atas sampai kebawah. Calvin memang sangat lihai dengan permainannya hingga beberapa kali Tania menutup mulutnya untuk menahan desahannya.


Setelah selesai Calvin langsung menjatuhkan tubuhnya diamping Tania, cucuran keringatnya berjatuhan membasahi tubuh Tania.


"Terima kasih sayang." Membisik ditelinga Tania yang tidak bisa bergerak selain bola matanya menatap Calvin.


"Aku hanya bercanda sayang." Calvin menarik kembali tangan Tania kedalam dekapannya.


"Haaa aku bisa mati kelelahan kalau kamu memintanya terus. Biarkan aku menikmati suasana pulau ini sayang."


"Hehehe iya sayang." Calvin mengecup kepala Tania dengan lembut.


"Mau keluar melihat laut.?"


"Mau, tunggu aku mandi dan ganti baju dulu." Ucap Tania bersemangat lalu berlari kedalam kamar mandi dengan tubuh polosnya.


"Aku cinta kamu Tani." Calvin tersenyum kecil melihat Tania berlari tanpa sehelai kain menutupi badannya.

__ADS_1


"Sayang aku sudah siap?" Tania keluar dari kamar mandi dengan pakaian sangat minim bisa terlihat jelas belahan dadanya dan bisa dibilang pakainnya mendadak menjadi bule.


"Kamu mau mengodaku lagi dengan pakaian itu.?" Ucap Calvin memandang Tania dengan senyuman penuh arti.


"Tidak sayang, aku mau jalan-jalan kepantai dengan pakaian ini. Kan banyak tuh turis-turis berpakaian seperti ini, jadi apa salahnya bila aku mencoba menjadi turis?" Tania tersenyum bahagia.


"Ganti bajumu..! Kamu mau semua laki-laki diluar sana melihat tubuhmu..?" Calvin duduk di sofa memandang Tania dengan tatapan tidak suka kali ini.


"Sayang ini bali.? Ayolah! Just now bebs.. Aku janji setelah balik aku tidak akan menggunakan pakaian ini lagi."


"Aku bilang ganti ya ganti Tania, kamu mau kita balik sekarang." Calvin meninggikan nada suaranya terlihat dia sangat marah kepada Tania.


"Tapi pakaian yang aku bawa semuanya seperti ini." Tania menggigit bibir bawahnya merasa sangat bersalah. Seharusnya dia bertanya dulu kepada Calvin.


"Ya ampun Tania, kamu benar benar membuatku marah besar sekarang..!" Calvin sudah berdiri dari tempat duduknya dan mengambil sesuatu dalam kopornya.


"Maafkan aku sayang." Mata Tania mulai berkaca-kaca mendengar bentakan dari Calvin.


"Pakai ini." Calvin memberikan baju kaosnya kepada Tania.


"Tapi ini kebesaran untukku sayang."


"Tania, aku mencintaimu. Cukup aku saja yang bisa melihat tubuh indahmu. Tanpa kamu harus memperlihatkan kepada semua orang, mereka sudah menyukaimu apalagi dengan pakaian seperti itu pasti pikiran mereka terhadapmu tidaklah baik. Aku laki-laki sayang. Aku tahu apa yang mereka pikirkan, sama sepertiku."


"Baiklah." Ucap Tania pasrah.

__ADS_1


__ADS_2