Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
Suamiku Bosku two, part 62


__ADS_3

Calvin sudah tidur di sofa didepan telivisi. Tania keluar dari dalam kamarnya dan mengampiri Calvin lalu mengompres wajah Calvin yang lebam.


"Kamu itu unik, nyebelin, selalu bikin aku nangis, selalu bikin aku patah hati tapi mengapa kamu itu selalu ngangenin Calvin." Ucap Tania memandang wajah Calvin.


"Karena kamu mencintaiku" Jawab Calvin lalu membuka matanya.


"Sayang, kamu belum tidur.?"


"Mana bisa aku tidur kalau tidak memelukmu." Ucap Calvin.


"Ahh.., aku juga. Aku tidak bisa tidur kalau tidak memelukmu." Ucap Tania.


"Maafkan aku sayang, tetaplah mencintaiku walaupun aku sekacau ini." Calvin memegang tangan Tania dan memeluknya.


"Sayang kamu nggak pernah lagi minta wik wik sama aku, apa kamu sudah bosan sama aku.?" Ucap Tania berada dipelukan Calvin.


"Bukannya aku nggak mau sayang, aku takut calon bayi kita yang ada dalam perutmu akan terguncang karena permainan kita. Aku bisa menahannya asal kamu dan calon bayi tetap sehat."


"Sayang, bagaimana aku tidak jatuh cinta kalau kamunya baik seperti ini." Ucap Tania.


"Yah sudah, kita tidur dikamar. Aku baca-baca dibuku kehamilan kalau ibu hamil jangan banyak begadang dan terlalu kecapean."


"Baiklah sayang."


"Nggak usah jalan, biar aku mengendongmu." Ucap Calvin sambil mengangkat tubuh Tania dengan pelan.


"Aku mencintaimu Tania."

__ADS_1


"Aku lebih mencintaimu Calvin."


Merekapun tersenyum bersama sampai didalam kamar. Calvin memeluk Tania dan terkadang mengelus perutnya yang agak membesar.


"Mau aku pijat..?" Ucap Calvin.


"Jika tidak merepotkanmu aku mau."


"Sejak kapan kamu merepotkan aku sayang., yang ada hanya aku yang selalu merepotkan kamu dan membuatmu menangis." Calvin sudah memijat dengan lembut kaki Tania.


"Sayang sepertinya kakimu bengak? apa memang seperti ini kalau orang sedang hamil.?" Ucap Calvin.


"Aku nggak tahu sayang." Jawab Tania.


"Besok kita memeriksakan ke dokter kandungan.


Setelah memijat dan akhirnya Tania tertidur Sedangkan Calvin menjatuhkan badanya berbaring disamping Tania dengan pelan agar Tania tidak terbangun karena gerakannya.


"Selamat mimpi indah Tania. Wajahku seperti sembuh melihat kamu ada disampingku. Ternyata kekuatan cinta begitu besar., sesakit apapun yang kita rasakan ternyata bisa hilang hanya dengan memandang kekasihnya." Guman Calvin lalu mencium puncak kepala Tania dan kembali berbaring disamping Tania.


Keesokan harinya Tania bangun dan ternyata Calvin sudah tidak berada disampingnya. Tania langsung mencari Calvin dan ternyata dia sedang duduk dididepan televisi terdengar sedang berbicara kepada seseoramg dibalik telefon.


"Siapa sayang.?" Ucap Tania berdiri dibelakangnya.


"kamu sudah bangun sayang.? Rey menelfonku."


"Tumben dia menelfonmu pagi-pagi."

__ADS_1


"Ibumu meninggal Tania. Nyonya felysha."


Tania terdiam, dan masih terdiam dengan cukup lama. Hanya air matanya yang menetes membasahi pipinya. Walaupun dia tidak diinginkan oleh ibunya tetapi dalam hati kecilnya dia ingin sekali memeluk wanita yang telah melahirkannya itu.


"Kalau kamu tidak ingin melihatnya kamu-"


"Aku akan pergi sayang, biarkan aku bertemu dengannya untuk terakhir kalinya." Ucap Tania.


"Aku akan menemanimu."Calvin langsung menyandarkan kepala Tania dipundaknya.


"Terima kasih."


"Papi dan mami juga akan pergi melayat ke rumah duka sayang, bagaimana kalau kita ikut mereka saja."


"Terserah sayang." Wajah Tania terlihat sendu.


"Kamu yakin mau pergi.? kakimu terlihat sangat bengkak. Aku takut kamu kenapa-kenapa sayang" Ucap Calvin.


"Aku baik-baik saja, asal kamu tetap berada disampingku." Ucap Tania sambil beranjak dari tempat duduknya masuk kedalam kamar.


Calvin mengikutinya dari belakang masuk kedalam kamar. Sampai didalam kamar Tania duduk kembali diujung tempar tidur, air matanya terus mengalir seakan tidak berhenti.


"Aku membencinya, tapi mengapa hatiku sangat sakit mendengar kepergiannya sayang." Ucap Tania.


"Itulah namanya ikatan batin, kamu anak kandungnya, darah dagingnya. Yang kamu lakukan itu tidak salah, karena jika aku berada diposisimu pasti aku akan melalukan hal yang sama. Mau aku bersihkan badanmu.?" Ucap Calvin.


"Iya sayang. Hiks..hiks..hiks.." Tania kembali menangis.

__ADS_1


__ADS_2