Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
Suamiku Bosku two, part 27


__ADS_3

"Aku hanya mesin uang..? pantas saja jika aku pergi dari rumah ini mereka tidak bersedih sama sekali justru raut kegembiraanlah yang nampak diwajah mereka.." Gumam Tania dalam hatinya sambil menangis.


"Tania..? ada apa..? mengapa kamu menangis..?" ibunya sudah berdiri didepannya.


"Ibu tidak pernah sayangkan sama aku..?"


"Haa.., sayanglah Tania. Kamu putri ibu mana mungkin ibu tidak sayang dengan kamu nak." wajah ibunya berubah setelah mendengar Tania berbicara.


"Tapi disaat aku pergi kalian terlihat bahagia, apa itu yang nama sayang bu..? atau aku bukan anak ibu?"


"Si..apa yang bilang kamu bukan anak ibu..? kamu anak ibu nak." Kata ibunya sambil terbata-bata.


"Ibu baik kepadaku karena ibu hanya menjadikan aku mesin uangkan? aku sudah tahu semuanya bu.!" Kata Tania tegas.


Prakkk, tamparan keras mengenai pipi Tania.


"Dasar anak tidak tahu diri, berani sekali kamu berkata seperti itu..!"


"Pukul saja aku bu, pukul...! sejak kecil aku selalu mendapatkan perlakuan yang berbeda dengan kak Vina, ibu selalu menyuruhku membantu ibu berjualan setiap hari sedangkan ka Vina, dia hanya tidur dan bermain bersama dengan teman-temannya. Aku hanya lambat lima menit bangun tidur ibu sudah mengomel dan tidak memberiku sarapan pagi, tapi jika kak Vina seharian tidur dikamarnya ibu malah membawakan makanan kekamarnya. Apakah itu yang namanya adil bu..?" Nada suara Tania terdengar gemetar.


"Bu.., aku sudah memberi tahu dia segalanya, kita tidak perlu bersandiwara lagi dihadapannya. Biarkan saja dia pergi dari rumah ini sekarang...! kita tidak bisa mengharapkan apa-apa lagi darinya karena pangeran kaya rayanya itu sudah pergi meninggalkan dia. Kecuali hanya ada satu cara agar kita bisa mendapatkan uang lagi darinya, kita nikahkan saja dia dengan temannya itu. Sepertinya laki-laki itu juga kaya raya dan dia juga mencintai Tania." Kakaknya menatap sinis padanya.

__ADS_1


"Aku tidak mau...! aku akan bekerja dikantor itu kak Vina.., aku akan membalas kebaikan kalian karena sudah mau membesarkan aku." Ucap Tania pasrah dengan mata berkaca-kaca.


"Seperti itulah anak yang baik Tania, tahu diri mulai sekarang karena orang tuamu saja tidak menginginkan kamu jadi mengapa kami harus menginginkanmu berada disini. Dan satu lagi jangan beri tahu kepada bapak jika kamu sudah mengetahui masalah ini, jika dia sampai tahu kamu akan keluar dari rumah ini dan jadi gembel yang berkeliaran dijalan. Jika bapak tidak ada pasti kamu sudah kami usir dari rumah ini....!" Kakaknya melotot ke arahnya sambil menyilangkan kedua tangannya didadanya.


"Selamat bekerja kembali Tania, nikmatilah masa mudahmu dengan bahagia.." Kakak dan ibunya langsung pergi meninggalkan dia didalam kamar kecil miliknya.


"Haaahh semua hancur...." Tania menarik nafasnya dengan panjang dan duduk kembali dilantai bersandar dilemari sambil memegang kertas kusam itu.


****************************************


Pagi hari Tania langsung bergegas berangkat kekantor Golden Group, dia hanya ingin menyelamatkan ijazahnya yang kakaknya jadikan jaminan diperusahaan itu.


"Permisi pak, saya mau tanya apakah ini perusahaan Golden Group..?" ucap Tania yang memakai rok pendek dan baju kameja putih.


"Benar non, ada yang bisa saya bantu..?" jawab seorang satpam.


"Hari ini saya mau interview pak, jadi saya harus keruangan mana pak..?" Tania masih terlihat bingung karena kantor ini terlihat sangat besar dan entah terdiri dari beberapa lantai."


"Lewat sini non, aku akan mengantarnya." Pak satpam mempersilahkan Tania berjalan.


"Iya pak terima kasih.." Tania mengikuti pak satpam dari belakang.

__ADS_1


Tania menaiki lift menuju lantai enam. Sampai didepan ruangan, Satpam tersebut langsung pergi dan Tania seorang diri memberanikan diri untuk mengetuk pintu tersebut.


Tokk..tokk..tokk.. Tania mengetuk pintu.


"Masuk.." terdengar suara dari dalam ruangan.


"Permisi mba, maaf nama saya Tania. Saya mau datang interview hari ini.." Tania terlihat santai tanpa ragu.


"Silahkan duduk, ternyata kamu yang namanya Tania..? aslinya ternyata lebih cantik dari pada fotonya.


"Hehehe nggaklah mba, aku biasa saja.." Tania tersipu malu dengan pujian wanita yang terlihat dewasa darinya.


"Perkenalkan namaku Lyra, aku sekretaris diperusahaan ini. Aku suka dengan kamu tapi untuk lebih baik lagi jika kamu bertemu langsung dengan pimpinan perusahaan ini.."


"Maaf mba, kalau boleh tahu pekerjaanku apa yah..? soalnya kalau malam aku kuliah, agar aku bisa mengatur waktuku."


"Nanti kamu bertemu langsung dengan beliau untuk lebih jelasnya lagi tentang masalah pekejaanmu, selesai rapat dia akan menemuimu. Beliau sudah tahu kamu akan datang jadi tunggulah disini..! aku akan pergi ada urusan yang harus aku selesaikan." Lyra sudah berdiri lalu pergi sambil membawa berkas ditangannya.


"Iya mba Lyra.." kata Tania sambil tersenyum dan duduk di sofa.


Tania sudah hampir dua jam menunggu tapi orang yang dia tunggu tak kunjung tiba dan akhirnya dia tertidur disofa panjang karena sejak kejadian kemarin dia tidak bisa tidur nyenyak lagi dirumahnya memikirkan kalau dia hanya anak pungut dikeluarganya.

__ADS_1


__ADS_2