Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
Suamiku Bosku two, part 30


__ADS_3

Selesai makan Calvin membersihkan mulut Tania mengunakan tisu. Calvin sudah banyak berubah dalam perlakuannya kepada Tania.


"Sebenarnya aku ini bekerja atau tidak..? aku akan pergi ke kampus Vin.." Ujar Tania pelan sambil merapikan bajunya.


"Kamu tidak perlu bekerja, cukup berada disampingku saja itu sudah lebih dari cukup. Aku akan mengantarmu Tania." Calvin kembali mendekatinya.


"Tapi kamu masih sangat sibuk Vin.., aku akan pulang sendiri saja."


"Aku tidak sibuk, aku masih tahap belajar di kantor ini. Biasanya mba Lyra yang mengurus semua urusan kantor ini."


"Okelah.., jika kamu memaksa." Tania sudah berdiri dari tempat duduknya.


"Tan, boleh aku bicara serius..?" Calvin menarik kembali tangannya.


"Ada apa..?" tanya Tania yang sudah duduk kembali.


"Tan, aku memang masih sangat muda, aku belum sedewasa Rey, aku juga masih sangat egois, tapi aku tidak pernah bermain-main dengan perasaanku kepadamu. Tania..., maukah kamu menjadi ibu untuk anak-anakku dan menikah denganku..?" Kata Calvin sambil berjongkok dikaki Tania dan mengeluarkan cincin dari sakunya.

__ADS_1


"Vin, kamu serius melamarku..? aku bukan dari keluarga berada, aku tidak sederajat dengan orang tuamu dan aku tidak yakin orang tuamu merelakan kamu menikah dengan orang yang pernah jadi pembantumu." Mata Tania kembali berkaca-kaca.


"Aku yakin Tania, aku ingin menikah denganmu, maukah kamu menerima lamaranku?"


"Iya, aku mau Vin.." Tania langsung menangis, dia pikir Calvin tidak serius dengan kata-katanya akan menikahinya. Calvin langsung memasangkan cincin dijari manis Tania dan langsung memeluknya dengan erat.


"Tan, jangan pernah ragu denganku karena aku mencintaimu melebihi apapun, mungkin kamu adalah cinta pertamaku dan semoga kamu menjadi cinta terakhirku."


"Benarkah aku cinta pertamamu..? aku pikir Jenifer."


"Cinta pertamaku itu kamu Tan, aku tidak pernah seserius ini menjalin hubungan dengan orang lain dan jangan ragu untuk menikah denganku karena orang tuaku tidak pernah memandang status sosial seseorang berdasarkan hartanya. Mamiku juga bukan dari keluarga yang berada tapi Papi sangat mencintainya dan hubungan mereka masih langgeng sampai saat ini."


"Aku lebih mencintaimu Tania." Calvin mengecup kening Tania dengan lembut.


Tania dan Calvin akhirnya pergi meninggalkan kantor menuju kampus Tania. Didalam mobil mereka saling melemparkan senyuman dan sesekali Calvin mencium tangan kekasihnya itu.


"Bagiamana dengan usaha orang tuamu..?" Ucap Calvin.

__ADS_1


"Usaha mereka sangat maju pesat, aku sangat berterima kasih kepadamu Vin, ini semua karena kamu yang telah baik kepada keluargaku."


"Bukan karena aku, tapi itu karena hasil keringatmu. Apa mereka memperlakukan kamu dengan baik.?" Kata Calvin sambil menunggu jawaban dari Tania yang diam sejenak.


"Mereka memperlakukan aku dengan baik., bahkan sangat baik Vin." Jawab Tania ragu-ragu dia takut kalau Calvin mengetahui yang sebenarnya.


"Baguslah, tapi aku tidak suka melihat kakakmu itu. Dia seperti ingin menjualmu deganku..?"


"Kamu pernah bertemu dengannya..?"


"Pernah.., dia yang mengantar langsung surat lamaran itu kekantorku. Untung saja pria itu aku, aku tidak membayangkan jika kamu bekerja dengan orang lain selain aku Tan, mungkin aku bisa gila memikirkan kamu."


"Benarkah..? kak Vina sangat baik kepadaku kok. mungkin dia hanya ingin aku mandiri Vin." Jawab Tania terbata-bata.


"Katakan kepadaku jika mereka membuatmu menangis, aku tidak akan segan-segan mencabut semua fasilitas yang aku berikan kepada mereka..!"


"Vin.., mereka sangat baik kepadaku. jadi aku mohon jangan berpikir negatif tentang mereka."

__ADS_1


"Iya Tania sayang, akan aku lakukan asal kamu bahagia."


"Terima kasih tuan muda hehehe."


__ADS_2