
Setiap hari Calvin menunjukan perubahan yang lebih baik dari sebelumnya. Sekarang Tania tidak perlu bekerja keras lagi karena semua tugasnya telah diambil alih oleh pemiliknya yaitu adalah Calvin Reyvaldo Wibowo.
" Tania aku akan latihan taekwondo hari ini.., kamu mau menemaniku..?"
"Boleh.." Jawab Tania cepat.
"Sekarang kita langsung berangkat, aku sudah membawa baju ganti di mobil."
"Baiklah kak Calvin."
Tania dan Calvin sudah berjalan menuju parkiran. Hari-hari Tania banyak dihabiskan bersama Calvin di bandingkan dengan julie dan Raka, tapi mereka sangat mengerti dengan posisi Tania yang terikat kontrak dengan Calvin.
"Rey kita pergi ke dojang (tempat latihan taekwondo)."
"Siap tuan muda." Rey mengajukan jempolnya dan masuk kedalam mobil.
Sampai disana Rey dan Calvin masuk kedalam ruangan. Ternyata Rey adalah adalah seorang sabeum (intruktur) , Tania mengetahuinya saat mereka berdua keluar dari kamar ganti mengunakan pakaian bela diri. Rey berdiri didepan sedangkan Calvin dan teman-temanya mengikuti perintah dari Rey.
"Calvin sekarang kita sparing.."
"Siap sabeum.." Calvin posisi siap dan terlihat dia bukan seperti tuan muda yang semena-mena saat berada di depan Rey sekarang, dia menjadi sangat penurut kepada Rey.
__ADS_1
Rey dan Calvin sudah saling berhadapan, mereka menundukan kepala satu sama lain pertanda pertandingan akan dimulai dan saling menghormati. Wasit sudah siap ditempatnya dan satu, dua, tiga pertandingan akhirnya dimulai.
Rey sudah bersiap begitupun dengan Calvin, mereka masih mencari celah lawan dan tak berselang lama tendangan (Dwi Hurigi), tendangan memutar dari arah belakang tepat mengenai kepala Calvin hingga tubuhnya keluar dari area Pertandingan.
"Kak Rey kamu yang terhebat.." Tania bedecak kagum melihat aksi Rey dan dia lupa kalau Calvin sudah jauh tersungkur dari arena pertandingan.
Ronde kedua, Wasit sudah bersiap dan pertandingan dimulai. Calvin menendang Rey dengan tendangan dollyo chagi (tendangan ke arah samping) mengenai perut Rey dengan keras membuat tubuhnya sedikit bergeser.
Calvin tersenyum melihat Rey tapi belum selesai Calvin menyelesaikan senyumanya Rey langsung memberikan tendangan pamungkasnya dolke Chagi atau bisa disebut juga tendangan tornado. Tubuh Calvin langsung rubuh setelah menerima tendangan dari Rey. Semua orang tepuk tangan dan Rey berlari ke arah Calvin untuk mengangkatnya.
"Aku rasa kak Rey bisa melampiaskan kekesalannya ditempat latihan ini kepada Calvin.., kamu memang terbaik kak Rey.." Tania bertepuk tangan dan lupa dengan Calvin yang sudah terbaring lemah.
"Astaga kak Calvin.." Tania akhirnya tersadar saat melihat Calvin sudah diangkat dan bersandar didinding. Tania segera berlari kepada Calvin dan Rey hanya terlihat tersenyum.
"Aku akui kamu masih yang terbaik sabeum."
"Kak Calvin kamu tidak apa-apa.?"
"Sana pergi..! Kamu senangkan melihat aku seperti ini. Sebenarnya aku menang hanya saja aku tidak fokus karena sejak tadi kamu terus memandang Rey.."
"Lalu apa salahku.?"
__ADS_1
"Tau ahh bodoh..! Cepat kompres wajahku.." Calvin melempar handuk kewajah Tania.
"Baiklah tuan pemarah.." Jawab Tania yang selalu salah dimata Calvin.
"Pelan-pelan Tania, itu sakit tau.."
"Baiklah.." Tania dengan pelan mengompres wajah Calvin yang terlihat bengkak dan memar.
Rey masih melanjutkan latihanya sesekali Tania melihat kepada Rey, baginya saat ini Rey terlihat sangat keren mengunakan baju bela diri dengan atraksinya yang begitu memukau bagi Tania.
"Tania...! Kamu menyukai kak Rey sekarang.."
"hehehe tidak, hanya kagum kepadanya saat ini."
"Kurang ajar sini mulutmu.." Calvin kembali mengecup mulut Tania.
"Kompres sendiri wajahmu..!" Tania melempar handuk kepada Calvin dan meningalkan Calvin yang masih bersandar didinding.
"Mau kemana kamu Tania...?" Teriak Calvin.
"Melihat atraksi kak Rey, siapa suruh kamu menciumku tuan muda, rasakan itu hahaha.." Tania menjulurkan lidahnya sambil berlari ke arah Rey yang sedang melatih. Tania kali ini masih terpikat dengan penampilan Rey dan melupakan tuan mudannya dan rasa takutnya kepada Calvin.
__ADS_1
"Tunggu kamu dirumah Tania..!" Calvin memukul lantai.