Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
BAB 50 Suamiku Bossku


__ADS_3

Benar saja Cakra mendapatkan pengawalan ketat dari polisi untuk menghindari kejadian yang tidak perkirakan.


"Bisakah kami bertemu dengan pelakunya sekarang..?" Ucap Papinya tapi masih terlihat tegang melihat ekspresi Cakra yang masih dengan emosi yang berapi-api.


"Silakan lewat sini pak..!" Seorang polisi menuntun mereka masuk kedalam ruangan. Hana pun ikut bersama mereka yang juga sangat penasaran dengan wajah pelakunya. Saat masuk diruangan, wajah pelaku masih tertutup, mereka bertiga duduk dihadapan pelaku sebelum penutup wajahnya dibuka.


"Sekarang..!" Seru seorang polisi kepada rekan kerjanya yang memberi tahu untuk membuka penutup wajah pelaku.


Saat penutup wajah pelaku dibuka mata Hana terbelalak menatap orang yang berada didepannya sedangkan Cakra semakin menunjukkan amarahnya. Untung saja polisi sudah mengawalnya dengan ketat kalau tidak mungkin dia sudah menghabisi orang yang ada didepannya itu.

__ADS_1


"Hahahaha... kalian pasti terkejut kan melihatku.., ini kejutan besar untuk kalian yang telah berani mengganggu kesenangan dan hidupku." Suara pelaku itu begitu nyaring sampai memenuhi isi ruangan yang tertutup itu.


"Dasar kau memang ********, kenapa kamu bisa melakukan ini kepada Clara....? Seharusnya aku menyadari dari dulu bahwa kamu memang orang yang sangat jahat, gerak-gerikmu sangat mencurigakan dari awal aku bertemu denganmu dan matamu memandang Clara sangatlah penuh makna kejahatan." Teriak Cakra yang tangannya masih dipegang oleh polisi.


"Hahahaha, itu salahmu karena tidak bisa menjaganya dengan baik...." Pelaku tersebut tidak menunjukkan rasa bersalah sedikitpun didepan mereka, malahan dia sangat senang melihat Cakra yang begitu frustrasi sekarang.


"Kamu pantas mendapatkan itu." Hana kembali duduk setelah dengan kekuatan kilatnya menonjok pelaku itu.


"Kurang ajar..," Ucap pelaku tapi masih melayangkan senyuman kepada Clara.

__ADS_1


Dan terjadi lagi pukulan kedua yang tidak mereka sangka, Hana kembali menonjok bibir pelaku tersebut dan kali ini lebih keras dari sebelumnya. Hingga akhirnya Hana juga mendapatkan pengawalan dari polisi karena kelakuannya. Papinya hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat anak-anaknya yang lepas kontrol. Andai saja Cakra tidak dikawal mungkin papinya sudah tidak tahu lagi apa yang akan terjadi dengan pelaku akibat ulah kedua anaknya itu.


"Hahaha hanya itu kemampuan kalian..? Aku tidak akan membiarkan Clara menjadi milik orang lain. Lebih baik dia mati bersama dengan bayi yang dikandungnya dari pada aku harus melihat dia bahagia diatas penderitaanku karena mencintainya. Dia tidak akan menjadi milikmu dan dia tidak akan menjadi milikku! Bukankah itu adil mas Cakra? Itukan panggilan kesayangan Clara untukmu."


"Brengsek kamu William! Seharusnya dari dulu aku menghabisimu! Kamu benar-benar psikopat, William. Mengapa kamu bisa melakukan ini dengannya, bukankah kamu sangat mencintainya...?. Kamu memang laki-laki gila....!" Teriak Cakra sambil memberontak tapi tubuhnya masih dipegang kuat oleh polisi.


"Hahahaha aku memang gila..., aku gila karena dia telah memilihmu dan aku sekarang hanya menjadi pengamat kebahagiaan kalian berdua. Tapi kebahagiaanmu sebentar lagi akan sirna karena dia akan meninggalkanmu selama-lamanya." William benar benar lepas kontrol. Bisa dibilang sekarang dia sudah masuk kategori gangguan jiwa karena dia tega menyakiti orang yang dia cintai demi kepuasan hatinya.


Hana menarik nafasnya beberapa kali melihat William yang sudah tidak waras mengekspresikan cintanya kepada Clara. Padahal beberapa minggu lalu dia bertemu dengan William, tetapi William seperti orang yang sangat terpukul melihat keadaan Clara yang terbaring tidak sadarkan diri. Tetapi ternyata itu hanyalah sebuah akting yang diperankan William dengan sangat baik dan berjalan sesuai dengan rencananya.

__ADS_1


__ADS_2