Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
BAB 44 Suamiku Bossku


__ADS_3

"Clara... ?" Hana terbelalak membuka kamar kakaknya kemudian Hana menutup kembali pintu kamar milik kakaknya itu.


"Mengapa mereka itu selalu saja membuatku kesal, bisa-bisanya mereka berciuman tapi tidak menutup pintu. Apa mereka memang ingin memperlihatkan kepadaku..?" Hana mengomel didepan pintu sambil menenteng belanjaannya.


"Mengapa kamu masih berdiri disitu, sini masuk." Cakra membuka pintu dan terlihat santai sedangkan Clara terlihat sangat malu melihat Hana.


"Lain kali kunci pintunya, kalian pikir ini diapartemen yang bisa sesuka hati kalian melakukan apapun." Hana masih mengomel didepan mereka.


"Iya anak cerewet. Apa urusanmu datang kesini." Cakra duduk disamping Clara ditempat tidur sedangkan Hana juga duduk bersama mereka tetapi dia memilih diujung tempat tidur.


"Lihat ini, baguskan..? Nanti aku akan memakaikan dia topi ini saat kami berdua berjemur pagi hari. Aku akan membawanya berjalan-jalan ketaman, pergi bermain ke mall dan masih banyak lagi yang akan kami lakukan berdua. Pokoknya kalian tenang saja nanti aku yang akan mengurusnya dan dia akan tidur dikamarku." Hana memperlihatkan satu persatu baju bayi yang dibelinya dan mejelaskan khayalannya yang sudah jauh kedepan.


"Hana sepertinya kamu sedang sakit, bahasamu bukan seperti orang yang normal. Itu bayi kami, mengapa kamu yang sangat sibuk mengurusnya?"


"Mas biarkan saja dia, dia itu sedang bahagia menyambut kelahiran bayi kita. Seharusnya kamu senang tantenya sangat menyayangi keponakannya." Clara berusaha menenangkan Hana yang sudah terlihat cemberut mendengar perkataan kakaknya.

__ADS_1


"Iya, mas Cakra itu yang aneh, kalau dia lahir jangan sampai sifatnya seperti ayahnya." Hana melempar baju kewajah Cakra.


"Baiklah, itu anakmu kami hanya membuatnya." Kata Cakra sambil tertawa melihat adiknya.


"Iya memang benar dia akan menjadi anakku."


"Hana, Hana, Kalau kamu sudah tidak ada urusan kamu boleh pergi...aku akan dan Clara akan melanjutkannya."


"Baiklah, jangan lupa untuk mengunci pintu." Hana sudah pergi meninggalkan mereka berdua.


"Itu sudah kewajibanku sebagai seorang istri untuk melayanimu mas."


"Aku mencintaimu Clara, tetaplah berada disampingku sampai kita menua bersama." Cakra menatap istrinya sangat dalam, malam ini dia merasa ingin memeluk Clara dan tak ingin melepaskannya. Entah karena hasrat untuk bercintannya besar atau rasa sayangnya semakin besar kepada Clara.


Akhirnya dua insan ini kembali bersatu dalam pelukan.

__ADS_1


Pagi hari dikampus....


Clara dan Hana sudah tidak magang lagi dikantor karena telah selesai. sekarang mereka kembali ke kampus untuk penyusunan skripsi, Hana selalu mendampingi Clara dimanapun dia berada. Ini adalah awal yang melelahkan karena mereka harus mencari dosen pembimbing untuk perbaikan skripsi mereka. Clara yang sudah tidak mual dan muntah lagi karena kandungannya sudah memasuki trimester kedua dan perutnya sudah terlihat membuncit semakin membuatnya terlihat seksi.


"Clara, aku akan menunggu di kafe depan kampus setelah kamu selesai dengan urusanmu."


"Iya, aku akan menemui dosen pembimbingku untuk meminta persetujuan untuk maju ujian minggu depan."


Mereka berdua lalu berpencar, Hana dan Clara sama-sama memperjuangkan nasib mereka. Clara berjalan terlihat menahan pinggangnya dengan sebelah tangannya karena merasa lelah berjalan kesana kemari.


Setelah selesai dengan urusannya Clara langsung pergi ke kafe yang berada didepan kampus untuk menemui Hana. Saat Clara keluar dari gerbang kampus ternyata Hana sudah berada dikafe tersebut sedang melambaikan tangannya kepada Clara dan sebelah tangannya memegang minuman.


"Clara..?" Hana berteriak sambil tersenyum kepada Clara.


Clara masih berdiri ditempatnya, saat hendak menyeberang jalan, Clara sontak memundurkan langkahnya setelah melihat mobil hitam melaju dengan cepat seakan sedang mengincarnya. Mobil itu akhirnya menabraknya hingga tubuhnya terseret jauh dan kepalanya membentur trotoar jalan. Mobil itu langsung pergi meninggalkan Clara yang sudah tergeletak dengan bersimbah darah.

__ADS_1


Hana yang menyaksikan kejadian itu langsung melepaskan minumannya karena terkejut. Badannya gemetar, jantungnya seakan berhenti berdetak sedangkan Clara sudah penuh dengan kerumunan orang. Hana tidak mampu melangkahkan kakinya mendekati Clara hingga tubuhnya juga ikut rubuh dikafe itu.


__ADS_2