Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
Suamiku Bosku two, part 21


__ADS_3

Tak terasa waktu begitu cepat, delapan bulan telah berlalu dan inilah hari yang paling menegangkan untuk seorang Calvin, hari ini dia sedang menunggu pengumumuan kelulusan disekolahnya. Tania dan Raka berada disampingnya dan tangannya masih memegang erat tangan Tania. Raka sudah bisa merelakan Tania bersama kakaknya, walaupun sakit dia tidak bisa memaksakan Tania untuk mencintainya dan hubungannya dengan Tania tidak lebih hanya sebatas teman akrab.


Sedangkan hubungan Calvin dengan Tania mengambang atau tanpa status yang jelas, tidak ada ikatan apapun kecuali perasaan mereka yang saling mengikat satu sama lain. Amplop putih telah dibagi kepada semua murid kelas 3 SMA, Calvin menyuruh Tania dan Raka untuk membuka amplopnya karena perasaannya begitu tegang saat ini.


Satu..


duaa


Tiigaa...


"Kak Calvin, kamu lulus.." Teriakan gembira dari Raka Dan Tania yang bergantian memeluknya.


"Heemm aku tahu itu, akukan pintar." Wajah Calvin berubah menjadi sedih.


"Ada apa kak, kamu terlihat tidak bahagia.?" Tanya Tania melihat ekspresi Calvin.


"Aku ingin tetap tinggal bersamamu Tan.." Calvin meraih tangan Tania.


"Kalau untuk masalah ini aku akan pergi., aku tidak ingin menjadi penonton kalian." Raka pergi meningalkan senyuman kepada mereka tetapi hatinya terasa sangat sakit.


"Terima kasih Raka." Ucapan dari Calvin.


"Oke.." Raka hanya mengangkat jempolnya tanpa menoleh lagi kepada mereka berdua.


"Kita pulang Tan, suasana hatiku lagi tidak baik." Calvin menarik tangan Tania. Bisa terlihat jelas kalau Calvin sedang tidak bersemangat.

__ADS_1


"Baiklah." Tania hanya mengikuti Calvin berjalan tapi tangan mereka tetap bergandengan.


Menuju parkiran mobil Rey terlihat berdiri disamping mobil, wajahnya terlihat panik saat melihat Calvin dari kejauhan.


"Rey..." Calvin melambaikan tangannya dari kejauhan.


"Ada apa dengan wajahnya..? dia tidak terlihat seperti bahagia., Tania.." Kata Calvin saat melihat Rey.


"Entahlah.., mungkin dia ikut sedih karena akan berpisah denganku." Tania masih tersenyum dan mereka tiba juga ditempat Rey berdiri disamping mobilnya.


"Rey.., ada apa dengan wajah.." Belum selesai Calvin berbicara seorang gadis cantik keluar dari dalam mobil mewahnya.


"Surprise..., sayang....!"


"Iya, aku sayang, kamu pasti kaget dan bahagiakan..?" Jenifer terlihat sangat gembira melihat pacarnya berada didepannya sampai dia tidak menyadari kehadiran Tania yang sedang berpegangan tangan dengan Calvin.


"Iyaa.., aku bahagia jen.." Senyuman datar keluar dari bibir Calvin.


"Pelukannya mana..?" Jenifer sudah membentangkan tangannya menunggu pelukan hangat dari Calvin.


Tania langsung melepaskan tangannya dari genggaman Calvin, Rey hanya bisa diam dibelakang jenifer melihat situasi ini.


"Calvin pelukannya..?" Jenifer masih diposisi yang sama.


"Iya.., aku lupa.." Calvin berjalan ke arah jenifer dan memeluk pacarnya itu.

__ADS_1


Tania masih berdiri terpaku melihat Calvin yang selama ini selalu memeluknya terasa asing saat melihat dia memeluk orang lain didepan matanya. Calvin begitu canggung posisinya begitu rumit saat ini, dia berada diantara dua wanita yang dia cintai dan yang paling tersakiti dari hubungan ini adalah Tania. Tania terlihat berkaca-kaca menahan air matanya keluar, dia hendak pergi tapi Calvin langsung menarik tangannya setelah melepaskan pelukannya dari jenifer.


"Siapa dia sayang..?" Tanya Jenifer bingung, tapi ekspresi wajahnya tidak senang melihat Tania yang sedang memegang tangan pacarnya.


"Aku asistennya, non Je..nifer." Tania terbata-bata.


"Benarkah sayang.." Jenifer kembali menatap Calvin tapi Calvin hanya diam tak menjawab apapun dan terlihat mukanya sangat pucat dan bingung.


"Dia pacarku kak." Kata Raka yang entah datang dari mana. Raka langsung menarik tubuh Tania dan memeluknya, dia pasti tahu apa yang sedang dirasakan Tania sekarang ini karena itulah yang dia alami saat Tania sedang bersama Calvin.


"Raka. ?, astaga sudah lama kita tidak bertemu.."


"Hemmm." jawaban singkat dari Raka.


"Perkenalkan pacarmu, ternyata dia pandai bergurau juga. Katanya tadi dia pembantunya Calvin..? mana mungkinkan seorang pembantu secantik dia., benarkan Raka.?"


"Benar kak jen, dia memang sangat cantik dan sampai kapanpun aku tidak rela dia tersakiti apalagi harus menjadi asisten rumah tangga."


Calvin sama sekali tidak mengeluarkan sepatah katapun dari mulutnya. Tubuhnya sekarang sedang dipeluk oleh Jenifer, lingkaran penuh ditubuhnya menandakan kalau Jenifer sangat mencintainya.


"Kalau begitu aku pulang kak Jen." Raka menarik tangan Tania yang masih diam membisu bersama Calvin.


"Pergilah, aku masih ingin melepas rindu bersama pengeranku." Jenifer melambaikan tangannya.


"Oke kak, aku rasa dia juga sangat merindukanmu..!" Jawaban Raka benar-benar bisa membuat Calvin, Rey dan Tania menjadi tambah pucat.

__ADS_1


__ADS_2