Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
BAB 56 Suamiku Bossku


__ADS_3

Malam harinya Clara duduk diujung tempat tidur memandang tempat tidur yang begitu luas. Jantungnya kembali berdetak lebih cepat dari biasanya. Clara terus memegang dadanya karena tempat ini begitu terasa akrab baginya. Dia berusaha mengingatnya tapi kepalanya menjadi pusing dan dia merebahkan tubuhnya menatap langit-langit kamar Cakra.


"Masa iya aku tidur disini..? Apa dia itu tidak mempunyai pacar atau istri. Di usia seperti dia sangat aneh jika dia masih menjomblo dan takut tidur sendiri. Sungguh alasannya tidak bisa masuk kedalam pikiranku walaupun ingatanku tidak bisa mengingat semuanya tetapi aku masih bisa berpikir jika itu begitu janggal." Clara membatin sambil mengerak-gerakan kedua bola matanya melihat sekeliling ruangan kamar Cakra.


"Clara ayo makan." Cakra membuka pintu dan mendekati Clara yang masih terlihat berpikir mencari sesuatu yang bisa dia ingat.


"Clara.., jangan memaksakan untuk mengingat segalanya. Biarkan berjalan seiring berjalannya waktu." Cakra sudah berdiri didepannya sedangkan Clara masih berbaring tapi pandangannya sudah beralih kepada Cakra.


"Gendong.." Clara memberikan kedua tangannya.


"Baiklah." Cakra menarik tubuhnya dan menggendongnya sampai ke meja makan.

__ADS_1


"Mas, apa aku ini benar-benar asisten pribadimu..? Tapi mengapa kamu memperlakukan aku seperti seorang putri..? bukannya aku yang seharusnya mengurusmu? Jangan-jangan kamu mencintaiku diam-diam..?" Clara memberikan pertanyaan kepadanya yang begitu mengagetkannya. Cakra yang sedang makan sampai terbatuk dan makanannya tertumpah dari mulutnya.


"Maaf mas, kalau aku sudah lancang bicara sembarangan. Pasti sangat tidak mungkin orang setampan dan kaya seperti kamu akan menyukaiku kan..?" Clara memberikan air minum kepada Cakra.


"Didunia ini tidak ada yang tidak mungkin Clara.." Jawab Cakra sambil tersenyum sambil memegang tangannya.


"Mas, Jangan-jangan aku bukan hanya lupa ingatan tetapi aku juga sakit jantung. Mengapa dadaku terus berdetak kencang bila kamu menyentuhku?" Clara kembali memegang dadanya.


"Hahaha kamu sehat Clara, itu hanya reaksi tubuhmu dan kamu harus terbiasa dengan itu." Jawab Cakra.


"Tidak perlu Clara.., mulai besok akan ada asisten rumah tangga yang akan membantu pekerjaan rumah jadi kamu hanya perlu menemaniku ke kantor dan mengikutiku kemanapun aku berada." Cakra sudah berdiri dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Semudah itu pekerjaanku mas..? tapi bagaimana dengan kuliahku..? Dan apakah William tahu aku bekerja denganmu.? Dan kapan aku bisa bertemu dengannya..?"


Raut wajah Cakra berubah menjadi marah, tapi dia berusaha sekuat mungkin untuk menahan emosinya mendengar nama William.


"Clara, kondisi kesehatanmu belum pulih jadi berhentilah untuk memikirkan hal-hal yang tidak perlu..!" Cakra sudah menarik tangannya ke dalam kamar.


Cakra masuk kedalam kamar dan merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur sedangkan Clara terlihat ragu-ragu untuk berbaring.


"Apakah pekerjaanku serendah ini..?" Menatap tempat tidur dan Cakra sudah menutup matanya.


"Clara, apa kamu hanya ingin semalaman duduk disitu sambil menatapku seperti itu." Cakra kembali membuka matanya melihat Clara yang menatapnya dengan serius.

__ADS_1


"Iyaa mas, aku akan tidur."


Clara sudah berbaring membelakangi Cakra. Cakra melihat tubuh istrinya berbaring didepannya, dia meneteskan air mata haru karena masih beri kesempatan untuk bisa bersamanya walaupun sekarang dia tidak bisa terlalu jauh untuk menyentuh tubuh Clara seperti dulu. Cakra juga masih ragu-ragu untuk memaksa Clara melakukan hubungan suami istri karena Cakra takut Clara akan trauma dan membuatnya menjadi takut mendekati Cakra.


__ADS_2