Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
Suamiku bosku two, part 26


__ADS_3

"Tania.., kamu jahat, mengapa kamu meninggalkanku..?" Kata Raka sudah merangkul Tania.


"Aku malas membahas Calvin, berhenti berbicara tentang dirinya mulai saat ini. Dan biarkan aku sendiri untuk saat ini."


"Oke baiklah maafkan aku, aku hanya ingin memberi tahumu jika sebenarnya dia.."


"Raka.....!" Bentak Tania.


"Oke, oke maafkan aku Tan, kalau begitu kita pulang karena matahari sudah hampir tenggelam."


"Aku juga minta maaf karena membentakmu."


"Nggak apa-apa aku yang salah Tan." Ucap Raka penuh penyesalan.


Tania dan Raka akhirnya masuk kedalam mobil dan pulang bersama. Diperjalanan pulang Tania kembali terdiam moodnya berubah setelah nama Calvin disebutkan mungkin rasa sakit hati itu masih membekas dihatinya. Tiba didepan rumahnya, Tania langsung keluar tanpa mengucapkan kata perpisahan kepada Raka.


"Tania.., ternyata kamu masih sangat mencintainya, aku bisa melihat itu dari sorot matamu. Sebentar lagi kamu akan kembali berbahagia, karena orang yang kamu bilang paling kamu benci akan berubah menjadi orang yang paling kamu cintai." Raka masih melihat Tania masuk kedalam rumahnya dan diapun akhirnya meninggalkan Tania dengan perasaan seperti biasanya yaitu tidak mendapatkan cinta Tania.


Didalam kamar Tania terlihat menangis entah kata-kata Raka yang mana membuatnya bersedih.

__ADS_1


Bip..bip..bip.. panggilan telfon.


"Haloo..?" Kata Tania dalam panggilan telfon.


"Haloo...., apa benar ini dengan Nona Tania Febiola..?" Kata wanita yang ada dibalik telfonnya..


"Iya benar, kalau boleh tahu saya sedang berbicara dengan siapa sekarang..?"


"Selamat nona Tania, anda diterima diperusahaan Golden Gruop. Berkas yang anda kirim telah disetujui oleh pimpinan perusahaan kami dan untuk mengingatkan kembali besok anda datang interview kekantor kami. Alamatnya kami sudah mengirimkan lewat pesan di nomor ponsel anda."


"Maaf anda salah orang, saya tidak pernah mengirimkan surat lamaran kekantor manapun.." Tut..tut..tut.. Tania mematikan telfonnya.


"Sekarang banyak modus penipuan berkedok pekerjaan." Tania menyimpan hpnya disamping tempat tidurnya dan dia memejamkan matanya kembali.


Ada apa dengan orang ini..! aku sudah bilang kalau aku tidak pernah mengirimkan surat lamaran ke perusahaan itu...!


"Ada apa lagi mba..? kan aku sudah bilang bahwa aku tidak pernah melamar kerja kekantor manapun..! aku masih kuliah semester empat mba, jadi berhentilah mengangguku dan mana mungkin perusahaan sebesar itu menerima pegawai yang belum pernah mempunyai pengalaman kerja dibagian perkantoran..." Kata Tania panjang lebar menjelaskan.


"Ijazahmu aslimu ada ditangan kami, jadi jika anda membatalkan kontrak ini, maaf saja kami tidak akan mengembalikan Ijazah sekolah anda sejak masuk sekolah dasar sampai sekolah menengah pertama...!" terimakasih.." Wanita dalam telfon itu langsung menutup telfon secara sepihak tanpa menunggu jawaban dari tania.

__ADS_1


"Ijazah...? mana mungkin itu terjadi, semua aku simpan dalam lemari.., tapi jangan-jangan itu benar." Tania langsung beranjak dari tempat tidurnya dan membuka lemarinya. Dia melihat semua berkasnya berantakan didalam lemari.


"Apa yang kamu cari..?" Suara kakaknya membuatnya terkejut.


"Jangan bilang ini perbuatan kak Vina..?"


"Memang benar, aku yang mengirim surat lamaran atas namamu. Kamu harus mandiri mulai dari sekarang, kerja sambil kuliah itu bukan hal yang susah karena sebelumnya kamu juga pernah kerja sambil sekolah. Dan lihat hasilnya sekarang.., orang tua kita sangat bahagia dari hasil jerih payahmu selama bekerja, bukan begitu Tania yang baik hati.."


"Kak Vina kok jahat sama aku..?" Tania duduk bersandar membelakangi lemarinya setelah mendengar ucapan kakaknya.


"Jahat..? Kamu bilang aku jahat..? seharusnya kamu banyak berterima kasih kepada keluarga ini karena kamu bisa hidup sampai sekarang. Kamu itu anak pungut...! jadi membalas kebaikan dengan sedikit berkeringat itu tidak masalahkan..?"


"Anak Pungut..? , tidak mungkin aku anak punggut. Aku anak ibu dan bapak kak Vina, bilang kalau kakak sedang berbohong agar aku mau bekerja dikantor itukan..?"


"Berbohong..? baca itu..!" kakaknya melempar selembar kertas yang yang sudah kusam.


Tania mengambilnya dengan ragu-ragu, Tania mulai mengeluarkan air matanya membaca selembar kertas kusam yang membuat hatinya menjadi remuk berkeping-keping. Isi surat itu adalah : Aku mohon jaga anak ini, beri nama Tania Febiola karena Dia lahir pada tanggal 14 Februari. Aku harap kalian bisa menerimanya dan menyayangi dia seperti anak kalian.


Tania melepaskan surat itu dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. linangan air mata membanjiri kedua pipinya.

__ADS_1


"Berhenti menangis karena itu akan sia-sia, kamu akhirnya sudah mengetahui segalanya jadi aku tidak perlu bersandiwara lagi didepanmu dan pura-pura bahagia kamu berada disini. Kamu itu hanya mesin uang dikeluarga ini jadi mulai sekarang waktunya kamu balas budi..!" Kakaknya langsung pergi sedangkan Tania masih meratapi nasibnya yang begitu pahit didalam kamarnya.


Hai.Hai..gaes salam kenal lagi.., jangan lupa dukung author dengan memberikan vote , like dan tinggalkan komentar anda agar authornya bisa menulis dengan lebih baik lagi, terima kasih 😘😘


__ADS_2