
Masih di atas ranjang sambil mempermainkan tangannya, memutar-mutar membentuk bulatan diatas perut six pack Calvin yang telah bertelanjang dada. Beberapa kali Calvin mencium bibir Tania dengan gemas yang sejak tadi menggodanya.
Biasanya, Tania tidak pernah melakukan itu atau menggoda Calvin duluan. Tapi karena dia sedang datang bulan apa salahnya mempermainkan Calvin yang tidak bisa berbuat apa-apa selain menciumnya.
"Sejak kapan kamu pandai menggoda seperti ini.?" Ucap Calvin seperti ingin menerkam Tania.
"Hehehe.. sejak menikah denganmu." Tania hanya tertawa melihat Calvin frustasi dengan angan-angannya.
"Aku mau mandi." Calvin langsung melepaskan pelukannya dan membuang tangan Tania dengan kasar.
"Yakin kamu mau mandi.? Tadi kan sudah mandi sebelum berangkat kekantor." Tania terlihat sangat puas menjahili Calvin.
"Terserahlah." Calvin melangkah masuk kedalam kamar mandi lalu menutup pintu lalu menguncinya.
Tak sampai disitu Tania menjahilinya, Tania terlihat kembali berpikir sambil tertawa lalu melangkah kecil menuju pintu kamar mandi.
"Sayang buka.., aku mau buang air kecil." Sambil mengetuk pintu dan menahan tawanya didepan pintu kamar mandi dengan tangan sebelahnya.
"Ap..a lagi.. Tania. Aku sedang sibuk." Sahut Calvin dalam kamar mandi.
"Memangnya kamu lagi apa..? Kok sibuk.?" Tanya Tania kembali.
"Aku sedang buang air besar."
__ADS_1
"Okelah. Jangan lama-lama ya." Tania kembali berbaring ditempat tidur sambil menunggu Calvin selesai dengan kegiatannya dalam kamar mandi.
Cukup lama Calvin berada dikamar mandi dan ternyata Tania sudah tertidur kerena kelamaan menunggunya. Calvinpun keluar dan melihat Tania sudah tertidur. Calvin tidak bisa menahan rasa gemesnya melihat Tania.
"Bagaimana bisa dia tertidur selelap ini setelah dia menggodaku lalu mencampakkanku saat otakku sudah penuh dengan pemikiran liar? Oh Tania, kamu memang gadis yang unik." Ucap Calvin sambil mengeringkan badannya dengan handuk yang dia kenakan.
"Aku tidak tidur, aku mendengarmu. Kamu terlalu lama berada disana membuatku bosan menunggumu." Ucap Tania membuka matanya dengan pelan.
"Hahaha.. sialan, selain pandai menggoda, sekarang kamu pandai berakting." Calvin langsung menindih tubuh Tania.
"Berat sayang."
"Biasakan ini." Ucap Calvin sambil tertawa.
"Kapan selesai.?"
"Tamu bulananmu."
"Paling seminggu."
"Lama juga, bisa puyeng kepalaku."
"Biasakan ini." Meledek Calvin dengan membalikkan kata-katanya.
__ADS_1
"Setelah tamu bulananmu pergi, kita akan pergi bulan madu. Kamu maunya kemana? Jepang, Korea, Paris atau dimana terserah kamu?" Tanya Calvin.
"Bisa turun dulu, aku susah bernapas sayang.." Calvinpun langsung menjatuhkan tubuhnya disamping Tania.
"Bali, aku ingin ke Bali." Sahut Tania gembira.
"Bali..? kok Bali sayang.?" Calvin menatapnya. Tidak disangkanya Tania akan memilih Bali.
"Sayang, kamu tenang saja. Uangku banyak dan bisa membawamu keliling dunia jika kamu mau." Ucap Calvin menyombongkan diri.
"Aku inginnya Bali sayang, katanya Bali itu indah, budayanya juga bagus apalagi pantainya pasti bersih dan indah. Buktinya orang dari luar negeri saja datang berkunjung kesitu, masa kita yang ada dalam negeri mau keluar negeri lagi untuk menikmati suasana pantai.."
"Jadi fix ke Bali nih.?" tanya Calvin sekali lagi.
"Yes.." Jawab Tania.
"Baiklah, jika itu maumu apalagi yang aku perbuat jika tuan putri sudah memilih. memangnya kamu pernah jalan-jalan kemana saja dulu..?" Calvin memeluk Tania.
"Boro-boro jalan-jalan... mau belanja di mall saja sekali dalam setahun. Hidupku habis untuk mencari uang sejak kecil, jadi tidak ada rekreasi ataupun namanya santai dalam kamus keluargaku."
"Berarti kamu belum pernah naik pesawat dong..?"
"Apalagi itu... belum pernah sekalipun." jawab Tania sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Oh istriku, sedihnya jadi dirimu. Akan ku buat kamu menjadi salah satu wanita terbahagia didunia ini. Aku janji Tania."
"Tanpa perlu berjanji, aku sudah mendapatkan semua kebahagiaan darimu sayang." Sahut Tania.