Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
BAB 37 Suamiku bossku


__ADS_3

"Kamu sudah pulang..?" Suara Cakra membuat Clara terkejut ditengah gelapnya ruang tamu yang sengaja dimatikan oleh Cakra.


"Kenapa lampunya mati mas.?"


"Biar irit.." Sungguh jawaban yang tidak masuk akan bagi Clara.


"Irit..? maskan bisa membayar tagihannya, jadi mengapa harus mengirit."


"Kita itu harus menjadi warga negara yang baik dengan ikut membantu kemajuan negara ini. Dengan mematikan satu lampu kita sudah bisa mengurangi penggunaan energi dalam negeri." Cakra duduk di sofa sambil menonton TV.


"Okelah, kamu yang terbaik mas." Clara sudah masuk kedalam kamar dan membawa semua belanjaannya.


Cakra mengikutinya dari belakang masuk kedalam kamar. Clara membongkar semua belanjaannya diatas tempat tidur sedangkan Cakra hanya duduk dan menghidupkan TV kembali yang ada didalam kamar.


"Kamu ini mau belanja atau akan pindah rumah." Cakra ternyata memperhatikan belanjaan Clara yang begitu banyak.


"Hehehe belanja lah mas, masa iya aku pindah rumah sih. Ini untuk kita berdua baguskan? " Clara memberi dua gelas dengan tulisan mama papa dan baju couple gaya anak muda jaman sekarang. Karena usia Clara yang masih muda jadi dia memilih sesuai dengan usianya, sedangkan Cakra menganggap itu terlalu kekanak-kanakan.


"Apa itu..? Terlihat seperti kekanak-kanakan. Aku tidak akan memakainya."

__ADS_1


"Benarkah..? Kalau begitu aku akan memberikan kepada William. Sepertinya baju ini cocok untuk kami berdua." Ucap Clara dengan santai dan memasukan kembali baju kedalam tas belanjaannya.


"Clara...? Cepat mendekat...! Beraninya kamu menyebutkan namanya didepanku dan lebih parahnya, kamu ingin membelikan padanya dengan menggunakan uangku."


Clara segera mendekatinya dan Cakra langsung mencubit pipinya dengan lembut.


"Abisnya...mas nggak mau ambil sih.. dari pada dibuang mending diberikan kepada orang."


"Aku akan memakainya." Cakra merangkul tubuh Clara dan menyandarkan wajahnya kedalam dadanya. Ia saat ini sedang bertelanjang dada.


"Iya mas aku tahu."


"Sayang..?" Clara seperti klepek-klepek mendengar kata itu.


"Hmmm aku akan memanggilmu seperti itu, kamu suka?" Cakra mencium kepala Clara berulang kali.


"Suka mas," Clara melingkarkan tangannya ketubuh Cakra, sekarang dia sudah berani untuk mengekspresikan perasaannya melalui tindakan.


"Mas, benarkah kamu membelikan dia sebuah pulau.?" Akhirnya pertanyaan ini keluar juga dari mulutnya.

__ADS_1


"Aku akan membelikanmu jika kamu mau."


"Bukan itu maksudku, aku hanya ingin bertanya apakah itu benar? ternyata kamu sangat menyayanginya mas. Sampai sebuah pulau kamu mampu memberikan kepadanya."


"Kamu cemburu.?" Cakra melepaskan tubuh Clara dan menatap matanya.


"Mana mungkin aku cemburu, itukah hak kamu. Aku ini hanya wanita yang singgah untuk sementara waktu dihidupmu, aku tahu tujuan hidupmu adalah dia. Buktinya kamu pergi menemuinya semalam padahal aku ingin kamu tetap ada disisiku. Jadi mana mungkin aku berani berharap kamu memberikan cintamu kepadaku dengan seutuhnya." Clara menarik nafas panjang mengeluarkan semua unek-unek yang ada dalam hatinya.


"Sudah selesai..?" Cakra hanya tersenyum melihat Clara yang sangat menggebu-gebu mengeluarkan semua isi hatinya.


"Mas kamu jahat.." Clara memukul dadanya berulang kali dan dia hanya berdiam menahan sakit didadanya membiarkan wanitanya melakukannya. Clara akhirnya mengeluarkan tangisannya didalam dada Cakra dengan membenamkan wajahnya agar tidak terlihat oleh Cakra.


Cakra tersenyum bahagia melihat Clara begitu cemburu dengan air mata yang membasahi dadanya.


"Dengarkan aku baik-baik Clara sayang.., aku tidak akan meninggalkanmu, tidak akan menduakanmu, tidak akan mengkhianatimu, aku ingin mencintaimu sepenuh hatiku dan aku ingin menua bersamamu."


"Mas..," Tangisan Clara semakin keras mendengar ucapan Cakra.


"Ada apa? apa aku salah bicara?"

__ADS_1


"Tidak mas, aku terharu.." Hiks, hiks, hiks..


__ADS_2