Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
Suamiku Bosku two, part 2


__ADS_3

"Selamat pagi anak-anakku yang cantik dan tampan. Bagaimana kabar kalian hari ini apakah sehat.?"


"Sehat bu Yeyen."Jawab semua murid yang ada didalam kelas.


"Kok Ibu lagi sih..? panggil saja miss Yeyen. Apa miss sudah terlihat tua bagi kalian..? ayo jawab." Miss yeyen sudah melototi setiap siswa.


"Tidak miss Yeyen." Jawab mereka lagi secara bersamaan dan sebenarnya mereka berbicara tidak sesuai fakta.


"Dan kamu Raka, bagaiamana kabarmu hari ini..? Tanya bu Yeyen lembut dan dia sudah berjalan ke arah Raka duduk.


"Baik.." Jawab Raka singkat.


"Miss suka gaya rambutmu pagi ini. Tapi lebih rapi lagi jika seperti ini Raka." Miss Yeyen memegang rambut raka dan memperbaiki rambutnya yang sedikit berantakan baginya tetapi sebenarnya rambut Raka sudah sangat rapi terlihat.


Raka hanya diam mukannya seperti jijik melihat kelakuan gurunya itu. Tania dan Julie berusaha menahan tawa mereka melihat Raka yang selalu menjadi bulan-bulanan bu yeyen jika jam mata pelajarannya berlangsung. Miss Yeyen adalah perawan tua umurnya sekitar 40 tahunan tetapi gayanya bagaikan anak ABG labil.

__ADS_1


Tring..... Tring.. Tring... Bunyi bell istrahat berbunyi.


"Yess...." Teriak gembira semua murid didalam kelas. Dan akhirnya mata pelajaran sastra bu yeyen sudah berakhir dan dia sudah keluar dari ruangan mereka.


"Tania kantin yuk...?" Ajak Julie.


"Aku akan pergi bersamanya kali ini.." Raka sudah memegang tangan Tania.


"Aku mau dikelas saja.., kalian berdua pergi saja karena aku belum lapar..! siapa tahu kalian butuh waktu untuk bersama membicarakan hubungan kalian yang berantakan itu." Kata Tania meledek kedua temannya itu.


"Tania ayolah...!" Raka sudah menarik tangannya.


"Dia lagi..! Mengapa dia selalu saja menghantuiku." Raka sudah terlihat kesal melihat gadis itu.


"Tania berhenti menganggu pacarku..!" Erika sudah melepaskan tangan Raka dari tangan Tania.

__ADS_1


"Erika STOP....! berhentilah seolah-olah kalau kita masih pacaran. Kita sudah lama putuuus...!" Nada suara Raka sudah meninggi.


"Raka aku tidak mau putus dari kamu dan sampai kapanpun kita tidak akan pernah putus karena aku belum menyetujuinya..!" Erika sudah mengandeng tangan Raka dengan manja ala anak alay.


"Jul kita pergi biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka berdua." Tania sudah menarik tangan julie melangkah meningalkan mereka berdua. Julie tersenyum puas kepada Raka seperti memenangkan sebuah medali dan melambaikan tangan dengan manja.


"Bye.., bye... Raka..urus tuh wanita alaymu." Kata julie masih dengan senyuman terindahnya.


"Tania tunggu..!" Teriak Raka tapi Erika masih mengandengnya dengan erat.


"Erika lepaskan...!" Kali ini Raka melepaskan paksa tangan Erika dan meningalkannya.


"Awas kamu Tania, ini karena kamu yang kecentilan itu kepada pacarku sampai Raka melakukan aku seperti ini."


Di kantin Tania dan Julie sudah memesan makanan, mereka membawa makanan ke meja yang kosong tepat berada dibelakang Erika. Erika yang sudah duduk bersama teman-temannya saling berbisik tertawa

__ADS_1


menatap dia dan julie yang sedang berjalan menuju meja makan yang kebetulan tepat dibelakangnya. Sebenarnya julie dan Tania tidak mau duduk dimeja yang berdekatan dengan Erika tetapi semua meja sduah full dan hanya meja makan yang ada dibelakang Erikalah yang kosong.


Saat Tania berjalan, Erika menatapnya sambil tersenyum penuh kepalsuan kepadanya. tetapi Tania masih tetap berjalan tanpa menoleh ke arahnya dan tanpa sadar kakinya tersandung. Makanannya tumpah mengenai laki-laki didepanya yang sedang berjalan sedangkan tubuhnya ikut terjatuh tepat berada dikaki laki-laki tersebut.


__ADS_2