
Saat masuk di gerbang sekolah Calvin memegang tangan Tania dengan erat seakan ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa Tania menjadi miliknya sekarang.
"Kamu hanya perlu bersabar Tania, delapan bulan lagi, delapan bulan lagi dia akan melepaskanmu." Pikir Tania sambil berjalan dengan puluhan mata yang memandang dirinya dengan kesal sedang bergandengan tangan dengan Calvin.
"Selesai ini mungkin banyak wartawan dadakan yang akan datang menemuiku didalam kelas kak."
"Aku suka mereka mengetahuinya agar semua orang tahu dan mereka tidak berani lagi menganggumu termasuk Erika jelek itu." kata Calvin mengantar Tania masuk kedalam kelasnya.
"Ya ampun kak Calvin sangat tampan.., betapa beruntungnya gadis itu ya, padahal penampilannya biasa-biasa saja tapi kenapa kak Calvin mau dengannya." gadis itu berbicara menatap Tania dengan muka
tidak suka.
Sampai didalam kelas Calvin mengantarkan Tania ketempat duduknya. Julie dan teman-temannya hanya bisa berjingkrak-jingkrak kasmaran melihat Tania bagaikan seorang putri yang sedang berjalan dengan seorang pangeran tampan dan kaya raya seperti disebuah cerita dogeng.
"Tania.., aku akan menunggumu sepulang sekolah di mobil." Calvin mencium kening Tania, mata mereka semakin melotot dan suara mereka memenuhi seisi ruangan melihat kejadian langka seorang Calvin bisa seromantis itu kepada wanita. Calvin pun melangkah meninggalkan Tania yang sangat malu kepada semua orang.
Calvin tidak pernah terlihat dekat dengan wanita disekolah dan tidak ada sekalipun terdengar desas desus jika dia mempunyai kekasih.
Tania seorang gadis biasa yang namanya tidak pernah menjadi bahan perbincangan disekolahnya mendadak namanya menjadi sangat populer karena isu kedekatanya dengan Calvin. Bahkan ada beberapa orang yang datang ke kelasnya hanya untuk melihat wajah Tania seperti apa.
"Tania..?" Raka melambaikan tangannya dan masih belum mengerti dengan suasana kelas yang kacau dan ribut karena ulah Calvin.
__ADS_1
"Raka..? Untung saja dia tidak melihatnya. jika itu terjadi aku tidak tahu mungkin akan terjadi perang saudara saat itu."
"Hai..,Raka..!" Senyuman Tania begitu ragu-ragu pagi ini.
"Mengapa dengan mereka..?" Raka masih belum mengerti dengan wajah teman-teman sekelasnya.
"Kak Calvin mencium Tania dan mereka ikut baper.." jawaban yang menohok dari julie membuat Raka geram mendengarnya.
"Dia menciummu..? Astaga Tania, aku saja belum merasakan ciuman pertamaku darimu. Aku akan buat perhitungan dengan kak Calvin dia lupa kalau sebenarnya dia masih mempunyai kekasih di Amerika..!" Raka masih syok mendengarnya.
"Kekasih..?" Wajah Tania langsung cemberut.
"Pulang sekolah temani aku di studio ya Tan." Ucap Raka.
"Kekasih..? Dia itu sudah sangat keterlaluan. Sudah berapa kali dia menciumku dan ternyata dia mempunyai pacar, pantas saja dia ngotot mau keluar negeri ternyata mau mengejar pacarnya." Batin Tania membara, padahal dia tidak suka dengan Calvin tapi mengapa dia begitu kesal mendengar kalau Calvin sudah mempunyai pacar.
"Tania...!" Suara keras tiba-tiba menghentikan lamunannya.
"Iya bu maaf...!"
"Akhir-akhir ini kamu tidak fokus dalam menerima pelajaranku. Aku akan menghadap kepada kepala sekolah untuk mempertimbangkan kelanjutan beasiswamu. sekarang keluar dari kelasku dan berdiri diluar kelas...!" Bentak bu guru Tania sambil menunjuk pintu keluar.
__ADS_1
"Tapi bu..., aku.."
"Tidak ada tapi-tapi Tania, keluar sekarang atau aku yang menyeretmu..!"
"Iya bu maaf."
Raka dan Julie ikut prihatin melihat Tania. memang akhir-akhir ini dia sangat kelelahan sampai tidak pernah memegang buku pelajaran saat dirumah.
Tania keluar dari kelasnya dengan pasrah, dia hanya berdiri sampai jam mata pelajaran berakhir. Saat mata pelajaran berakhir ibu gurunya membawa dia keruangan kepala sekolah.
"Ini karena kak Calvin.." Raka berjalan menemui Calvin.
Calvin duduk bersama teman-temanya didalam kelas sambil tertawa lepas.
"Kak Calvin.., Tania sekarang berada diruangan kepala sekolah. Ia disuruh menghadap kepala sekolah untuk membicarakan kelanjutan beasiswanya karena semangat belajarnya menurun akhir-akhir ini. Ini semua karena kak Calvin..!"
"Tania..?" Calvin langsung meninggalkan Raka dan teman-temannya.
"Lihat dia itu, mengapa aku bisa mempunyai kakak seperti dia.."
Sampai didepan ruang kepala sekolah Calvin masih berdiri menunggu Tania keluar dari dalam ruangan. krekk... suara pintu terbuka.
__ADS_1
"Tania.....," Panggil Calvin tapi Tania terlihat sedang menangis dan berlari meningalkan Calvin.
"Aku akan membereskan masalahmu Tania.." Calvin kemudian masuk keruang kepala sekolah.