
Jam pelajaran berakhir, Raka memegang erat tangan Tania..
"Cie cie...ada yang cemburu nih..." Kata Julie sambil tersenyum kapada Raka.
"Julie, berhenti berkata seperti itu, Raka itu tidak mungkin suka sama aku..!" Tania masih pura-pura bodoh terhadap perasaan Raka kepadanya.
"Benar kata Julie..., Tania. Aku memang cemburu dengan Calvin. Jujur, aku tidak suka kamu dekat dengannya, karena sebenarnya aku suka sama kamu Tania sejak kita pertama kali bertemu.." Raka membuat seisi kelas berteriak karena dia menyatakan perasaannya kepada Tania di depan banyak orang.
Tania tidak pernah menyangka jika Raka akan berani mengatakan perasaannya kepada Tania.
"Raka.., bukannya ini terlalu cepat..? aku takut perasaanmu hanya sekedar rasa cemburumu karena kita berteman akrab."
"Ini cinta Tania, hanya saja kamu pura-pura tidak mengetahui perasaanku kan..?"
"Raka..?" Panggil Calvin yang berdiri didepan pintu kelas. Ternyata Calvin ikut menyaksikan penyataan cinta Raka kepada Tania.
"Kak Calvin..?" Raka kaget minta ampun melihat kakaknya.
"Kamu antar dia pulang hari ini, cepat selesaikan masalah kalian dan jangan sampai telat sampai dirumah...!"
"Kalian adik kakak..? aku tidak percaya ini." Tania lebih terkejut dari Raka saat melihat Calvin.
Didalam mobil Tania dan Raka masih berdiam diri. Tania tidak menjawab pernyataan cinta dari Raka, dia masih duduk diam memikirkan dirinya yang terjebak dengan kedua laki-laki yang sedang perang batin memperebutkannya.
__ADS_1
"Kalau kamu belum menjawabnya, aku tidak pernah bosan untuk tetap menunggumu Tan..."
"Aku tidak bisa Raka, kita masih sangat muda untuk mengikat hubungan ini dan sekarang aku tidak bisa menjalin cinta kepada siapapun karena kakakmu Calvin sudah mengontrakku dalam jangka waktu yang tidak ditentukan."
"Lalu apa hubungannya dengan hubungan kita? Apa itu juga tertulis dalam kontrak konyol kalian..? bahwa jika kamu tidak bisa dekat dengan orang lain selain dia..?" Kata Raka dengan berapi-api.
"Benar katamu, pastinya kamu lebih mengetahui sifat kakakmu seperti apa kan?"
"Aku akan menebusmu dan membatalkan semua kontrak kalian."
"Cobalah, aku bersyukur jika itu bisa terjadi Raka."
Mobil Raka sudah masuk kedalam rumah mewah oma dan opanya. Raka bergegas turun dari mobil dan menarik tangan Tania ikut bersamanya. Oma dan opanya heran mengapa Raka bisa secemberut itu masuk tanpa melihat mereka. Biasanya dia gembira jika oma dan opanya menyambutnya.
"Kak Calvin, aku akan menebus Tania, biarkan dia bebas..!" Raka berdiri dihadapan Calvin yang sedang sibuk dengan hpnya ditempat tidur.
"Dia milikku sekarang...!! dan kontraknya tidak bisa dibatalkan...! mengapa kamu tidak tanya kepadanya jika kontrak itu dibatalkan oleh Tania ataupun orang lain selain Tania maka apa yang akan terjadi..?" Calvin masih berada ditempat tidurnya dan bersandar dengan santai.
"Apa yang akan terjadi Tania..?" Raka mengalihkan pandangannya kepada Tania.
Tania masih diam. Mulutnya seakan takut mengatakan isi kontrak mereka yang dibuat sepihak oleh Calvin dan sama sekali tanpa persetujuannya dan sifatnya sangat memaksa.
"Tania...!" teriak Raka. Ini pertama kalinya dia berbicara kasar kepada Tania.
__ADS_1
"Jika aku ataupun orang lain membatalkan maka aku......" Tania masih terbata-bata sedangkan Calvin hanya tersenyum manis melihat Tania yang tampak ragu-ragu dengan perkataannya.
"Aku..., apa Taniaa..!" Raka kembali berbicara dengan nada tinggi.
"Aku akan menikah dengan tuan muda."
"Apa..? Kontrak gila macam apa itu..? Raka benar menjadi sangat kesal mendengar perjanjian kontrak mereka.
"Terserah kamu Raka, kakak tidak memaksamu untuk membatalkannya.., mungkin kamu ingin melihat kakakmu menikah muda yah..?" Calvin masih tersenyum kepada Raka sedangkan Tania hanya bisa menundukan kepalanya.
"Apa yang kalian ributkan..?" Clara sudah berada didepan pintu kamar Calvin.
"Nyonya Clara..?" Tania semakin takut, karena dirinya yang menjadi pusat permasalahan mereka.
"Maaf, Aku akan keluar." Tania menundukkan kepalanya kepada maminya Calvin.
"Jangan pergi dari sini..!" Raka dan Calvin menarik tangannya secara bersamaan, Raka menarik tangan kanannya dan Calvin menarik tangan kirinya.
"Ternyata cinta segitiga yah..?" Kata Clara sambil tersenyum kepada ketiga anak remaja didepannya bagaikan sedang syuting sinetron.
"Dia bukan levelku..! Lihat mukanya begitu jelek mana mungkin aku menyukainya..!" Calvin langsung melepaskan tangannya dari tangan Tania.
"Sudah, sudah, sekarang kalian turun kelantai bawah, kita makan bersama." Clara masih tersenyum geli melihat tingkah Calvin yang sok-sokan itu.
__ADS_1
"Iya mi," kata Calvin dan Raka secara bersamaan.