
Penikahan Hana..
Hari ini adalah hari yang paling membahagiakan untuk Hana dan Bryan karena hari ini mereka melangsungkan pernikahan dengan begitu meriah di salah satu hotel berbintang di pusat kota. Hana memilih rehat sejenak dari rutinitas kuliahnya dan memilih untuk memperjuangkan cintanya.
Hana dan Bryan sudah berjalan dengan melemparkan senyuman terindah mereka kepada semua tamu undangan. Akhirnya, ada juga laki-laki yang mampu meluluhkan hati seorang Hana yang terlihat cuek kepada laki-laki. Hana anak konglomerat ternama di negeri ini sekarang tidak bisa berjalan bebas seperti biasanya karena hati dan kakinya telah diikat oleh laki-laki pujaan hatinya.
Mereka sudah duduk di pelaminan, Bryan terlihat sangat tidak sabaran, beberapa kali dia menciumi tangan Hana entah karena kagum atau dia sudah tidak mampu menahan gejolak cinta malam pertama mereka.
Clara duduk paling depan terlihat perutnya sudah sangat buncit dan bisa tafsirkan dia akan melahirkan dalam waktu dekat. Clara dan Cakra masih terlihat sangat romantis. Tangan cakra tidak pernah lepas dari dari tangan istrinya. Cakra juga membantu Clara berdiri dan membopong istrinya itu berjalan karena sekarang daya geraknya menjadi terbatas karena perutnya yang sudah sangat besar.
Bi Iyam tetap setia mendampingi Clara di manapun dia pergi, dan ternyata bi Iyam memutuskan akan berhenti bekerja setelah non Clara melahirkan. Setelah kurang lebih 30 tahun mengabdi kepada keluarga Wibowo, bi Iyam akan menghabiskan sisa hidupnya bersama keluarganya sembari mengurus cucunya. Clara sebenarnya tidak ingin bi Iyam pensiun tapi dia tidak bisa memaksanya karena bi Iyam juga butuh istirahat dan menikmati hidupnya di usianya yang sudah renta. Clara sudah menyiapkan hadiah untuk bi Iyam dan orang tua Cakra juga memberikan hadiah karena sudah bertahun-tahun mengabdi kepada keluarga Wibowo.
Clara memberikan hadiah mobil sedangkan orang tua Cakra menghadiahkan rumah kepada bi Iyam atas dedikasinya kepada keluarga mereka. Bagi mereka, bi Iyam is the bestlah.
Setelah acara pernikahan selesai dilangsungkan, Hana dan Bryan sudah berada di hotel sedangkan Clara dan Cakra tinggal di rumah mami dan papi mereka untuk jangka waktu yang lama. Rumah yang begitu besar begitu sepi bagi orang tua mereka karena Hana akan tinggal dirumah Bryan, sehingga Cakra memutuskan untuk kembali ke rumah mewah orang tua mereka.
Beberapa hari kemudian...
__ADS_1
Clara duduk didalam kamar sambil mengelus perutnya buncitnya. Cakra sedang berada didalam kamar mandi untuk membersihkan diri karena penat seharian mengurus pernikahan adiknya.
"Mas Cakra....?" teriak Clara.
"Iya sayang tunggu aku belum selesai..."
"Sayang sepertinya aku sudah mau melahirkan, air ketubanku sudah pecah.."
"Apa..?" Cakra keluar masih dengan sikat gigi ditangangnya dan rambutnya masih ada shampo yang belum dibilas dan hanya memakai handuk.
"Mas bagaimana ini..? aku takut untuk berjalan tunggu aku akan memanggil mami dikamarnya. Cakra keluar dari dalam kamar dengan begitu berantakan karena belum selesai menyelesaikan urusannya didalam kamar mandi.
"Ada apa Cakra.., kamu seperti orang yang sedang kebakaran jenggot saja."
"Anu mi, itu mi..,Clara mi.."
"Cakra, cobalah untuk tenang dan bicara dengan jelas mami tidak mengerti jika kamu seperti ini, lihat penampilan itu apa kamu tidak menyadarinya." Mami Anita memegang pundak anaknya berusaha menenangkan Cakra yang panikan menghadapi Clara.
__ADS_1
"Clara mi, air ketubannya pecah sepertinya dia akan melahirkan."
"Apa..? cepat bilas badanmu dan kita pergi kerumah sakit." Mami Anita juga menjadi panik dan Cakra kembali kedalam kamar untuk membilas badannya dan memakai baju.
Cakra sudah menggendong Clara menuju mobil dan Clara sudah mengeluarkan darah membuat Cakra menjadi tambah panik.
"Mami, ini darah, lihat itu apa yang terjadi dengan istriku mami. Aku sangat takut mi bagaimana ini..?"
"Cakra berhentilah untuk panik, sekarang kamu hanya perlu mendampingi Clara agar dia juga bisa tenang menghadapi persalinannya. Jika kamu panik bagaimana istrimu akan berkonsentrasi."
"Iya mi." Ucap Cakra masih setia mendampingi istrinya dan tangannya tidak lepas menggengam erat tangan istrinya.
Setelah sampai di rumah sakit Clara langsung masuk ke ruang persalinan. Clara tidak banyak bersuara dia hanya menarik nafas panjang dan mengeluarkannya secara perlahan justru Cakralah yang seperti orang akan bersalin karena mondar mandir kesana kemari dan begitu panik.
Cakra menunggu diluar dan setelah beberapa jam menunggu akhirnya terdengar juga suara tangisan bayi dari dalam ruang persalinan.
"Selamat bayi anda laki-laki pak.." Ucap seorang asisten dokter yang sudah menggendong 'Cakra kecil' ditangannya.
__ADS_1
Cakra begitu terharu dan air matanya jatuh membasahi kedua pipinya.
"Selamat datang didunia ini nak, Calvin Reyvaldo Wibowo." Ucap Cakra yang sudah menggendong bayinya dengan penuh haru.