
Tania keluar dari dalam toilet pria dan ternyata semua orang sudah ramai berdiri menunggunya.
"Tania kamu tidak apa-apa..? Apa dia menyakitmu atau menyentuh tubuhmu..?" Tanya Raka yang sudah memegang wajah Tania.
"Bawa aku keluar dari sini..!" Ucap Tania kepada Raka dan dia sudah berjalan mengikuti langkah kaki Raka. Tangannya dipegang oleh Raka semua orang meneriakinya pertanda tidak suka kepadanya. Julie juga sudah mengikuti langkah kaki mereka sampai didalam kelas.
Sampai di dalam kelas Raka duduk disamping Tania. Ia masih melihat raut wajah Tania yang cemberut.
"Jangan berurusan dengannya lagi, aku tidak suka kamu dekat dengannya." Ucap Raka kepada Tania tapi masih mengenggam erat tangannya.
"Siapa kamu melarang Tania dekat orang lain, kakak bukan, pacar bukan juga bukan.."
"Juliee....!" Teriak Raka kepadanya.
"Okelah terserah kamu, lagian aku juga lagi males bertengkar denganmu." Julie sudah menjauh dari mereka Berdua.
"Tan, kok masih diam sih..!"
"Raka, bisa tidak kamu beritahu kepada Erika untuk tidak menganggu hidupku..?" Tania masih terlihat kesal.
"Akan aku peringatkan kepadannya..!" Kata Raka dan sudah melepaskan tangan Tania.
Sepulang sekolah Tania menunggu angkot didepan pintu gerbang sekolah.
"Tan, Aku antar yah..?" Raka menurunkan kaca mobilnya.
__ADS_1
"Nggak usah Raka, aku naik angkot aja."
"Baiklah kalau begitu aku duluan yah..!" Raka sudah pergi dan melambaikan tangannya. Raka tidak mau memaksa Tania karena dia tahu kalau Tania tidak suka dipaksa.
Di dalam mobil Raka terlihat sangat kesal sekali, Raka duduk dikursi belakang terlihat sopirnya berulang kali melihat wajahnya dari spion dalam mobil.
"Tuan Raka mau langsung pulang..? atau masih ada urusan lain." Kata pak Yus sopir pribadi Raka.
"Langsung pulang aja pak Yus.!" Jawab Raka datar.
Didalam hati Raka sebenarnya sangat gelisah, dia masih memikirkan Tania. Dia tidak pernah sangka jika Tania akan bertemu dengan kakak sepupunya itu dan berada dalam satu ruangan berdua. "Semoga Tania tidak menyukai kak Calvin." kata Raka dalam hati.
Dilain tempat Calvin sudah sampai dirumah, Rey pengawal pribadinya sudah membawakan tas sekolahnya masuk kedalam kamarnya. Hari ini dia terlihat bahagia dan menegur semua orang yang ada didalam rumah.
"Oma dan Opa ada dimana..?" Tanya Calvin kepada asisten rumah tangga yang berdiri menyambutnya.
Calvin langsung berjalan menuju kamar oma dan opanya. Calvin langsung berbaring diantara mereka dan menciumi mereka satu persatu.
"Selamat sore semua.., Calvin pulang oma, opa."
"Ada apa denganmu nak, hari ini kamu terlihat senang sekali.." Kata oma Anita kepadanya.
"Aku memang selalu senang tiap hari oma."
"Kamu sudah makan..? Kalau belum makan sana makan dulu." Kata omanya dan opanya hanya tersenyum kepadanya.
__ADS_1
"Oke Calvin tinggal yah.." Calvin menciumi kembali oma dan opanya lalu pergi dari kamar Mereka.
"Calvin tunggu, adikmu Raka nggak pulang kesini..?" Tanya oma Anita kembali.
"Entahlah mungkin lagi latihan vokal oma." Teriak Calvin.
"Kapan mereka berdua bisa akur si Pi." oma Anita kembali fokus dengan bacaannya.
"Mereka seperti Cakra dan Hana, tidak terasa kita sudah setua ini yah Mi." Opa Wibowo tersenyum kepada oma Anita dia merasa lucu dengan kata-katanya.
"Syukurlah Pi.., kita masih melihat cucu kita menjadi besar dan semoga kita bisa melihat mereka menikah dan mepunyai anak."
"Amiin.."
Kembali ke Calvin, Calvin masih tersenyum sendiri didalam kamar. Rey masuk kedalam kamarnya setelah menerima panggilan telfon darinya.
Tok..tok.. tok. suara ketuakan pintu.
"Iya tuan muda., anda memanggilku..?"
"Kak Rey aku sudah menemukan orang yang mampu bekerja denganku.., aku yakin kali ini tidak akan tergantikan lagi, lagian aku juga sudah bosan tiap bulan harus mengganti asisten pribadiku." Calvin masih tersenyum tanpa sebab.
"Aku tahu yang tuan muda maksud." Kata Rey bisa membaca isi pikiran majikannya.
"Aku ingin kamu mengurusnya secepatnya...!" Calvin tambah melebarkan senyumannya.
__ADS_1
"Oke tuan muda.." Rey sudah pergi dan menutup pintu kembali.
"Syukurlah hari ini dia tidak berulah, jadi aku bisa bernafas lega jika tuan Cakra menanyakannya." Kata Rey memegang dadanya diluar pintu. Rey adalah pengawal pribadi Calvin, dia salah satu bodyguard terbaik dikota itu dan proses seleksinya sangat ketat sampai bisa menjadi pengawal pribadi Calvin dan bisa dipastikan gaji Rey sangat tinggi.