Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
Suamiku Bosku two, part 7


__ADS_3

"Ini kamarmu, dan disebelah kamarmu adalah kamar tuan muda., kamu bisa membaca tugas-tugasmu sekarang dan satu jam lagi kita menemui tuan muda.." Rey memberikan beberapa lembar kertas kepada Tania.


"Iya kak." Kata Tania patuh.


"Panggil aku kak Rey."


"Baiklah kak Rey." Tania akhirnya bisa tersenyum dan Rey ternyata bagitu baik pikirnya.


Rey sudah pergi meninggalkan Tania, Tania duduk disudut tempat tidur membuka satu persatu kertas yang ada ditanganganya. Tania benar-benar tidak percaya jika tugasnya begitu banyak mulai dari bangun tidur dan sampai tuan muda tidur kembali tidak ada kata tidak bekerja. Dan yang paling tidak dia percaya adalah dia harus membersihkan rambut tuan muda setiap hari dengan alasan yang tidak dijelaskan didalan kertas tersebut.


"Ya ampun apa dia itu tidak mempunyai tangan, aku tidak percaya laki-laki seperti dia bisa begitu manja sampai-sampai hal sekecil itu dia tidak bisa lakukan. Kalau bukan karena orang tuaku aku tidak rela melakukan pekerjaan ini." Kata Tania masih memegang kertas ditanganganya.


Tok.., tok.., tok.., Suara ketukan pintu..


"Tania.,, boleh kak Rey masuk..?"


"Iya kak boleh..?" Kata Tania dari dalam kamar.


Rey sudah membuka pintu kamar Tania, Tania belum beranjak dari tempatnya duduk sejak Rey meninggalkanya.


"Sekarang kita menemui tuan muda."


"Iya kak Rey.."

__ADS_1


Tania sudah berdiri dan mengikuti Rey dari belakang. Rey sudah berdiri didepan pintu kamar Calvin dan langsung membuka pintu kamar Calvin tanpa mengetuknya. Tania mulai menarik nafasnya dengan panjang memasang muka selembut mungkin kepada orang akan membuat hari-harinya berubah secara drastis.


"Tuan muda aku sudah membawanya, sekarang apakah aku boleh pergi..?" Rey berdiri disamping Calvin yang sedang duduk menonton televisi.


"Pergilah.." Kata Calvin singkat.


"Apa..? Kak Rey please jangan tinggalkan aku bersama laki-laki garang ini." Tania berbicara dalam hati tanpa sadar tangannya sudah menarik tangan Rey yang hendak meninggalkannya.


"Tania.." Ucap Rey menatapnya.


"Iya kak.." Tania masih terlihat polos.


"Tanganmu.., tolong lepaskan..!"


"Hehehe maaf kak Rey.." Tania sudah melepas tanganya dan tuan Calvin yang manja itu masih terlihat tertawa menonton animasi kartun.


"Aku tidak percaya pekerjaanku begitu sehina ini, sudah hampir 30 menit aku hanya berdiam disampingnya dan dia hanya tertawa seperti tidak menganggap aku berada disini." Tania mulai terlihat kesal menatap Calvin.


"Aku tidak suka kamu melihatku dengan wajah jelekmu itu." Ucap Calvin tanpa menoleh ke arahnya.


"Apa..? Aku pikir dia tidak memperhatikan aku tenyata dia mempunyai penglihatan lebih dari hantu." Kata Tania dalam hati dengan kaget.


"Matikan televisi itu.." Calvin sudah beranjak dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Matikan televisi..? remot hanya bejarak 1cm dari tangannya dia masih menyuruhku. oh.. benar aku sangat tidak mempercayai semua ini tuan muda." Tania masih membatin, kali ini dia banyak berbicara dan mengomel didalam hatinya meluapkan kemarahanya kepada siapapun.


"Baik tuan muda." Tania sudah mematikan televisi.


"Ganti bajuku....!"


"Pekerjaan yang ini yang paling aku hindari. tapi tidak mungkin aku menghindar dari ini karena aku akan membiasakan diriku menyetuh dan melihat tubuh laki-laki didepanku ini." Kata Tania masih dalam hati.


Tania sudah membuka baju Calvin, Calvin menatapnya membuat dia menjadi sangat kaku melakukannya pekerjaannya. Tamia tidak mau bertanya lagi dia langsung membuka baju dan celana Calvin secara keseluruhan hanya tersisa celana pendek yang dia kenakan.


"Pergi ambil baju tidurku dilemari itu..!" Calvin menunjuk lemari yang agak jauh dari tempat tidurnya.


Tania langsung berlari menuju lemari, dia langsung mengambil baju yang ada dalam lemari dan segera berlari kembali ketempat Calvin berdiri.


"Siapa yang menyuruhmu mengambil baju itu..?"


"Tidak ada yang menyuruhku tuan, ini hanya inisiatifku." Tania tersenyum semoga Calvin suka dengan pekerjaannya yang tidak suka banyak bertanya.


"Ganti...! aku tidak suka, lain kali budayakan untuk bertanya sebelum melakukan apapun...!"


Muka Tania menjadi pucat, dia kembali berlari menuju lemari dan membuka lebar pintu lemari yang begitu besar.


"Yang mana tuan muda ingin kenakan. .?" Tania sudah berdiri didepan lemari bagaikan pelayan toko yang sedang memperlihatkan baju satu persatu kepada calon pembeli.

__ADS_1


"Aku ingin baju yang ada ditanganmu." Kata Calvin datar dan tanpa senyuman.


"Ah sial....! dia benar-benar sedang mengerjaiku. Tuhan aku mohon tolong berikan dia rasa kasihan sedikit saja kepadaku. " Kata Tania pelan dan dia kembali berlari kepada Calvin.


__ADS_2