
"Hana, Clara, Cakra ayo sudah waktunya makan malam." Ucap mami Anita yang telah berdiri di pintu kamar hana.
"Baik Mi." Jawab Hana yang berjalan mengikuti maminya sedangkan Cakra masih manahan Clara dipelukannya.
"Mas Cakra, mami sudah mengajak kita untuk makan." Clara berusaha keluar dari pelukan Cakra tetapi Cakra Seperti orang yang sedang terhipnotis dengan bau badan Clara.
"Clara, Aku mencintaimu." Bisik Cakra lembut ditelinga Clara.
"Mas, sudah berhenti bercandanya." Clara akhirnya bisa melepaskan tubuhnya dari pelukan Cakra dengan cepat dia keluar dari dalam kamar agar Cakra tidak semakin membuas.
"Clara, Clara seperti aku bisa gila bila jauh darimu." Cakra menatap pungung Clara yang sudah mulai menghilang dari balik pintu.
Di meja makan Hana dan Clara duduk berdampingan, Mami dan papinya berhadapan dengan mereka. Sedangakan Cakra duduk paling ujung.
"Kalian tidak perlu repot untuk mempersiapkan pernikahan kalian. Mami sudah menyerahkan semua urusan pernikahan kepada ahlinya. Mami hanya ingin kalian istirahat dan jangan sampai kelelahan saat acara akan dilaksanakan. Mami Anita menatap Clara dan Cakra secara bergantian sambil menyantap makanannya.
"Mi Maaf, Tapi orang tuaku sampai sekarang aku belum bisa menghubungi mereka untuk meminta restu." Clara kembali lesu jika membahas keluarganya.
__ADS_1
"Clara, Papi sudah mengurus semuanya. Besok kita akan bertemu dengan kedua orang tuamu untuk membahas pernikahanmu?"
"Benarkah? Bagaimana bisa Papi bertemu mereka? Papi... Clara sangat berterima kasih." Wajah Clara kembali ceria mendengar perkataan calon mertuanya itu.
"Kejutan untukmu." Papi Wibowo tersenyum melihat Clara yang sangat bahagia dan semua orang tersenyum melihat ekspresi Clara.
Walaupun orang tuanya tidak memperlakukanya dengan baik tetapi dalam hatinya dia sangat mencintai dan merindukan orang tuanya. Baginya orang tuanya adalah satu-satunya keluarga yang dia miliki sekarang.
Clara aku tidak akan meninggalkanmu untuk alasan apapun. Walapun dihatiku masih ada Felysha entah mengapa perasaanku padamu itu berbeda dan aku tidak ingin menambah goresan baru dihatimu. Clara aku tidak bisa membayangkan bagaimana kamu bisa menjalani hidupmu yang penuh dengan kesengsaraan itu. Cakra menatap dalam Clara.
Selesai makan mereka kembali berkumpul diruang keluarga sambil membahas persiapan pernikahan Cakra dan Clara.
"Haloo." Cakra mengangkat telfon dan terlihat raut wajah Cakra berubah. Cakra yang duduk berdampingan dengan Clara langsung keluar dari ruang keluarga.
Clara yang memperhatikan raut wajah Cakra menjadi penasaran dengan orang yang sedang berada dalam panggilan telfonnya.
"Mi aku pamit ada urusan, Clara malam ini kamu tidur disini." Nanti minggu depan Mas balik kesini untuk mengunjungimu." Cakra langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari Clara.
__ADS_1
Jangan-jangan itu mba Fely, benarkan sama seperti yang aku duga dia akan kembali disaat yang tepat. Clara merasa sesak didadanya entah sejak kapan dia mulai terbakar api cemburu melihat Cakra bersama wanita lain.
"Clara..? Clara sayang..?" Mami Anita memanggilnya untuk kedua kali tapi dia masih terpaku dengan kepergian Cakra secara tiba-tiba.
"Clara...? Kita masuk ke kamar untuk istirahat." Hana menarik tangannya seakan mengerti dengan perasaan sahabatnya itu.
Clara hanya mengikuti langkah kaki Hana dengan pandangan yang masih kosong. Didalam kamar Clara duduk di sofa panjang.
"Hana.., apakah mas Cakra sangat mencintai mba Felysha..?"
"Apakah kau yakin dengan pertanyaanmu..? Clara, aku tidak mau menjawabnya." Hana hanya memandang Clara dengan penuh rasa bersalah.
"Benarkah dia sangat mencintainya?" Clara kembali mengulangi kata-katanya.
"Clara, sejak kamu datang kerumah ini bersama mas Cakra yang paling aku takutkan adalah saat kamu sudah mulai mencintai mas Cakra dan dia belum bisa melupakan Felysha. Clara, aku tidak ingin persahabatan kita menjadi renggang hanya karena masalah ini. Aku sudah menganggapmu seperti saudara. Mas Cakra orang baik tapi aku tidak bisa pungkiri jika dia masih mencintai mba Felysha karena mereka berpacaran sejak mereka duduk dibangku SMA. Mba Fely juga orang yang baik tetapi karena ada sesuatu hal membuat hubungan mereka renggang." Hana berbicara sangat panjang dan Clara hanya terdiam mendengar perkataan Hana.
"Hana, walaupun mas Cakra tidak bersamaku aku harap persahabatan kita akan tetap terjalin."
__ADS_1
"Clara, aku menyayangimu." Hana memeluk Clara dengan erat.
"Aku juga Han.."