Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
BAB 58 Suamiku Bossku


__ADS_3

Ini kisah awal yang baru dimulai untuknya, Clara harus banyak tersenyum kepada semua orang karena dia tidak bisa membedakan mana orang yang dia kenal dan mana orang yang baru untuknya.


"Clara, nama yang begitu indah begitupun dengan wajahnya dan sungguh besar kuasa tuhan bisa menciptakan manusia secantik dia. Clara, aku tidak pernah menyesal bertemu denganmu dan aku sangat berterima kasih kepada Tuhan karena aku masih melihatmu tersenyum kepadaku." Gumamnya dalam hati sambil menatap Clara yang sedang duduk memegang hpnya.


"Mas.., aku hanya duduk menemanimu seharian dikantor..?" Clara sudah berada disampingnya.


"Kamu bosan?"


"Heemm iya, apakah dulu aku pernah bosan seperti ini..?


Cakra hanya tersenyum dan menutup laptopnya.


"Ayo..., kita pergi jalan-jalan..!" Cakra menarik tangannya keluar dari ruangannya. Saat didepan pintu mereka bertemu Lira dan membawa beberapa berkas ditangannya.


"Pak.., ini ada beberapa berkas yang akan pak Cakra lihat dan tandatangani." Ucap Lira dan sebenarnya dia pasti sudah tahu jawaban dari Cakra. Cakra berbisik kepadanya dan Lira hanya menganggukkan kepalanya pertanda dia setuju. Clara yang melihat kejadian itu langsung melepaskan tangannya dari genggaman Cakra.

__ADS_1


"Ada apa..? Kok mukanya cemberut begitu?" Kata Cakra bingung.


"Mas, aku sakit..!"


"Sakit...? apamu yang sakit Clara..?" Tanya Cakra panik melihat tubuhnya mencari sumber sakitnya. Lira yang melihat ikut panik melihat bosnya.


"Disini mas..,perasaanku kok sakit banget saat melihat kamu berbisik kepada dia, padahal aku bukan siapa-siapa kamu tapi rasanya kok sakit yah..." Clara memegang dadanya dan sebelah tangannya menunjuk Lira. "Apa dia pacarmu mas..?"


"Astaga Clara, jangan membuatku panik seperti itu, dia itu bukan pacarku dan dia itu sekretarisku. Benarkan Lira?"


"Iya nona Clara, aku tidak ada hubungan apa-apa dengan pak Cakra lagian aku sudah menikah dan mempunyai anak." Lira mengangkat jari manis menunjukkan cincin yang melingkar ditangannya.


"Tapi kan itu bukan urusanku jika mas Cakra mau punya pacar atau tidak. Lagian aku hanya asisten pribadinya. Sadar Clara... kamu siapa.." Clara membatin.


Cakra masih memegang tangannya menuju lobi, semua orang menundukkan kepalanya saat bertemu mereka. Sampai diparkiran Cakra sudah membukakan Clara pintu mobil dan menutupnya dengan pelan. Kemudian Cakra bergegas masuk didalam mobil sambil tersenyum kepada Clara dan mobil mewahnya sudah keluar dari area kantornya.

__ADS_1


"Aku mencintaimu Clara... sangat mencintaimu bahkan lebih dari apapun didunia ini dan rasa ini tidak akan pernah berubah walaupun ingatanmu tidak pulih aku akan membuatmu mencintaiku dari awal."


"Mas, kita akan kemana?"


"Nanti juga kamu akan mengetahuinya sayang.."


"Sayang..? Maksud mas..?"


"Maaf, maksudku Clara."


"Mas, aku tidak ingin hidup dengan kebohongan. Jadi tolong jelaskan siapa aku mas...? Kalau kamu tidak jujur kepadaku aku akan pergi meninggalkan kamu mas, aku akan berhenti bekerja untukmu. Aku merasa aneh dengan semua ini mas, jadi aku mohon jelaskan walau itu menyakitkan." Nada bicaranya sudah meninggi.


"Clara, mas belum bisa jelaskan sekarang..! kondisimu masih belum stabil jika waktunya tiba, mas akan menjelaskan ini semua."


"Kalau mas tidak mau jelaskan, turunkan aku dari mobil sekarang dan kamu tidak akan pernah melihatku lagi." Ancam Clara.

__ADS_1


"Clara, please, mas mohon jangan memaksakan ini, kamu bisa sakit Clara, ini demi kebaikanmu. Kamu jangan terlalu banyak berpikir dulu, mas janji akan memberi tahu segalanya kepada kamu bila waktunya tiba."


"Turunkan aku sekarang....!" Bentak Clara yang sudah memegang pintu mobil.


__ADS_2