Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
Suamiku Bosku two, Part 48


__ADS_3

Sejak tadi sekretaris baru yang bernama Sherly itu mondar mandir dengan baju ketatnya dan rok mininya menemui Calvin dan selalu bertanya setiap pekerjaan yang dia lakukan. Terkadang dia sengaja menundukkan badannya agar belahan dadanya bisa terlihat oleh Calvin. Tentu saja itu dia sengaja agar Calvin tergoda olehnya.


"Sherly..?" Panggil Calvin dari tempat duduknya melihat Sherly sejak tadi masih senyam senyum melihatnya dari tempat duduknya yang kebetulan seruangan tapi agak jauh dari posisi duduk Calvin.


"Akhirnya kamu tergodakan tuan muda Calvin..!" Ucap Sherly dalam hati dan dia berlari dengan penuh kebahagiaan mendengar Calvin memanggil namanya dengan lembut.


"Iya tuan muda.? Ada apa.?" Sherly melembutkan suaranya agar terdengar seksi dihadapan Calvin.


"Kamu masih ingin kerja disini kan?" Tanya Calvin.


"Iya tuan muda, aku masih ingin kerja disini. Siapa sih yang tidak mau kerja diperusahaan yang begitu besar ini apalagi bosnya sangat tampan, eh.. maksudku baik." Sherly menutup mulutnya sambil tersenyum manis.


"Jika besok kamu masih melihatku dengan senyuman jelek itu dan mencoba mencari perhatian didepan mataku, silahkan angkat kakimu dari ruangan ini. Kamu mengerti..?" Ucap Calvin dengan nada tinggi kepada Sherly.


Sherly tercengang. Dia pikir Calvin akan membelainya atau telah tergoda olehnya. Ternyata yang dia harapkan hanya makian dari Calvin bahkan dengan ancaman pemecatan.


"Iya pak saya mengerti." Sherly langsung menundukkan kepalanya.


"Sana pergi..! jangan membuatku jijik melihatmu."

__ADS_1


Sherly pun membalikkan badannya dengan penuh rasa kecewa dan emosi didadanya karena Calvin terlalu kasar berbicara kepadanya.


Sialan! dia tidak tergoda sedikitpun kepadaku. Ucap Sherly dalam hati.


Calvin mengambil handphonenya dan mengirimkan pesan kepada Tania. "*Sayang lagi apa.?"


"Lagi dikampus sayang*." Balas Tania dalam pesannya.


"Mau makan siang bersama.?" Balas Calvin kembali.


"Kamu nggak sibuk.?" Balas Tania.


"Oke, selesai urusan aku langsung menuju kantormu sayang." jawab Tania kembali pada pesannya.


"Terima kasih sayang, love you muacchh." wajah Calvin langsung terlihat ceria dan melupakan amarahnya kepada sekretaris barunya itu.


"Love you too."


/////

__ADS_1


Setelah selesai dengan urusannya dikampus, Tania langsung menuju kantor suaminya untuk makan siang bersama. Saat dia memasuki area kantor, satpam sudah menundukkan kepala tanda hormat kepadanya. Mereka sudah tahu kalau Tania adalah istri bos mereka. Begitupun saat Tania memasuki gedung pencakar langit itu, semua mata tertuju kepada Tania yang penampilannya sangat berubah drastis dari saat dia memasuki kantor tersebut pertama kali.


Cincin dan kalung berlian melekat manis di jari dan lehernya. Baju dan dan tasnya juga bermerk semua. Itu adalah pemberian dari Calvin. Dan bukan kemauannya, tapi untuk menunjang penampilannya sebagai istri pengusaha muda dan kaya raya dengan terpaksa Tania harus terbiasa dengan semua mata yang memandangnya dari kepala sampai kaki.


Beberapa karyawan menyapa dan melemparkan senyuman kepadanya saat berjalan menuju ruangan Calvin. Akhir-akhir ini Rey sangat jarang terlihat bersama Calvin karena dia sibuk menjaga istrinya yang sedang mengidam berat. Untung saja Calvin bisa memaklumi posisi Rey sekarang.


"Sayang.?" Tania membuka pintu dan langsung mendekati Calvin ditempat duduknya sambil mencium pipi suaminya. Tania belum menyadari jika ada orang yang sedang duduk disudut ruangannya itu sedang sibuk dengan berkas-berkasnya.


Calvin langsung menarik tangan Tania dan duduk diatas pangkuannya. Calvin mulai mencium leher Tania dengan lembut membuat Sherly yang mencuri-curi pandang dengan kelakuan Calvin. Dia masih takut untuk melihat jelas wanita yang ada dipangkuan Calvin karena Calvin sudah memperingatinya untuk tidak melihatnya lagi dengan pandangan seksi yang terkesan dibuat-buat.


Ah siapa wanita itu.? apa itu pacarnya..? . Gemam sherly dan dia belum mengetahui jika Tania adalah istrinya.


Setelah cukup lama Calvin mencium beberapa bagian tubuhnya barulah Tania melihat Sherly yang bersembunyi dibalik berkas yang menumpuk tinggi di hadapannya.


"Sayang kamu tidak bilang jika ada orang didalam sini." Tania sangat terkejut sekaligus malu, apalagi mereka sampai berciuman cukup lama tadi.


"Biarkan saja dia sayang, kamu tidak perlu melihatnya cukup nikmati saja kemesraan ini." Ucap Calvin masih melayangkan ciumannya sedangkan Tania sudah mencubit beberapa kali paha Calvin untuk berhenti menciumnya. Tapi bukan Calvin namanya jika dia tidak berulah didepan orang. Sebenarnya dia sengaja memanggil Tania agar Sherly tahu jika dia sudah mempunyai istri dan tidak berani lagi genit dihadapannya.


Tania ingin berdiri, tapi Calvin tetap memeluknya dengan erat hingga akhirnya dia yang menjadi salah tingkah didepan Sherly.

__ADS_1


__ADS_2