Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
Suamiku bosku two, part 9


__ADS_3

Mobil mewah Calvin sudah masuk diarea parkir sekolah. Bisa terlihat jelas deretan mobil mewah yang terjejer rapi diparkiran itu. Sekolah ini merupakan kumpulan anak-anak orang kaya dan Tania menjadi salah satu orang yang beruntung dapat bersekolah di tempat itu karena medapatkan beasiswa karena bisa dibilang dia anak yang cukup cerdas.


"Tuan bolehkan aku tidak mengikutimu, aku takut orang akan melihatku dan menjadi incaran anak disekolah karena berada didekat tuan muda."


"Pergilah..., jangan membuatku menunggu sepulang sekolah."


"Baik tuan, terimakasih." Tania langsung berlari meninggalkan Rey dan Calvin.


"Tuan, bukankah dia terlihat begitu lucu.?"


"Apa kamu menyukainya Rey..?" Calvin mengangkat alisnya melihat Rey.


"Bisa jadi, selagi janur kuning belum melengkung siapa saja boleh memilikinya bukan begitu tuan muda...?"


"Berhenti bercanda dan jangan memberikan hatimu kepadanya. Dia masih sangat muda carilah wanita dewasa yang sesuai dengan usiamu." Calvin sudah mengambil tasnya dari tangan Rey.


"Iya tuan muda, aku akan terus berusaha."


"Apakah aku akan menunggu tuan muda sampai pulang sekolah..?" Teriak Rey.


"Belikan gadis itu baju yang bagus, aku akan pergi ketempat biasa malam ini bersamanya." Kata Calvin sudah beranjak pergi.


"Oke tuan muda, semoga Tania tidak menjadi mangsa tuan muda." Rey hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Calvin.

__ADS_1


Tania langsung masuk kedalam kelas., Raka sudah duduk disamping tempat duduknya sedangkan julie berada dibelakangnya.


"Tumben kamu terlambat Tan." Julie melihatnya dengan aneh.


"Aku lagi banyak urusan tadi.." Tania sudah duduk dan mengeluarkan bukunya.


"Tania, kamu tidak membalas pesanku...? Biasanya kamu tidak seperti itu..., sebenarnya apa yang kamu lakukan kemarin...?"


"Maaf-maaf aku baru mau buka hpku, seharian aku tidak memegang hp."


"Apa..?" Julie dan Raka menatapnya dengan penuh tanda Tanya.


"Jangan melihatku seperti itu, aku seperti mempunyai kesalahan besar kepada kalian..!"


"Apa...? Mereka hanya mengatakan itu..? Benar-benar mereka." Tania memasang muka kesal.


"Jadi sekarang jelaskan kepada aku dan julie sebenarnya ada apa..?"


"Sebenarnya aku..." Tania menghentikan bicaranya setelah melihat orang yang berdiri didepan pintu kelasnya.


"Kak Calvin..., mau apa dia datang kekelas kita.? Ternyata dia benar-benar tampan jika dilihat dari dekat." Kata julie kagum.


Calvin mendekati Tania dan Raka. Raka juga ikut terkejut akhirnya yang dia takutkan terjadi juga. Tania dan Calvin akan bertemu untuk kedua kalinya.

__ADS_1


"ini.., kamu melupakannya..!" Calvin memberikan roti dan susu kepada Tania.


"Apa..?" Benar-benar dia. Akukan sudah bilang jangan menegurku jika ada disekolah" Tania sudah dikerumuni teman sekelasnya untuk meminta penjelasan mengapa seorang Calvin bisa datang menemuinya yang sama sekali tidak pernah terlihat tertarik sedikitpun kepada Calvin.


Raka yang menyaksikan kejadian itu langsung mengejar Calvin dan meminta penjelasan kepada kakaknya itu.


"Kak Calvin tunggu..?"


"Raka..? ada apa.? Mengapa mukamu kesal begitu.?"


"Tadi itu apa.?"


"Ternyata dia teman sekelasmu yah.., dia benar-benar penurut." Calvin hanya tersenyum.


"Kak jangan bilang dia sedang bekerja denganmu."


"Itukan kamu tahu, jadi kakakmu ini tidak perlu lagi menjelaskan panjang lebar."


"Tapi kenapa harus Tania..? Kamu bisa memilih orang lain.!"


"Aku ingin dia Raka, bukan yang lain.." Calvin sudah melambaikan tanganya kepada Raka tanpa melihat adiknya itu.


"Benar-benar kak Calvin, aku tidak bisa membiarkan Tania berlama-lama dengannya. Mengapa aku harus mempunyai kakak seperti dia..!" Raka kembali lagi kedalam kelas menemui Tania.

__ADS_1


__ADS_2