Suamiku Bossku

Suamiku Bossku
BAB 22 Suamiku Bossku


__ADS_3

Setelah selesai mencoba gaun Cakra dan Clara berpamitan dengan maminya.


"Mi, Clara tidur di apartemennya Cakra yah malam ini." Ucap Cakra dengan setengah memohon kepada maminya.


"Cakra, kamu jangan sering-sering bertemu dengan Clara sebelum pernikahan dilangsungkan. Mami rasa kamu tahu jawabannya."


"Iya mi tapi malam ini boleh yah..? Cakra lagi takut sendiri di apartemen.


"Hei, sejak kapan anak mami jadi penakut.? Kamu harus janji dengan mami, kamu jangan melakukan hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh pasangan yang belum sah jadi suami istri."


"Siap mamiku sayang." Cakra memeluk dan menyalami tangan maminya.


"Clara.., bye... bye...sayang." Nyonya Anita melambaikan tangannya melihat Clara yang sudah berada didalam mobil Cakra.


"Mas, aku ragu dengan ini." Clara terlihat berpikir dengan ucapannya.


"Ada apa Clara?" Cakra menghentikan mobilnya dipinggir jalan yang kebetulan tidak terlalu jauh dari butik Maminya.

__ADS_1


"Orang tuaku..? bagaimana mungkin aku menikah tanpa restu mereka. Dan aku tidak ingin menjadi orang ketiga dalam hubungan mas Cakra dan mba Felysha. Jika dia kembali apa yang aku ucapkan padanya jika bertemu dengannya." Clara menundukkan kepalanya perasaannya kembali ditakuti oleh rasa kehilangan.


Cakra menyandarkan kepalanya di jok mobilnya dengan menarik nafas panjang mendengar perkataan Clara. "Aku mencari orang tuamu secepatnya. Dan masalah Fely, biarkan waktu yang akan menjawab."


"Tapi mas, aku takut mas akan kembali bersama mba Fely pada saat aku sudah mulai mencintaimu.., maaf mas aku sudah lancang." Clara menutup mulutnya karena baru tersadar dengan ucapannya.


"Clara.., mas sebenarnya.." Pip... Pip.. Pip... Cakra menghentikan bicaranya setelah mendengar klason mobil yang sudah berada dibelakang mereka.


"Cakra.. ngapain kamu..? Ayo pulang kerumah mami. Kita akan makan malam bersama." Seru maminya yang berteriak dari dalam mobil.


"Baiklah mi." Cakra menghidupkan kembali mobilnya dan menuju rumah orang tuanya


Tok.. Tok.. tok.. "Hana buka pintunya."


"Clara..? Dengan cepat Hana melompat dari tempat tidurnya untuk membuka pintu setelah mendengar suara Clara memanggilnya.


"Bebs aku rindu, sepertinya aku sekarang sudah menjadi yang kedua bagimu. Aku akan membuat perhitungan kepada mas Cakra karena telah merebutmu dariku." Hana memasang muka cemberut melihat Clara yang telah berbaring ditempat tidur.

__ADS_1


"Hahaha are you crazy Bebs..? Clara hanya tertawa mendengar ucapan sahabatnya itu.


"Yes i'm crazy without you Bebs.." Clara dan Hana saling berpelukan.


"Awas.. mas mau tidur." Cakra tiba-tiba datang entah dari mana langsung melepaskan pelukan Clara dan Hana dan berbaring diantara mereka.


"Mas Cakra?? Ihhh nyebelin banget sihh..!" Clara memukul badan kakaknya dengan keras.


Cakra langsung membalikan badannya menghadap Clara. Cakra dengan spontan mencium kening Clara. "Mas Cakra...! Sana pergi..!" Ucap Hana dan menendang tubuh kakaknya hingga terjatuh ke lantai.


"Hana kamu kenapa..? Kalau mau, sana pergi cari pacar." Cakra kembali naik dari tempat tidur dan memeluk Clara dari belakang.


"Mas Cakra kenapa sih..? Clara melepaskan tangan Cakra dari badannya.


"Clara, kamu itu harus belajar dari sekarang bagaimana menjadi istri yang baik, contohnya itu belajar menerima pelukan dan ciumanku secara spontan." Cakra kembali mengelus rambut Clara dari belakang seperti tidak memperdulikan Hana yang ada diantara mereka.


"Mas...Hana ada disini..!" Clara terlihat malu kepada Hana yang berada didepannya.

__ADS_1


"Anggap saja dia tidak ada." Jawab Cakra dengan santainya.


"Mas Cakra, sana pergi...!" Hana berteriak melihat kelakuan kakaknya yang membuatnya menjadi jijik.


__ADS_2