
Malam hari Calvin baru sampai dirumah, mobilnya belum terparkir baik digarasi dia langsung bergegas turun dan berlari masuk kedalam rumahnya. Rey melihat kejadian itu membuatnya berpikir keras untuk memperbaiki kembali hubungan tuan mudanya bersama Tania agar perpisahan ini tidak ada yang tersakiti satu sama lain. Rey merasa sangat bersalah kepada Tania, karena dia tidak memperingatkan dari awal kepada Tania akan hal buruk yang akan terjadi.
Krekkk, pintu kamar Tania terbuka. Tania duduk ditempat tidur dan mengemas semua barang-barangnya.
"Tania apa yang kamu lakukan..?" Calvin berdiri didepan pintu.
"Aku akan pulang tuan muda., terima kasih atas kebaikanmu kepada keluargaku. Barusan ibuku menelfon, kamu membelikan rumah makan dilokasi yang sangat strategis dan dia mengatakan sangat berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada tuan muda. Aku juga sangat berterima kasih atas kebaikanmu selama ini kepadaku.." Tania menundukkan kepalanya kepada Calvin.
"Tania aku tahu ini akan terjadi, aku banyak salah kepadamu. aku sangat membenci hari ini, aku membenci melihatmu terluka karena aku, dan sampai kapanpun aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri." Calvin sudah duduk disamping Tania sambil menangis. Ini pertama kalinya Tania melihat Calvin menangis dihadapannya.
"Bolehkah kamu tinggal untuk semalam saja..?" Calvin turun dari tempat tidur dan berlutut dikaki Tania.
"Aku tidak bisa tuan muda maafkan aku, aku sudah berpamitan dengan kedua orang tuamu dan semua orang yang ada dirumah ini. Tinggal kamu dan Rey yang belum sempat berpamitan denganku." Tania sudah mengunci koper besarnya.
Calvin masih berjongkok di lantai, seorang Calvin bisa memohon kepada wanita itu sangat luar biasa dan seumur hidupnya hanya Tanialah yang bisa membuatnya menangis sampai bermohon dikaki seorang gadis.
__ADS_1
"Aku pergi tuan muda, dan satu lagi aku tidak bisa menerima ini." Tania memberikan kunci mobil dan buku rekening, itu adalah hadiah yang Calvin berikan kepadanya yang berada dimeja kamar Tania. Saat mengemas barangnya barulah Tania melihatnya dan tulisan tangan Calvin yang mengatakan ini ucapan terima kasihku Tania.
"Semoga kamu menjadi pria yang dewasa kedepannya tuan muda.." Tania menutup pintu dengan pelan, meninggalkan Calvin yang masih duduk dilantai.
Tania menuruni anak tangga, beberapa asisten rumah tangga lainnya juga ikut bersedih melihat Tania pergi dari rumah Calvin. Mereka sudah menganggap Tania seperti anak mereka dan terkadang Tania bisa menjadi sahabat mereka.
"Bi Lasty aku pamit, dan untuk yang lainnya aku hanya bisa memberikan ini.." Tania memberikan amplop satu persatu kepada semua asisten rumah tangga.
"Apa ini Tania..?" Hadiah untuk kalian karena sudah baik dan menemaniku dimasa sulitku.
Tania memberikan amplop berisikan uang satu juta pada setiap amplop, Calvin memberikan uang yang begitu banyak kepadanya selama ini, dan dia tidak pernah memakainya jadi dia berpikir apa salahnya jika dia berbagi kepada orang yang lebih membutuhkan. Memang benar Calvin memperlakukannya sangat spesial dibandingkan dengan ART lainnya tapi hal itu tidak lantas membuat Tania berbesar kepala.
Sampai didepan rumah, Raka sudah menunggunya berdiri disamping mobilnya, Rey terlihat berbicara dengan Raka sampai Tania tiba didepan mereka barulah mereka berhenti bercakap.
"Kak Rey, aku pamit. Maafkan Tania jika banyak salah dengan kak Rey selama ini."
__ADS_1
"Tania, seharusnya kak Rey yang minta maaf kepadamu, karena aku kamu jadi seperti ini.
"Sudahlah kak Rey, semuanya sudah terjadi anggap saja ini pengalaman terbesarku."
"Hati-hati Tania., semoga kita bisa berjumpa lagi."
"Pak Yus, bantu angkatkan barang-barang Tania." Ucap Raka kepada sopirnya.
"Siap tuan Raka."
Tania kembali menatap rumah Calvin sekali lagi sebelum dia benar-benar masuk kedalam mobil.
"Kak Rey kamu yang terhebat..," kata Tania mengakhiri perpisahannya dengan Rey.
"Tania, kok aku jadi sedih kamu pergi." Rey melambaikan tangannya kepada Tania.
__ADS_1
"Tuan muda..?" Rey langsung berlari masuk kedalam rumah untuk memastikan Calvin baik-baik saja.